JP Bogor - Skizofrenia bukanlah sekadar "kepribadian ganda" seperti yang sering digambarkan dalam film. Ini merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan pemahaman dan penanganan yang tepat.
Skizofrenia adalah gangguan kesehatan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Kondisi ini dapat menyebabkan kombinasi halusinasi, delusi, serta pemikiran dan perilaku yang tidak teratur.
Halusinasi dapat berupa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak bisa diamati oleh orang lain. Delusi melibatkan keyakinan kuat terhadap sesuatu yang tidak benar. Orang dengan skizofrenia dapat kehilangan kontak dengan kenyataan, yang dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi sangat sulit.
Banyak penderita skizofrenia yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kesehatan mental dan tidak percaya bila membutuhkan perawatan, banyak penelitian telah meneliti dampak dari psikosis ini bila tidak diobati.
Lalu, bagaimana gejala-gejala skizofrenia dan bagaimana penanganannya? Berikut penjelasannya dikutip dari laman Mayo Clinic, Kamis (30/1).
Gejala Skizofrenia
Skizofrenia melibatkan berbagai masalah dalam cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Gejalanya dapat meliputi:
1. Delusi
Delusi merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang tidak nyata atau tidak benar. Misalnya, seseorang dengan skizofrenia bisa berpikir bahwa mereka sedang disakiti atau diincar oleh orang lain padahal tidak.
Mereka bisa percaya bahwa gerakan atau komentar tertentu ditujukan kepada mereka, merasa sangat terkenal atau memiliki kemampuan luar biasa yang sebenarnya tidak dimiliki, atau percaya bahwa bencana besar akan terjadi meskipun tidak ada bukti.
2. Halusinasi
Halusinasi dapat berupa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain. Bagi penderita skizofrenia, halusinasi ini terasa nyata. Halusinasi bisa melibatkan semua indera, tetapi mendengar suara yang tidak ada adalah yang paling umum.
3. Pemikiran dan Bicara yang Tidak Teratur
Pemikiran yang tidak teratur dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Jawaban yang diberikan mungkin tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan atau bisa juga berupa rangkaian kata yang tidak bisa dipahami (word salad).
4. Motorik yang Tidak Biasa
Perilaku ini bisa berupa perilaku kekanak-kanakan, agitasi tanpa alasan, kesulitan dalam menyelesaikan tugas, atau gerakan yang tidak biasa. Beberapa penderita mungkin tidak merespons lingkungan mereka atau mengalami penurunan aktivitas yang signifikan.
5. Gejala Negatif
Gejala negatif artinya ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi seperti sebelumnya, seperti kurangnya ekspresi emosional, suara monoton, kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari, menarik diri dari kehidupan sosial, dan kesulitan dalam merencanakan sesuatu.
Gejala skizofrenia dapat bervariasi dalam jenis dan tingkat keparahannya. Terkadang, gejala membaik atau memburuk, dan beberapa gejala mungkin terus hadir sepanjang waktu. Skizofrenia biasanya didiagnosis pada usia akhir remaja hingga awal 30-an.
Pada pria, gejalanya umumnya muncul pada usia akhir remaja hingga awal 20-an, sedangkan pada wanita, gejalanya cenderung muncul pada akhir 20-an hingga awal 30-an. Ada juga sekelompok kecil penderita, biasanya wanita yang didiagnosis pada usia yang lebih tua. Meski begitu, skizofrenia jarang didiagnosis pada anak-anak.
Orang dengan skizofrenia sering kali tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan mental yang memerlukan perhatian medis. Oleh karena itu, keluarga atau teman dekat sering kali perlu membantu mereka mendapatkan perawatan. Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda skizofrenia, penting untuk segera mencari bantuan medis agar gejala dapat dikendalikan sebelum memburuk.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah