JP Bogor – Wilayah RW 01 Kelurahan Tegallega Kota Bogor yang kerap dilanda banjir dipastikan akan ditangani. Namun, penanganan banjir di wilayyah tersbut baru akan dilakukan tahun depan dengan biaya dari APBD Perubahan Kota Bogor Tahun 2025.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bogor Hanafi mengatakan, pekan depan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor bersama konsultan perencana dijadwalkan survei ke lapangan. Survei dilakukan untuk mengkaji secara teknis hal-hal yang perlu dilakukan guna mengatasi banjir ini.
Setelah kajian selesai, kata Hanafi, hasilnya segera dikomunikasikan dengan DPRD Kota Bogor dan diusulkan masuk ke dalam anggaran perubahan 2025.
Hanafi juga telah menyampaikan kepada warga, bahwa jika hasil kajian nantinya mengharuskan pembongkaran satu rumah, konsekuensi tersebut harus diterima.
“Menurut ketua RW, dulunya di atas (ada) salah satu rumah warga merupakan bagian dari sungai besar. Karena ada rumah, drainase pun menjadi menyempit,” jelasnya, Sabtu (28/12) sebagaimana dilansir dari Antara.
Dari laporan yang diterimanya, beberapa pekan lalu Kampung RW 01 sempat dilanda banjir setinggi 1,5 meter setelah diguyur hujan deras yang menyebabkan air di anak sungai Ciparigi meluap.
“Airnya meluap ditambah terjadi penyempitan saluran air akibat adanya rumah warga di atas drainase,” ujar Hanafi.
Lurah Tegallega Hardi Suhardiman mengatakan, saat kejadian, rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan air, sehingga penghuni rumah terpaksa mengungsi.
“Di sini memang sudah sering banjir, jadi masyarakat selalu was-was kalau hujan deras. Makanya, masyarakat sangat berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, tim dari Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Permukiman turut mengecek kondisi, apakah bisa diperbaiki atau dibuatkan sodetan baru untuk menampung air sungai ketika hujan deras.
“Untuk rumah yang mengalami kerusakan, kami sudah mengajukan perbaikan melalui dana RTLH dan BTT,” imbuh Hardi.
Editor : Bayu Putra