Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Sejarah Panjang Lahirnya Video Gim dari Tangan Ralph Baer

Abdul Hamid Dhaifullah • Jumat, 9 Mei 2025 | 12:05 WIB

Ralph Baer (Dok. Pinterest)
Ralph Baer (Dok. Pinterest)
JP Bogor - Siapa sangka dunia yang kini dipenuhi petualangan virtual, ledakan grafis, dan kejar-kejaran poin digital, bermula dari sebuah titik di layar televisi.

Di era 1940-an dan 1950-an, komputer adalah raksasa logam seukuran ruangan yang hanya bisa disentuh oleh ilmuwan dan mahasiswa teknik. Namun, jauh sebelum dunia mengenal PlayStation, Xbox, atau Nintendo Switch, secercah masa depan digital sudah menyala dalam bentuk permainan sederhana dari tic-tac-toe di komputer, Tennis for Two di osiloskop, dan Spacewar! di kampus MIT.

Namun, kebangkitan sejati video gim tidak terjadi di kampus elit atau laboratorium militer. Ia justru lahir di tangan seorang insinyur televisi Ralph Baer, sang 'Bapak Video Gim.'

Baca Juga: Jejak Sutradara Genius Hidetaka Miyazaki di Balik Dunia Video Gim Soulsborne

Pada tahun 1966, Ralph Baer punya ide radikal untuk mengubah televisi dari alat pasif menjadi media interaktif. Di dalam laboratoriumnya di Sanders Associates, ia menciptakan prototipe TVG#1 yang mampu menampilkan titik di layar TV yang kemudian titik itu nantinya bisa dikontrol pengguna.

Dengan dedikasi bertahun-tahun dan kerja tim yang solid, lahirlah "Brown Box", sebuah prototipe video gim multipemain pertama di dunia. Proyek ini kemudian dilisensikan kepada Magnavox dan dipasarkan sebagai Magnavox Odyssey pada tahun 1972.

Sayangnya, karena miskomunikasi pemasaran, banyak yang mengira Odyssey hanya berfungsi di televisi Magnavox. Hanya sekitar 200.000 unit terjual, dan Magnavox melewatkan kesempatan untuk menjadi pionir industri hiburan masa depan.

Sementara itu, seorang mahasiswa bernama Nolan Bushnell yang dulu memainkan Spacewar! mempunyai mimpi juga untuk membuat permainan arkade dari gim tersebut. Walau karya pertamanya Computer Space gagal karena terlalu rumit, ia tak menyerah.

Terinspirasi dari demonstrasi Odyssey, Bushnell dan rekannya Ted Dabney menciptakan Pong, versi sederhana dari tenis meja digital. Ketika mesin Pong pertama dipasang di sebuah bar di California, kerusakan pertama yang dilaporkan adalah, "kotak uang yang kebanyakan koin!"

Pong menjadi sensasi. Atari pun lahir. Dengan kesuksesan versi rumah Pong tahun 1975, industri video gim rumahan resmi meledak. Meski akhirnya Atari diseret ke pengadilan oleh Magnavox karena pelanggaran paten, Ralph Baer punya dokumentasi kuat untuk membuktikan siapa yang lebih dulu menciptakan video gim.

Ketika Coleco hendak merilis Telstar, versi konsol berbasis chip AY-3-8500, mereka menghadapi masalah besar atas gagal uji FCC (regulasi gelombang radio di AS). Di ambang krisis, mereka memanggil Ralph Baer. Dalam waktu kurang dari seminggu, sang maestro menyelamatkan Telstar dari kegagalan.

Hasilnya? Telstar terjual lebih dari satu juta unit pada tahun 1976.

Tahun 1980-an adalah masa keemasan dan bencana sekaligus. Konsol generasi kedua seperti Atari 2600, Intellivision, dan ColecoVision membawa permainan ke level baru dengan kaset gim yang bisa diganti-ganti.

Namun, pasar segera dibanjiri gim berkualitas rendah dan terlalu banyak pilihan. Pada 1983, industri video gim Amerika nyaris runtuh.

Tapi kemudian datanglah sang penyelamat Nintendo Entertainment System (NES) pada tahun 1985. Dengan ikon seperti Mario dan Zelda, NES menyelamatkan industri dari kehancuran dan menegaskan prediksi Ralph Baer bahwa, "Video gim bukan tren sesaat. Ia adalah masa depan."

Baca Juga: Switch 2 Welcome Tour: Game Demonstrasi Kenapa Harus Bayar?

Editor : Candra Mega Sari
#Ralph Baer #sejarah #video gim #video game