JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja mengunjungi Desa Dadap, Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Seperti biasa, Dedi berinteraksi dengan warga lewat candaan.
"Masih punya duit? Masih punya beras?" tanya Dedi, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Dengan kompak masyarakat yang hadir menjawab "Ora". Dedi Mulyadi bertanya lagi.
"Masih punya utang? masih punya suami?" ungkap Dedi Mulyadi. Warga yang datang menjawab "masih".
"Masih punya duit, ora, punya beras, ora, masih punya utang, punya, masih punya suami, punya. Terus suaminya ngapain," jelas Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, kalau punya suami, artinya ada yang membelikan lauk, membangunkan rumah, ada yang bertanggung jawab saat istrinya melahirkan, juga tanggung jawab pendidikan anak-anaknya makin besar.
Dedi mengingatkan, tujuan bersuami itu agar istri bisa menikmati hidup dengan bahagia, penuh cinta, dan banyak harta.
Bukan malah sebaliknya, suami tidak bisa menafkahi istri dan keluarganya. Dari pada pusing punya suami, kata Dedi Mulyadi, lebih baik tidak punya suami.
"Sama kayak bupatinya daripada pusing punya istri cerewet, lebih baik enggak punya istri," canda mantan Bupati Purwakarta itu.
"Perasaan saya nasibnya sama juga ya, senasib," sambung Dedi, menyinggung statusnya yang seorang duda.
Dedi menyebut bahwa saat ini sedang musimnya para duda memimpin Indonesia. "Sekarang lagi musim para duda memimpin Indonesia. Benar enggak?" ucap Dedi, yang langsung disambut tawa.
"Kalau ingin karirnya cemerlang, kalau ingin banyak uang, jadilah duda seperti Dedi Mulyadi. Benar enggak?" sambungnya.
"Jadi, pak Wakil Bupati (Indramayu) jangan berharap ke depan jadi bupati selama punya istri. Bohong, bohong, bohong," kelakar Dedi Mulyadi seraya tertawa.
"Nanti saya enggak dikirimin mangga. Enggak, Pak Wakil Bupati ini setia. Selama di rumah dia begitu mencintai istrinya," imbuh Dedi.
Editor : Bayu Putra