JP Bogor - Setiap Tahun Baru Imlek, tidak lengkap rasanya tanpa memberi angpao atau amplop merah. Amplop merah yang berisi uang ini bukan hanya sekedar hadiah, tetapi juga simbol keberuntungan dan kemakmuran bagi yang menerimanya.
Tradisi ini sudah ada sejak Dinasti Han (206 SM - 220 M), di mana amplop merah digunakan untuk mengusir roh jahat. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi cara orang tua memberi doa dan harapan baik kepada anak-anak dan orang muda di sekitar mereka.
Maka dari itu, setiap perayaan Tahun Baru Imlek, angpao menjadi simbol kebaikan yang tak pernah absen. Warna merahnya yang khas dan isi di dalamnya menyimpan makna bagi setiap orang yang menerimanya. Namun, apa sebenarnya arti di balik tradisi ini?
Makna dan Sejarah Angpao
Mengutip laman Seattle Times, Selasa (21/1), angpao atau yang dikenal sebagai hongbao dalam bahasa Mandarin dan lai see dalam bahasa Kanton, merupakan amplop kecil berwarna merah dengan hiasan emas yang diisi uang. Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan. Menariknya, keberuntungan ini terletak pada amplop merahnya, bukan pada jumlah uang yang ada di dalamnya.
Tradisi ini konon berakar dari legenda kuno tentang makhluk jahat bernama Sui, yang datang pada malam Tahun Baru untuk mengganggu anak-anak. Orangtua kala itu memberikan koin dalam kain merah untuk melindungi anak-anak mereka dari gangguan Sui. Oleh karena itu, angpao juga dikenal sebagai yasui qian, yang berarti "uang penangkal roh jahat".
Cara Modern Memberikan Angpao
Di era digital, tradisi memberikan angpao berkembang mengikuti teknologi. Melalui aplikasi seperti WeChat, masyarakat kini dapat mengirim angpao secara virtual, memungkinkan lebih banyak orang untuk terhubung meski terpisah jarak. Pada Tahun Baru Imlek 2024, tercatat 8 miliar angpao elektronik dikirim melalui WeChat.
Meski begitu, aturan dan etika pemberian angpao tetap terjaga. Amplop sebaiknya diisi dengan uang baru yang bersih, tanpa melibatkan koin. Hindari jumlah yang berhubungan dengan angka empat, yang dianggap membawa sial, dan usahakan menggunakan angka delapan yang melambangkan keberuntungan.
Simbol Keakraban dan Kehangatan
Jumlah uang dalam angpao sering kali mencerminkan kedekatan hubungan antara pemberi dan penerima. Anak-anak biasanya menerima angpao dari orangtua atau kakek-nenek mereka hingga menikah. Setelah menikah, giliran mereka yang memberikan angpao. Untuk rekan kerja, angpao biasanya diberikan pada hari terakhir kerja sebelum tahun baru sebagai bonus kecil.
Pemberian angpao tak hanya soal nilai material, melainkan bentuk perhatian dan harapan baik. Bagi penerima, sangat penting untuk menunjukkan rasa hormat dengan mengambil angpao menggunakan kedua tangan dan mengucapkan selamat tahun baru kepada pemberi sebelum menerima amplop.
Angpao bukan hanya sekadar tradisi, melainkan cara untuk menyampaikan doa, harapan, dan cinta kepada orang-orang terdekat. Meski bentuk dan cara pemberiannya mungkin berubah seiring waktu, esensi angpao sebagai simbol keberuntungan tetap abadi.
Editor : Candra Mega Sari