Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Revolusi Teknologi Chip Tanam Otak dengan Neuralink Karya Elon Musk

Abdul Hamid Dhaifullah • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:08 WIB

Ilustrasi dokter memeriksa kepala seseorang dengan suatu teknologi mutakhir pembaca neuron otak (Dok. Freepik)
Ilustrasi dokter memeriksa kepala seseorang dengan suatu teknologi mutakhir pembaca neuron otak (Dok. Freepik)
JP Bogor - Bayangkan dunia di mana mengetik pesan, mengontrol komputer, atau bermain video game bisa dilakukan tanpa menyentuh perangkat elektronik sama sekali. Hal itu tentunya terdengar seperti adegan-adegan dalam film fiksi ilmiah. Namun, bagi Elon Musk bayangan itu bukan fantasi belaka. Neuralink memungkinkan manusia mengendalikan perangkat hanya dengan pikiran.

Neuralink adalah chip implan berukuran koin yang dipasang langsung di otak manusia melalui prosedur bedah robotik. Teknologi ini dilengkapi dengan 1.024 elektroda ultra-tipis yang mampu membaca serta mentransmisikan sinyal saraf ke perangkat eksternal, seperti komputer atau smartphone.

Mengutip informasi dari laman captechu.edu, Neuralink memiliki potensi besar dalam bidang medis, terutama untuk membantu penderita gangguan saraf dan kelumpuhan. Dengan teknologi ini, pasien yang kehilangan kemampuan motorik bisa kembali berkomunikasi dan mengendalikan perangkat hanya dengan pikiran mereka.

Lebih dari itu, Neuralink bisa menjadi jembatan antara manusia dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Seseorang bisa mengakses informasi secara instan dan berinteraksi dengan dunia digital tanpa hambatan fisik langsung integrasi dengan bantuan chip tersebut. 

"Ini bukan sekadar alat bantu, tetapi langkah pertama menuju simbiosis manusia dengan mesin," ujar Elon Musk dalam salah satu presentasi Neuralink.

Neuralink menawarkan berbagai manfaat yang dapat mengubah kehidupan manusia. Seperti memulihkan fungsi saraf, meningkatkan kecepatan komunikasi, membantu manusia terhubung langsung dengan kecerdasan buatan.

Namun, di balik keunggulannya, ada tantangan besar yang harus dihadapi. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah keamanan dan privasi otak manusia. Jika chip ini dapat membaca dan mengirimkan sinyal saraf, tidak menutup kemungkinan terdapat risiko akal pikiran manusia dapat diretas oleh sistem chip Neuralink.

Melansir dari situs builtin.com, beberapa ahli menyuarakan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan teknologi ini, baik oleh perusahaan teknologi maupun pemerintah. Jika data otak bisa dikumpulkan dan dianalisis, maka kemampuan manusia untuk mengendalikan pikirannya sendiri patut dipertanyakan kembali.

Selain itu, dampak jangka panjang dari implantasi chip di otak masih belum sepenuhnya diketahui. Tidak diketahui secara pasti apa yang terjadi jika otak mengalami infeksi atau menolak chip yang sudah ditanamkan. Sejauh ini, Neuralink telah melakukan uji coba pada hewan dan mendapat izin untuk uji klinis manusia, tetapi perjalanan menuju penggunaan massal masih belum menemukan titik persetujuan.

Terlepas dari banyak sisi abu yang ditawarkan, Elon Musk tetap percaya bahwa Neuralink adalah kunci menuju evolusi manusia berikutnya. Dengan Neuralink manusia bisa menyatu dengan kecerdasan buatan dan mempercepat perkembangan intelektual mereka.

Editor : Candra Mega Sari
#otak #teknologi #elon musk #neuralink