Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

7 Perilaku Tersembunyi Perempuan yang Diam-Diam Mencari Validasi dari Laki-Laki Menurut Psikologi

Silvia Sulistiara • Kamis, 30 Januari 2025 | 10:30 WIB
Ilustrasi perempuan yang diam-diam mencari validasi dari laki-laki. (Freepik)
Ilustrasi perempuan yang diam-diam mencari validasi dari laki-laki. (Freepik)

JP Bogor - Ketika berbicara mengenai perilaku manusia, sering kali kita terpesona dengan cara kita berinteraksi, merasa, dan bahkan motif tersembunyi yang mempengaruhi tindakan kita sehari-hari.

Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan adalah mengapa beberapa perempuan, meskipun memiliki pencapaian dan kepercayaan diri yang tinggi, tetap merasa perlu mendapatkan validasi dari laki-laki?

Dalam dunia psikologi, beberapa perilaku yang tampak biasa ternyata bisa menunjukkan sebuah kebutuhan yang lebih dalam. Dilansir dari Geediting pada Rabu (29/1), berikut adalah tujuh perilaku tersembunyi yang kerap dilakukan oleh perempuan yang sebenarnya mencari validasi dari laki-laki.

1. Terlalu Fokus pada Penampilan

Salah satu perilaku pertama yang bisa terlihat adalah perempuan yang terlalu fokus pada penampilan. Meskipun memiliki banyak prestasi dan bakat, beberapa perempuan tampak lebih memprioritaskan penampilan fisik mereka. Bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menarik perhatian, khususnya dari laki-laki.

Sering kali, mereka akan melakukan berbagai cara agar tampil sempurna sepanjang waktu. Mulai dari memeriksa penampilan berkali-kali hingga merasa cemas hanya karena ada rambut yang tidak rapi. Menurut psikologi, ini menunjukkan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari laki-laki. Penampilan yang menarik diyakini bisa menarik perhatian dan mendapatkan pujian.

Namun, yang perlu diingat adalah, pengakuan sejati datang dari dalam diri. Penampilan memang bisa meningkatkan rasa percaya diri, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan, kebaikan hati, dan kepribadian yang dimiliki.

2. Mencari Jaminan Secara Terus-menerus

Perilaku kedua yang sering terlihat adalah kebutuhan untuk mendapatkan jaminan terus-menerus. Beberapa perempuan sering kali merasa ragu tentang diri mereka, entah itu soal penampilan, kecerdasan, atau kemampuan mereka. Meskipun mendapatkan banyak pujian, mereka tetap merasa kurang.

Pernahkah kamu melihat seseorang yang selalu meminta pendapat tentang segala hal, mulai dari pekerjaan hingga pilihan busana? Mereka mungkin merasakan bahwa validasi dari orang lain sangat penting untuk merasa cukup. Padahal, validasi yang sebenarnya datang dari diri sendiri. Kepercayaan diri yang sejati tidak bergantung pada persetujuan orang lain.

3. Berlebihan dalam Membuktikan Diri dalam Hubungan

Dalam hubungan percintaan, ada perempuan yang sering kali berusaha terlalu keras untuk membuktikan nilai mereka. Dari memasak hidangan mewah hingga merencanakan kejutan besar, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik. Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa ini lebih dari sekadar menunjukkan kasih sayang—terkadang, mereka merasa harus membuktikan tempat mereka dalam hidup pasangannya.

Perilaku ini sebenarnya mencerminkan keinginan untuk mendapatkan validasi melalui pengakuan pasangan. Sayangnya, hubungan yang sehat seharusnya didasari oleh rasa saling menghargai, bukan usaha tanpa henti untuk membuktikan diri. Ingatlah, nilai diri seseorang tidak akan berkurang hanya karena orang lain tidak melihatnya.

4. Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan

Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu tempat untuk mencari validasi, terutama bagi perempuan yang merasa perlu mendapatkan perhatian dari laki-laki. Beberapa perempuan sering kali memposting foto diri atau pembaruan kehidupan mereka, seakan berharap mendapatkan pujian atau komentar positif.

Menurut penelitian, individu yang mencari validasi melalui media sosial cenderung memiliki tingkat kecemasan dan harga diri yang rendah. Jadi, jika media sosial mulai menjadi cara utama untuk mencari pengakuan, bisa jadi ini adalah tanda adanya perasaan tidak aman yang perlu diatasi.

5. Kesulitan Menerima Pujian

Perempuan yang memiliki kesulitan menerima pujian bisa jadi menunjukkan keinginan untuk mendapatkan validasi, tetapi juga takut akan penerimaan tersebut. Mereka sering kali merendahkan pencapaian mereka atau malah mengalihkan perhatian saat diberikan pujian. Padahal, menerima pujian adalah hal yang wajar dan seharusnya diterima dengan bangga.

Psikologi menjelaskan bahwa ini sering kali berkaitan dengan perasaan tidak cukup baik. Oleh karena itu, penting untuk belajar menerima pujian dengan tulus, karena setiap pencapaian memang layak untuk diakui.

6. Sifat Menyenangkan Orang Lain (People-Pleasing)

Beberapa perempuan cenderung melakukan segalanya untuk menyenankan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan dan kebahagiaan mereka sendiri. Mereka ingin dilihat sebagai sosok yang selalu bisa diandalkan dan menyenangkan, khususnya di depan laki-laki.

Sifat ini sering kali berasal dari rasa takut tidak dihargai atau diterima. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa harga diri tidak ditentukan oleh seberapa banyak kita menyenangkan orang lain. Hidup autentik dan sesuai dengan nilai diri jauh lebih penting daripada mendapatkan persetujuan orang lain.

7. Menunjukkan Sikap Tidak Peduli

Perilaku terakhir yang terkadang terlihat adalah sikap yang tampak tidak peduli, terutama ketika berhadapan dengan laki-laki. Beberapa perempuan berusaha menunjukkan sikap cuek atau seolah-olah tidak tertarik, meskipun sebenarnya mereka sangat memperhatikan.

Ini adalah cara untuk melindungi diri dari rasa sakit atau penolakan. Dengan menunjukkan sikap tidak peduli, mereka mencoba menyembunyikan kerentanannya, meskipun sebenarnya mereka tetap menginginkan pengakuan. Dalam hal ini, menunjukkan perasaan yang sebenarnya dan bersikap lebih terbuka justru lebih menarik.

Memahami perilaku-perilaku ini adalah langkah pertama untuk keluar dari siklus mencari validasi eksternal. Ingatlah, nilai diri bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh pendapat atau persetujuan orang lain. Kamu sudah cukup sebagaimana adanya!

Berlatih untuk mencintai diri sendiri, menerima kekurangan, dan lebih mengutamakan penilaian diri sendiri adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati. Perjalanan ini tidak akan instan, tetapi dengan waktu dan usaha, kamu akan menyadari bahwa validasi yang sesungguhnya berasal dari dalam diri, bukan dari orang lain.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#laki-laki #psikologi #validasi #psikologi perempuan #perilaku perempuan