JP Bogor - Dishidrosis atau dikenal juga sebagai Pompholyx merupakan salah satu penyakit kulit yang ditandai dengan lepuhan kecil berisi cairan yang biasanya muncul di telapak tangan atau kaki. Kondisi ini sering diawali dengan rasa gatal, sensasi terbakar, dan kemerahan sebelum akhirnya lepuhan muncul dan membesar. Lepuhan ini bisa sangat gatal dan jika terinfeksi, bisa terasa nyeri serta mengeluarkan nanah.
Dishidrosis sering menyerang orang dewasa berusia 20-40 tahun, terutama wanita. Meskipun penyakit ini tidak menular, tetapi dapat menyebabkan peradangan yang membuat kulit memerah. Melakukan perawatan yang tepat dapat membantu mencegah dishidrosis kambuh.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab yang mendasari terjadinya dishidrosis. Namun, penyakit kulit ini sering dikaitkan dengan eksim atau rhinitis alergi. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dishidrosis, sebagaimana dilansir dari laman alodokter.com.
Baca Juga: Kulit Gatal dan Kemerahan? Bisa Jadi Itu Eksim, Ketahui Faktor Pemicu dan Cara Mengobatinya di Rumah
1. Stres dan Cemas
Rasa cemas dan stres merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya dishidrosis. Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan yang dapat mengganggu reaksi sistem kekebalan tubuh dan memicu terjadinya peradangan pada kulit.
2. Paparan Logam
Paparan logam tertentu, seperti semen, kobalt, kromium, dan nikel juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya dishidrosis. Kondisi ini biasanya terjadi pada pekerja yang sering terpapar logam, seperti montir atau pengrajin logam.
3. Bahan Kimia
Selain paparan logam, paparan bahan kimia yang berasal dari produk rumah tangga atau kosmetik, seperti detergen, cairan pembersih lantai, dan cat rambut, juga dapat mengiritasi kulit sehingga lapisan kulit rusak dan mudah mengalami penyakit kulit, termasuk dishidrosis.
4. Kulit Sensitif
Faktor risiko terjadinya dishidrosis selanjutnya adalah kondisi kulit sensitif atau mudah iritasi. Gejala kulit sensitif dapat berupa kulit kering, gatal, dan perih, yang umumnya muncul saat terpapar udara kering, dingin, atau zat kimia tertentu.
Hiperhidrosis atau keringat berlebihan dapat memperburuk dishidrosis dengan meningkatkan rasa gatal dan risiko infeksi. Selain faktor di atas, kondisi panas, paparan asap rokok, infeksi jamur, dan beberapa obat tertentu juga dapat menyebabkan dishidrosis.
Dalam kebanyakan kasus, dokter dapat mendiagnosis eksim dishidrosis melalui pemeriksaan fisik. Tidak ada tes laboratorium khusus untuk memastikan diagnosis ini. Namun, dokter mungkin menyarankan beberapa tes untuk menghilangkan masalah kulit lain dengan gejala serupa agar diagnosis lebih tepat. Dokter bisa melakukan tes pada kulit Anda untuk jenis jamur yang menyebabkan masalah seperti kutu air. Alergi dan sensitivitas kulit dapat diidentifikasi dengan tes alergi.
Kemunculan eksim di tangan dan kaki dapat dikendalikan dengan perawatan tertentu. Bergantung pada tingkat keparahan gejala yang muncul, pilihan pengobatan eksim dishidrosis yang dilansir dari laman hellosehat.com, meliputi sebagai berikut:
1. Kortikosteroid
Krim dan salep kortikosteroid dapat membantu menghilangkan lepuhan lebih cepat. Dalam kasus parah, dokter mungkin meresepkan pil kortikosteroid. Namun, penggunaannya harus hati-hati karena dapat menyebabkan efek samping serius jika digunakan jangka panjang.
2. Fototerapi
Jika pengobatan lain tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan terapi cahaya yang khusus. Fototerapi menggunakan cahaya ultraviolet dan obat spesial agar kulit lebih responsif terhadap cahaya.
3. Salep Penekan Sistem Imun
Obat seperti tacrolimus dan pimecrolimus bekerja dengan menekan sistem imun untuk mengatasi gejala saat terpapar alergen atau iritasi. Ini bisa menjadi alternatif bagi yang ingin mengurangi penggunaan kortikosteroid.
4. Suntikan Botoks
Dokter juga dapat merekomendasikan suntikan botoks untuk kasus dishidrosis yang parah. Suntikan ini akan mengurangi produksi keringat dan meredakan rasa gatal.
Untuk mencegah dishidrosis, anda perlu menghindari faktor-faktor pemicunya. Bagi beberapa orang, hal ini mungkin sulit dilakukan, terutama bila berkaitan dengan pekerjaan atau urusan rumah tangga. Anda dianjurkan memakai alat pelindung diri berupa safety gloves saat bekerja atau sarung tangan plastik saat melakukan pekerjaan rumah guna menghindari paparan bahan-bahan kimia yang mampu mengiritasi kulit.
Dishidrosis umumnya dapat sembuh dalam beberapa minggu bila mendapatkan perawatan yang tepat. Namun, bila gejala dishidrosis belum juga sembuh atau disertai gejala lainnya, segera konsultasikan ke dokter.