JP Bogor – Manusia merupakan makhluk lemah di hadapan Allah SWT yang senantiasa melakukan perbuatan dosa, baik secara sadar ataupun tidak, besar ataupun kecil.
Namun, meskipun kita bisa jadi melakukan perbuatan dosa setiap harinya, dosa bukanlah hal yang sifatnya permanen dalam diri kita.
Kita dapat menghilangkan dosa baik yang besar maupun yang kecil dalam diri kita dengan melakukan taubat kepada Allah SWT. Salah satu bentuk pertaubatan kita kepada Allah SWT adalah dengan melaksanakan ibadah shalat taubat.
Sudah sepatutnya kita senantiasa bertaubat atas kesalahan yang kita perbuat di dunia, karena saat kita masih bernafas, maka kesempatan untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT masih ada.
Karena ketika kita bertaubat kepada Allah SWT secara sungguh-sungguh, maka dosa kita akan dibersihkan dari dalam diri kita.
Keutamaan dari shalat taubat adalah sebagai amalan yang dapat menjadikan Allah mengampuni dosa kita. hal ini tertera dalam sebuah hadits Riwayat Sunan Abu Daud yang berbunyi:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ الثَّقَفِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ الأَسَدِيِّ، عَنْ أَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ الْفَزَارِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا، - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - يَقُولُ كُنْتُ رَجُلاً إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيثًا نَفَعَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِي وَإِذَا حَدَّثَنِي أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ اسْتَحْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِي صَدَّقْتُهُ قَالَ وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ - رضى الله عنه - أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ " . ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ { وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ } إِلَى آخِرِ الآيَةِ
Artinya: Diriwayatkan oleh Abu Bakar as-Siddiq: Asma' binti al-Hakam berkata: Aku mendengar Ali berkata: Aku adalah seorang laki-laki. Ketika aku mendengar sebuah hadis dari Rasulullah SAW, Allah memberiku manfaat dengan itu sesuai dengan yang Dia kehendaki.
Namun ketika seseorang dari sahabatnya meriwayatkan sebuah hadis kepadaku, aku pun bersumpah kepadanya. Ketika dia bersumpah, aku pun bersaksi kepadanya. Abu Bakar meriwayatkan kepadaku sebuah hadis, dan Abu Bakar meriwayatkannya dengan jujur.
Dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: Ketika seorang hamba (Allah) melakukan dosa, dan dia berwudhu dengan baik, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah, Allah mengampuninya.
Dia kemudian membacakan ayat ini: "Dan orang-orang yang ketika mereka melakukan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mengingat Allah" (QS 3:135).
Adapun niat untuk mendirikan shalat taubat adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِركعتين لله تعال
Usolli Sunnata Taubati Rak’ataini Lillahi Taala
Artinya: Aku shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Editor : Bayu Putra