JP Bogor - Kepopuleran teh kombucha kian meningkat belakangan ini, mendorong banyak orang tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah. Minuman fermentasi ini sebenarnya sudah dikonsumsi di Tiongkok sejak 2.000 tahun lalu.
Kombucha memiliki banyak manfaat, serupa dengan produk fermentasi lainnya, karena terbentuk dari simbiosis antara bakteri dan symbiotic culture of bacterial and yeast (SCOBY) yang berlangsung sekitar satu minggu.
Teh kombucha memiliki rasa yang tajam dan asam, serta bau yang menyerupai cuka. Rasa kombucha bisa bervariasi tergantung pada durasi fermentasi dan jenis bahan yang ditambahkan.
Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan jika mengonsumsi teh kombucha:
1. Memperbaiki Pencernaan
Banyak manfaat kombucha berasal dari kandungan teh hijau, salah satunya kemampuan untuk membantu menurunkan berat badan. Probiotik yang terbentuk dari proses fermentasi menghasilkan bakteri baik yang mempermudah pencernaan, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalani program diet.
Selain itu, kandungan probiotik dan antioksidan di dalamnya dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan bakteri jahat dan mengurangi peradangan. Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa teh kombucha baik untuk membuang zat beracun pada organ hati, sehingga dapat menjaga kesehatan hati.
2. Mencegah Peradangan
Karena tingginya kandungan antioksidan dan polifenol dalam teh kombucha, minuman fermentasi ini mampu melindungi tubuh dari kerusakan. Kedua zat tersebut dapat membantu menurunkan peradangan jangka panjang yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker, dan arthritis. Namun, penting juga untuk tetap menjaga pola makan sehat agar tidak terjadi peradangan pada tubuh.
3. Melawan Sel Kanker
Kombucha mengandung polifenol yang dianggap memiliki karakteristik antikanker serta berperan dalam menghalangi perubahan gen dan perkembangan sel kanker. Mengonsumsi kombucha juga disarankan karena adanya asam organik dan pH yang rendah, yang dapat meningkatkan efektivitasnya dalam melawan sel kanker.
Editor : Candra Mega Sari