JP Bogor - Arus laut yang tampak tenang sering kali dianggap aman, padahal kenyataannya bisa sangat berbahaya dan bahkan mengancam nyawa. Para wisatawan yang berlibur ke pantai di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena ini agar terhindar dari risiko fatal.
Dikutip dari National Weather Service, area dengan air laut yang tampak tenang dan terletak di antara gelombang pecah justru merupakan zona yang berbahaya. Hal ini disebabkan oleh adanya arus balik yang kuat dan tidak terduga. Arus semacam ini dikenal dengan istilah Rip Current, atau sering disebut sebagai "robekan arus"
Rip Current biasanya membentang dari garis pantai, melalui zona surfing, dan melewati garis gelombang putus. Arus Rip Current dapat terjadi di setiap pantai dengan gelombang putus. Karena sifatnya yang mematikan, istilah "RIP (Rest in Peace) Current" pun sering dikaitkan dengan arus ini.
Salah satu alasan Rip Current sangat berbahaya adalah kedalaman dan kekuatan arusnya yang sulit diprediksi. Tidak seperti gelombang besar yang langsung menarik korban ke dasar laut, Rip Current bekerja dengan cara menyeret seseorang menjauh dari pantai. Dalam kondisi panik dan kelelahan karena berusaha melawan arus, korban akhirnya berisiko tenggelam. Bahkan, perenang yang sudah terlatih pun belum tentu bisa bertahan jika terjebak dalam arus ini.
Di Indonesia, keberadaan Rip Current tidak dapat dihindari, terutama karena negara ini memiliki banyak pantai yang berbatasan langsung dengan samudra. Wilayah pantai selatan Jawa menjadi salah satu daerah dengan potensi Rip Current yang tinggi akibat koneksi langsungnya dengan Samudra Hindia. Oleh karena itu, memahami cara menghindarinya menjadi hal yang sangat penting.
Lalu bagaimana cari menghindarinya?
Demi menghindari arus Rip Current, jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai. Selalu patuhi imbauan dan larangan petugas keselamatan.
Selain itu, tetap waspada dan berhati-hati saat berada di samping tebing atau gundukan pasir yang menjorok ke laut. Pasalnya, permukaan tersebut biasanya lebih dangkal dibanding sekitarnya.
Kejadian Terbaru
Baru-baru ini, insiden tragis akibat Rip Current terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta. Berdasarkan laporan yang diunggah oleh akun Instagram @mojokertohits pada Selasa (28/1/2025), proses pencarian korban telah dilakukan.
Dari total 13 orang yang terseret arus, 9 di antaranya berhasil selamat, sedangkan 4 lainnya meninggal dunia. Seluruh korban diketahui merupakan rombongan dari SMP Negeri 7 Mojokerto.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kewaspadaan saat berada di pantai sangatlah penting. Jangan sampai kelalaian atau kurangnya informasi membuat kita menjadi korban berikutnya. Selalu berhati-hati, patuhi aturan keselamatan, dan hindari aktivitas yang berisiko saat menikmati keindahan pantai.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah