Melihat waktu puasa yang tinggal sedikit lagi, ada banyak tradisi yang dilakukan oleh berbagai suku di Indonesia untuk menyambut bulan suci ini. Bagi rekan-rekan kita yang berasal dari suku Sunda, mereka melakukan perayaan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan mengabiskan banyak waktu bersama keluaga. Perayaan ini yang kemudian dinamakan dengan Munggahan.
Untuk pembaca yang belum familiar dengan istilah Munggahan, JP Bogor telah merangkum informasi dari jabar.nu.or.id dan kanal YouTube Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan penjelasan.
Munggahan merupakan salah satu tradisi suku Sunda ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan. Munggahan sendiri diambil dari kata 'unggah/munggah' dalam bahasa Sunda yang berarti naik atau meningkat. Sebagaimana maksud dari pemilihan nama, makna Munggahan adalah kita sebagai hamba harus meningkatkan kapasitas diri sebelum menjalani puasa di bulan suci Ramadhan.
Iwan Falahudin selaku Kepala Bagian TU Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten mengatakan dalam video yang diunggah pada 4 Maret 2024, "Satu hari sebelum Ramadhan diadakan acara bahwa kita akan naik derajat. Makanya disebut Munggahan karena kita akan naik derajatnya."
Terdapat banyak kegiatan yang kerap dilakukan saat melaksanakan Munggahan. Munggahan biasa dilakukan dengan agenda utama, yakni berkumpul dengan keluarga. Agenda kumpul keluarga itu kemudian diisi dengan kegiatan seperti makan bersama (botram) atau juga ziarah bersama ke makam anggota keluarga yang telah pergi lebih dulu.
Masyarakat Sunda biasanya melaksanakan Munggahan di hari terakhir bulan Sya'ban atau satu hari sebelum memasuki bulan puasa. Namun, seiring dengan mengikuti perkembangan zaman, Munggahan dapat dilakukan satu, tiga, sampai tujuh hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Kalau begitu, sebelum memasuki bulan Ramadhan ini sudahkah pembaca melaksanakan tradisi munggahan dengan orang-orang rumah tercinta?
Editor : Candra Mega Sari