JP Bogor - Di dunia kerja, ada dua sistem bekerja yang dikategorikan berdasarkan tempat dilakukannya pekerjaan tersebut. Sistem bekerja tersebut adalah WFO dan WFA.
WFO sendiri merupakan singkatan dari Work From Office, sementara WFA merupakan singkatan dari Work From Anywhere. Sebagaimana namanya, WFO berarti bekerja di kantor sementara WFA bekerja dimana saja.
Meskipun konsep WFA sudah ada sejak lama, popularitasnya meningkat pesat sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Pembatasan kontak fisik yang diberlakukan saat itu mendorong berbagai lembaga untuk beradaptasi dengan sistem kerja jarak jauh.
Baik institusi pendidikan maupun perusahaan mulai beralih ke platform digital seperti Zoom dan Google Meet untuk memastikan kegiatan tetap berjalan meskipun mobilitas terbatas. Hal ini membuktikan bahwa teknologi mampu menjembatani kebutuhan akan fleksibilitas kerja tanpa mengorbankan produktivitas.
Namun, penerapan WFA dalam dunia kerja masih menjadi topik perdebatan. Ada berbagai pro dan kontra terkait sistem kerja ini. Mengutip Eddy dan Sama, berikut adalah beberapa pro dan kontra dari Work From Anywhere.
Baca Juga: Shangri-La Frontier Akan Memasuki Arc Terbarunya: Global Game Competition Dimulai!
Pro Work From Anywhere (WFA)
1. Hemat Waktu
Apabila kamu bekerja secara WFO atau di kantor, kamu tentu perlu menghabiskan banyak waktu untuk bersiap-siap dan bepergian sampai kantor. Akan tetapi jika kamu WFA, kamu akan menghemat waktu dan hanya perlu duduk di satu tempat untuk bekerja dan menghasilkan uang.
2. Produktivitas Naik
Sebagai pekerja WFA, bukan berarti produktivitas kamu menurun dan tidak bisa memberikan performa terbaik karena tidak ada pengawasan. Sebaliknya, bekerja secara WFA bisa menyebabkan produktivitas naik.
Hal ini dikarenakan tidak adanya gangguan yang mungkin muncul ketika kamu berada di satu lingkup kantor dengan banyak orang. Kamu tidak perlu bepergian atau menghabiskan banyak waktu untuk basa-basi sehingga pekerjaanmu selesai dengan maksimal.
3. Hemat Uang
Sebagai orang yang bekerja darimana saja, kamu tentu tidak perlu mengeluarkan uang untuk transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan lain yang diperlukan terutama jika rumah kamu tidak satu kota dengan kantor kamu. Hal ini membuat WFA memberikan manfaat dari segi finansial bagi para pekerjanya.
4. Fleksibilitas
Sisi lainnya dari WFA atau bekerja dimana saja adalah karena fleksibilitas yang ada. Fleksibilitas yang dimaksud adalah kamu bisa bekerja dimana saja dan di situasi seperti apapun selama pekerjaan kamu selesai.
Kamu bahkan bisa menghadiri acara keluarga penting tanpa takut melewatkannya. Ada banyak kegiatan lain yang bisa kamu lakukan sekaligus, misalnya menjadi ibu rumah tangga yang mengasuh anak selama kamu menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal.
5. Keberagaman Pegawai
Selain poin di atas, menjadi pekerja yang WFA membuat kamu terpapar keberagaman pegawai. Terutama perusahaan multinasional, kamu akan bekerja bersama banyak orang dengan berbagai latar belakang berbeda. Situasi pekerjaan yang fleksibel membuat kantor bisa mempekerjakan orang dari negara mana saja asal keahlian sesuai.
Kontra Work From Anywhere (WFA)
1. Manajemen Rumit
Masalah yang mungkin muncul dari bekerja secara daring atau WFA adalah manajemen yang rumit. Berbeda dengan kerja WFO yang memiliki waktu jelas untuk masuk dan pulang, batas antara kerja dan tidak bekerja di WFA jadi buram.
Atasan mungkin akan kesulitan mengatur bagaimana pekerjaan selesai, alur pekerjaan yang sesuai dan masih banyak lagi. Untuk mengelola kantor dengan ketentuan WFA, atasan perlu manajemen yang solid dan baik karena kamu tidak bisa menghampiri secara langsung ketika ada masalah di pekerjaan.
2. Masalah Komunikasi
Selain itu, bekerja secara WFA juga bisa menimbulkan masalah komunikasi. Ketika kamu bekerja secara daring, sebagian besar komunikasi akan dilakukan secara tertulis. Pertemuan video mungkin akan dilakukan rutin, namun kebanyakan komunikasi dilakukan via pesan chat atau email.
Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman atas perintah pekerjaan dan masalah komunikasi lain. Bagaimana gaya komunikasi berbeda manusia satu sama lain dengan tidak bisa melihat intonasi atau raut wajah satu sama lain mungkin akan menyulitkan pekerjaan.
3. Work-Life Tidak Imbang
Bekerja secara WFA juga bisa menimbulkan kehidupan work-life balance yang tidak imbang. Kamu bisa bekerja tanpa adanya jam kerja yang jelas kapan masuk dan keluarnya.
Kemungkinan besar, kamu bisa dihubungi diluar jam kerja untuk menyelesaikan sesuatu. Terutama jika kamu berada di perusahaan dengan orang yang memiliki zona waktu berbeda, tidak menutup kemungkinan work life balance kamu akan kacau.
4. Risiko Keamanan Siber
WFA atau Work From Anywhere berarti memanfaatkan internet untuk berkomunikasi. Segala dokumen atau hasil kerja yang dimiliki juga disalurkan melalui teknologi.
Berbeda dengan kantor tradisional yang mungkin menyimpan hasil kerja secara fisik dan bisa dilihat dari waktu ke waktu, akan ada risiko keamanan siber seperti data hilang, dan lain lain. Untuk itu, perusahaan yang mempekerjakan orang secara remote perlu pengamanan siber yang kuat.
Beberapa poin di atas merupakan pro dan kontra dari bekerja secara WFA. Perlu diingat bahwa baik itu WFA atau WFO memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Yang paling penting adalah kamu menyiapkan diri untuk bekerja semaksimal mungkin. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah