Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Enak Tapi Nggak Selalu Aman, Ini 3 Dampak Negatif Konsumsi Cokelat Berlebihan

Ghina Fadiah Rahma • Senin, 14 April 2025 | 16:16 WIB
Cokelat. (hellosehat)
Cokelat. (hellosehat)

JP Bogor - Cokelat adalah salah satu bahan makanan dan minuman yang memiliki banyak penggemar. Bahan dasar dari cokelat berasal dari  biji kakao, yang sebelum diolah melalui berbagai tahapan seperti fermentasi dan pengeringan. Proses tersebut menghasilkan berbagai produk turunan kakao, seperti bubuk kakao (cocoa powder), lemak kakao (cocoa butter), dan lainnya.

Di Indonesia, cokelat digemari oleh hampir semua kalangan, baik dalam bentuk dark chocolate, milk chocolate, maupun white chocolate. Setiap jenis cokelat memiliki cita rasa dan sensasi yang unik saat dikonsumsi. Anak muda umumnya lebih menyukai milk chocolate dan white chocolate karena rasanya yang manis dan kemampuannya meningkatkan suasana hati.

Namun, tahukah kamu bahwa konsumsi cokelat sebaiknya dibatasi setiap harinya? Jumlah konsumsi yang disarankan adalah sekitar 25–30 gram per hari. Disarankan juga untuk memilih cokelat dengan kandungan kakao sekitar 70–85%. Sementara itu, jenis milk chocolate perlu dibatasi karena biasanya mengandung tambahan gula yang cukup tinggi, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Mungkin kamu penasaran, apa saja risiko jika terlalu banyak mengonsumsi cokelat setiap hari? Yuk, simak beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika kamu tidak mengontrol asupan cokelat harianmu!

1. Kenaikan Berat Badan

Efek yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Jika seseorang mengonsumsi cokelat setiap hari, terutama yang mengandung kadar gula dan lemak tinggi, maka risiko kenaikan berat badan akan meningkat drastis.

Hal ini terjadi karena tingginya kandungan gula dalam cokelat dapat memicu penimbunan lemak dalam tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan berat badan naik lebih cepat.

2. Menyebabkan Masalah Gastrointestinal

Gastrointestinal merupakan gangguan atau penyakit yang mempengaruhi saluran pencernaan manusia. Mengkonsumsi cokelat terlalu banyak dan setiap hari, dapat memicu sindrom iritasi usus besar. Selain itu, asam yang terkandung di dalam cokelat juga dapat menyebabkan masalah refluks asam.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Cokelat, khususnya yang mengandung cocoa, memiliki kafein di dalamnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, asupan kafein yang masuk ke tubuh pun ikut meningkat. Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala terkait masalah jantung, seperti detak jantung yang menjadi tidak teratur. Dalam jangka panjang, hal ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#kesehatan #berdampak buruk #cokelat #dampak negatif