JP Bogor – Masakan tentu akan terasa hambar apabila tidak diberi garam. Garam dibutuhkan untuk menambah cita rasa pada makanan.
Garam merupakan mineral kristal yang terbuat dari dua unsur, yaitu Natrium (Na) dan Klorin (Cl). Kedua zat tersebut diperlukan tubuh karena dapat membantu otak dan saraf untuk mengirimkan impuls listrik.
Dikutip dari WHO dalam laman klik dokter, dalam sehari, batas maksimal konsumsi garam tiap orang adalah 6 gram atau sekitar satu sendok. Ketentuan ini berlaku bagi anda yang tidak memiliki riwayat kesehatan, seperti hipertensi atau penyakit kronis lainnya.
Pada penderita penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam dari batas harian yang ditetapkan WHO. Hal in dilakukan untuk mencegah terjadinya edema (penumpukan cairan) sekaligus untuk mengendalikan tekanan darah.
Selain menyedapkan makanan, garam juga bisa berfungsi sebagai pengawet makanan. Tahukah anda bahwa di dunia ini terdapat berbagai jenis garam, dan yang paling sering kita jumpai di sekitar adalah garam meja. Tetapi, tidak semua garam diciptakan sama.
Terdapat beberapa jenis garam yang memiliki komposisi, mineral, rasa, dan manfaat yang berbeda bagi kesehatan. Berikut 8 jenis garam dan manfaat kesehatan yang didapat dari setiap jenisnya, dilansir dari laman klik dokter dan halodoc.
- Garam halus (garam meja)
Salah satu proses pembuatan garam jenis ini adalah melalui tahapan penggilingan dan sebagian besar kotoran serta mineralnya dibuang. Oleh karena itu, garam meja berbentuk halus. Dalam keseharian, garam meja paling sering digunakan untuk keperluan memasak.
Terdapat kandungan hampir 97 persen natrium klorida pada garam halus. Di banyak negara, garam halus seringkali terkandung yodium tambahan di dalamnya.
Tidak banyak diketahui, garam meja memiliki kekurangan. Salah satunya adalah saat penggilingan berlangsung, garam ini bisa menggumpal bersama. Oleh karena itu, ragam zat yang dikenal sebagai anti-caking biasa ditambahkan saat proses penggilingan, agar garam yang dihasilkan bertekstur halus.
Manfaat Kesehatan
Sumber yodium: Garam meja yang difortifikasi, yakni proses penambahan zat gizi tertentu untuk meningkatkan kualitas, bermanfaat bagi kesehatan.
Kandungan tambahannya adalah yodium untuk membantu mencegah kekurangan yodium. Apabila tubuh kekurangan yodium, maka bisa menyebabkan masalah tiroid, seperti penyakit gondok.
Pengawet makanan: Garam meja digunakan sebagai pengawet alami dalam berbagai produk makanan.
- Sea salt ( garam laut)
Garam laut tercipta dengan cara menguapkan air laut. Zat natrium klorida yang dikandung juga cukup tinggi. Garam laut bisa saja mengandung ragam mineral lain, seperti besi, seng, dan potasium, tergantung pada sumber laut dan proses yang dilalui.
Tingginya konsentrasi kotoran dan jejak nutrisi garam jenis ini ditandai dengan kegelapan wujudnya. Akan tetapi, logam berat seperti timah juga dapat terkandung dalam garam jenis ini disebabkan oleh polusi laut.
Selain itu, garam jenis ini juga bisa mengandung mikroplastik. Namun, risiko kesehatan yang ditimbulkan dari zat tersebut masih diperlukan penelitian lanjutan. Kemudian, karena garam jenis ini tidak ditumbuk dengan halus, teksturnya menjadi lebih kasar.
Manfaat Kesehatan
Mineral tambahan: Mengandung mineral esensial yang dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Rasa alami: Memberikan rasa yang lebih kompleks dibandingkan dengan garam meja.
- Garam Himalaya (pink salt himalaya)
Tambang Garam Khewra di wilayah Punjab, Pakistan merupakan tambang terbesar kedua di dunia dan memproduksi sebagian besar garam himalaya yang tersebar di seluruh dunia. Warna merah muda pada garam ini berasal dari kandungan sejumlah besi oksida (karat).
Manfaat Kesehatan
Kandungan mineral: Garam Himalaya memiliki kandungan lebih dari 80 mineral dan elemen yang bermanfaat bagi tubuh , seperti kalsium, magnesium, dan kalium.
Detoksifikasi: Garam ini diyakini bisa membantu proses pengeluaran racun dari tubuh.
Keseimbangan pH: Membantu menjaga keseimbangan pH tubuh dan mengurangi asam berlebih.
- Garam kosher
Garam Kosher berstruktur kasar dan serpih. Selain itu, garam kosher memiliki kecenderungan aditif, seperti agen anti-caking dan yodium. Untuk penggunaan garam ini, sangat tidak dianjurkan menakarnya dengan rasio 1:1 dibandingkan dengan garam jenis lain.
Satu sendok teh garam kosher memiliki kadar rasa asin yang jauh lebih ringan daripada satu sendok teh garam biasa. Dikhawatirkan, masakanmu menjadi terlalu hambar atau asin.
Manfaat Kesehatan
Kandungan sodium lebih rendah: Butiran wujudnya yang lebih besar, mengindikasikan kandungan sodium yang lebih rendah per sendok teh dibandingkan garam meja.
Tekstur dan rasa: Memberikan tekstur dan rasa yang khas pada makanan. Koki profesional sering menggunakannya.
- Garam celtic
Garam celtic dicirikan dengan warnanya yang keabu-abuan dan ada sedikit kandungan air. Itulah yang menyebabkan garam celtic cenderung lembap. Garam celtic merupakan garam laut yang belum dimurnikan dan berasal dari pantai Brittany, Prancis.
Manfaat kesehatan
Kandungan mineral tinggi: Garam ini kaya akan magnesium dan mineral lainnya yang diperlukan untuk tumbuh untuk dan penting bagi kesehatan.
Hidrasi: Tingginya kandungan air bisa membantu tubuh tetap terhidrasi.
Sifat alami: Proses yang dilalui tidak begitu kompleks, sehingga dapat mempertahankan kandungan mineral alaminya.
- Garam hitam (kala namak)
Masakan yang berasal dari India dan Asia Selatan sering menggunakan garam hitam atau kala namak. Rasanya cukup khas dan mirip dengan telur disebabkan kandungan sulfur di dalam garam.
Manfaat kesehatan
Masalah pencernaan: Garam ini cukup populer dalam pengobatan penyakit masalah pencernaan, seperti perut kembung dan gas.
Kandungan mineral: Di dalam garam hitam terkandung sejumlah mineral yang dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit.
- Garam bambu
Garam ini dihasilkan dari proses pemanggangan di dalam batang bambu. Korea Selatan merupakan negara yang mencetuskan proses ini. Kandungan mineral dalam garam ini cukup tinggi dan diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat kesehatan
Antioksidan: Kandungan antioksidan dalam garam ini cukup tinggi karena dihasilkan dari proses pemanggangan.
Detoksifikasi: Dalam pengobatan tradisional Korea, garam bambu dimanfaatkan untuk detoksifikasi tubuh.
Keseimbangan pH: Membantu menyeimbangkan pH tubuh.
- Garam merah Hawaii
Garam merah Hawaii tercipta dari campuran garam laut dan tanah liat vulkanik yang kaya akan zat besi. Karena itulah, warna merah yang dihasilkan sangat khas.
Manfaat kesehatan
Kandungan zat besi: Dapat membantu pembentukan sel darah merah karena zat besi yang terkandung dalam garam ini cukup tinggi.
Detoksifikasi: Tanah liat vulkanik membantu dalam proses detoksifikasi.
Tips Memilih Garam yang Tepat untuk Kesehatan
- Perhatikan kandungan mineral
Ada beberapa jenis garam alami yang memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan garam meja biasa, yakni garam Himalaya, garam celtic, dan garam merah Hawaii.
- Hindari aditif
Pilihlah garam yang alami karena akan memberikan manfaat kesehatan yang diperoleh juga lebih baik. Hindari garam yang mengandung aditif atau bahan pengawet.
- Sesuaikan dengan kebutuhan
Perhatikan kondisi kesehatan anda. Apabila anda mengalami hipertensi atau kondisi kesehatan lainnya, anda bisa memilih garam kosher karena rendahnya kandungan sodium.
Garam meja biasa dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yodium bagi tubuh. Namun, garam alami, seperti garam Himalaya, garam Celtic, dan garam merah Hawaii menawarkan berbagai mineral tambahan yang bermanfaat.
Editor : Bayu Putra