Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

10 Minuman Tradisional di Berbagai Belahan Dunia yang Cocok untuk Berbuka Puasa

Aunur Rahman • Minggu, 2 Maret 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi minuman tradisional yang menyegarkan untuk berbuka puasa. (Freepik)
Ilustrasi minuman tradisional yang menyegarkan untuk berbuka puasa. (Freepik)

JP Bogor - Bulan Ramadhan adalah waktu yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menahan lapar dan haus sepanjang hari, momen berbuka puasa atau iftar menjadi saat yang paling dinanti. 

Dikutip dari slurrp.com Sabtu (1/3), berikut 10 minuman tradisional khas dari berbagai negara yang cocok untuk berbuka puasa:

1. Qamar al-Din (Siria)

Qamar al-Din adalah satu di antara minuman aprikot kental yang populer di Suriah saat Ramadhan. Minuman ini terbuat dari pasta aprikot kering yang direhidrasi dengan air. Rasanya manis alami dan kaya akan nutrisi, cocok untuk mengembalikan energi setelah berpuasa.

2. Jallab (Timur Tengah)

Jallab merupakan minuman tradisional populer di Timur Tengah, khususnya di Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania. Sirup jallab terbuat dari kurma, molase anggur, dan air mawar, kemudian disajikan dengan es, kacang pinus, dan kismis. Minuman ini menawarkan rasa manis yang unik dan menyegarkan.

3. Vimto (Inggris & Asia Selatan)

Vimto adalah sirup buah konsentrat yang sangat populer di Inggris dan Asia Selatan, terutama saat Ramadhan. Minuman ini pertama kali diperkenalkan di Manchester pada tahun 1908 dan menjadi favorit saat berbuka puasa karena rasanya yang manis dan menyegarkan.

4. Rooh Afza (Asia Selatan)

Rooh Afza adalah sirup konsentrat tanpa alkohol yang berasal dari anak benua India. Sirup ini diracik oleh Hakim Hafiz Abdul Majeed pada tahun 1906 di Ghaziabad, India, dan populer di Pakistan, Bangladesh, India, serta negara-negara lain di Asia Selatan. Rooh Afza terbuat dari herbal, buah-buahan, dan sayuran, memberikan rasa manis dan aroma mawar yang khas.

5. Bandrek (Indonesia)

Bandrek adalah minuman tradisional hangat yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia. Minuman ini terbuat dari jahe, gula aren, dan rempah-rempah, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh setelah seharian berpuasa, terutama saat cuaca dingin.

Baca Juga: 4 Strategi Efektif Mengatur Waktu di Bulan Ramadhan agar Ibadah Tetap Maksimal!

6. Sahlab (Timur Tengah)

Sahlab adalah puding susu hangat dan lembut yang populer di Timur Tengah dan negara-negara Balkan. Minuman ini terbuat dari susu panas, tepung sahlab (terbuat dari umbi anggrek), gula, dan air mawar, seringkali ditaburi kayu manis dan kacang-kacangan. Sahlab memberikan rasa manis dan tekstur lembut yang menenangkan.

7. Karkadeh (Mesir)

Karkadeh, atau teh hibiscus, adalah minuman berwarna merah cerah yang populer di Mesir dan Sudan. Teh ini terbuat dari kelopak bunga rosela kering yang direbus, bisa disajikan panas atau dingin, dan dikenal karena rasa asam segarnya.

8. Tamar Hindi (Mesir)

Tamar Hindi, atau jus asam jawa, adalah minuman tradisional Mesir lainnya yang digemari saat Ramadhan. Minuman ini terbuat dari buah asam jawa yang direndam air, kemudian disaring dan diberi pemanis. Tamar Hindi menawarkan rasa asam manis yang menyegarkan dan dipercaya baik untuk pencernaan.

9. Kharoub (Mesir)

Kharoub adalah minuman tradisional Mesir yang terbuat dari buah carob atau cerob. Buah carob direndam dalam air semalaman, kemudian direbus dan disaring untuk menghasilkan minuman yang kaya rasa dan manis alami. Kharoub seringkali disajikan dingin saat iftar.

10. Erk Sous (Mesir)

Erk Sous, atau jus akar manis, adalah minuman tradisional Mesir yang unik dan menyegarkan. Minuman ini terbuat dari akar manis yang difermentasi dan disaring, menghasilkan minuman berwarna gelap dengan rasa manis yang khas dan sedikit pahit. Erk Sous dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan populer saat Ramadhan.

Beragam minuman tradisional untuk berbuka puasa yang tidak hanya menyegarkan dahaga, tetapi juga kaya akan rasa dan sejarah budaya. Setiap tegukan membawa cerita dan tradisi dari berbagai belahan dunia, menemani momen berbuka puasa yang penuh berkah.

Editor : Siti Nur Qasanah
#berbuka puasa #berbagai negara #bulan ramadhan #Minuman Tradisional #iftar