Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Klenteng Hok Tek Bio yang Berarti Rumah Rezeki dan Kebajikan, Klenteng dan Vihara Tertua di Kota Bogor  

Muhamad Kafien Nibras • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:43 WIB
Klenteng Hok Tek Bio atau Vihara Dhanagun, Vihara Tertua di Bogor. (sentul.city)
Klenteng Hok Tek Bio atau Vihara Dhanagun, Vihara Tertua di Bogor. (sentul.city)

 

JP Bogor – Bogor memiliki sejarah yang cukup panjang, sehingga menyimpan banyak peninggalan-peninggalan bersejarah. Mulai dari alat musik, prasasti, hingga bangunan bersejarah.

Salah satu bangunan bersejarah yang cukup terkenal adalah Klenteng Hok Tek Bio, yang terletak di Jalan Surya Kencana No. 1, Babakan Pasar, Bogor Timur, Kota Bogor. Klenteng ini merupakan simbol dari keberadaan Tri Dharma, kombinasi antara Taoisme, Konghucu (Konfusianisme), dan Buddha. 

Masuknya ajaran Buddha di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Ditandai dengan arca, menhir, hingga prasasti.

Seiring dengan berjalannya waktu, agama Buddha di Indonesia mengalami sedikit pengaruh, terutama dari kebudayaan Tiongkok yang dibawa warga Tionghoa menetap di Nusantara kala itu.

Banyak warga Tionghoa yang menetap di nusantara menganut agama Buddha, yang sudah dipengaruhi oleh ajaran mereka sendiri yaitu Taoisme.

Sehingga muncullah klenteng, tempat beribadah agama Buddha di Indonesia selain vihara. Berdirinya klenteng ini merupakan bukti masuknya pengaruh Tionghoa ke Kota Hujan.

Nama Hok Tek Bio berasal dari kata ‘Hok’ yang berarti rezeki, ‘Tek’ yang berarti kebajikan, dan ‘Bio’, yang merupakan istilah lain klenteng. Sehingga dapat diartikan bahwa Hok Tek Bio memiliki arti rumah ibadah rezeki dan kebajikan.

Istilah klenteng umumnya hanya digunakan di Pulau Jawa. Sementara di pulau lain menggunakan istilah Bio.

Disebut klenteng, karena masyarakat di Pulau Jawa kerap mengaitkan rumah ibadah ini dengan bunyi klenting-klenting yang dihasilkan oleh lonceng-lonceng kecil yang ada di tempat ibadah ini.

Oleh karena itu, muncullah istilah klenteng untuk merujuk pada rumah ibadah agama Buddha yang sudah dipengaruhi Taoisme dan Konghucu.

Klenteng Hok Tek Bio juga memiliki nama lain, yaitu Vihara Mahacetya Dhanagun. Sejarah berdirinya Klenteng Hok Tek Bio belum dapat dipastikan. Sebuah sumber mengatakan bahwa klenteng ini dibangun di tahun 1672 M.

Perghitungan itu didasari oleh penanggalan pada sistem kalender menurut perhitungan Tien Gan Di Cze cabang langit ranting bumi, yang disebut sebagai tahun Jen Cze (tahun tikus air). Menjadikan klenteng ini berumur 352 tahun saat ini.

Sementara sumber lain merujuk pada peristiwa perpindahan massal orang Tionghoa dari Batavia ke daerah yang dianggap aman, karena pemberontakan mereka pada pemerintahan Hindia-Belanda di Batavia pada tahun 1740 M. dari situ, klenteng Hok Tek Bio diperkirakan dibangun pada awal abad ke-18.

Klenteng ini kerap dijadikan tempat wisata bagi mereka yang tertarik dengan arsitektur bersejarah. Karena bangunan klenteng merupakan perpaduan arsitektur khas Belanda, Tiongkok, dan Indonesia.

Pada awal klenteng dibangun, ukurannya hanya 80 meter persegi. Namun, saat ini sudah diperluas hingga mencapai bentuknya yang sekarang. Dengan luas bangunan 635,50 m2 dan luas area 1.241,24 m2.

Bangunan klenteng terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu halaman, bangunan utama, dan bangunan tambahan.

Selain itu, lokasi klenteng ini sangat strategis, karena di sebelah timur dan barat terdapat bangunan supermarket Bogor Plaza. Di sisi barat ada Jalan Surya Kencana dan Jalan Otto Iskandardinata, dan di utara terdapat Kebun Raya Bogor. 

Saat ini, klenteng Hok Tek Bio sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Bogor. Klenteng ini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga merupakan simbol kesetaraan dan keberagaman budaya di Indonesia. 

Editor : Bayu Putra
#tionghoa #konfusianisme #kota bogor #Rumah Rezeki dan Kebajikan #sejarah #buddha #Klenteng Hok Tek Bio #vihara tertua