JP Bogor – Bogor adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berjarak kira-kira sekitar 60 kilometer di sebelah selatan dari Kota Jakarta.
Bogor merupakan salah satu kota dengan cerita sejarah yang menarik. Kota ini telah eksis sejak era kejayaan kerajaan Pajajaran di bawah pemerintahan Prabu Siliwangi hingga era modern saat ini.
Selain memiliki nilai sejarah yang kaya, Bogor juga dikenal akan keindahan alamnya. Letaknya di dataran tinggi dengan dikelilingi pegunungan, seperti Gunung Salak, menjadikan kota ini memiliki suasana yang sejuk dan pemandangan yang memukau.
Pada masa penjajahan Belanda, Bogor dikenal dengan nama resmi Buitenzorg, yang berarti "keluar dari kesibukan" atau "tenang". Nama ini diberikan pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Belanda G.W. Baron untuk rumah peristirahatan di kawasan tersebut. Kala itu, pemukiman seperti Kampung Bantarjati, Sempur, Baranangsiang, dan Panaragan sudah ada di sekitar area tersebut.
Di masa lalu, Bogor juga menjadi ibu kota dari Kerajaan Sunda setelah dipindahkan dari Kawali (kini Ciamis) ke Pajajaran Bogor. Naskah Carita Waruga Guru dari tahun 1750-an yang berbahasa Sunda Kuna memberikan petunjuk bahwa nama Pakuan Pajajaran berasal dari keberadaan pohon pakujajar di lokasi tersebut.
Pada masa kejayaannya, Bogor adalah kota dengan populasi terbesar kedua di Nusantara, setelah Demak, dengan jumlah penduduk mencapai 48.271 jiwa—dua kali lipat lebih banyak dibanding Pasai, yang hanya berpenduduk sekitar 23.121 jiwa.
Saat era kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1872, Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff merancang tata ruang Kota Bogor. Pemukiman kelas satu untuk bangsa Eropa ditempatkan di wilayah Kedung Halang, yang saat itu menawarkan pemandangan indah. Kini, kawasan ini telah berubah fungsi menjadi area komersial, seperti hotel, restoran, dan kafe.
Pada tahun 1872, Buitenzorg terhubung ke Batavia (Jakarta) melalui rel kereta api. Beberapa bangunan ikonis di kota ini pada tahun 1894 meliputi Katedral Bogor, masjid, kantor misi bupati, barak, penjara, rumah pemandian, serta Kebun Raya Bogor yang dirancang pada tahun 1817 oleh Van de Capellen. Istana Bogor juga menjadi salah satu bangunan utama yang dulunya berfungsi sebagai tempat peristirahatan gubernur jenderal.
Empang, salah satu kawasan di Bogor, pada masa itu dikhususkan sebagai pemukiman bagi masyarakat keturunan Arab. Hingga tahun 1872, Empang juga menjadi ibu kota Kabupaten Bogor.
Pada masa pendudukan Inggris, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles merenovasi Istana Bogor dengan mengubah sebagian tanahnya menjadi Kebun Raya. Dia juga mempekerjakan ahli taman untuk mempercantik Bogor sebagai lokasi peristirahatan.
Ketika Hindia Belanda kembali menguasai wilayah ini, Bogor dikenal sebagai bagian dari divisi administratif bernama Buitenzorg. Setelah kemerdekaan, Bogor menjadi bagian dari Kabupaten Bogor. Namun, pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan kota ini melemah karena pusat administrasi dipindahkan ke tingkat karesidenan di Bogor.
Pada masa setelah kemerdekaan, status Bogor berubah menjadi Kota Besar Bogor berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950. Selanjutnya pada tahun 1957, nama ini diubah menjadi Kota Praja Bogor sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957.
Kemudian, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 dan Nomor 5 Tahun 1974, wilayah ini dikenal sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor. Akhirnya, dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, kota ini secara resmi menjadi Kota Bogor seperti yang dikenal hingga sekarang. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah