JP Bogor - Jang Won Young, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Wonyoung, merupakan salah satu anggota girl group K-pop IVE. Sebelumnya, ia dikenal sebagai member dari grup IZ*ONE yang telah dibubarkan pada tahun 2021. Nama Wonyoung sudah tidak asing lagi di kalangan penggemar K-pop, bahkan cukup dikenal oleh mereka yang bukan penggemar IVE sekalipun.
Debut di usia yang masih sangat muda, popularitas Wonyoung melejit berkat visualnya yang memukau serta bakat yang ia miliki. Banyak penggemar menggambarkannya sebagai sosok yang percaya diri, cantik, dan cerdas.
Dari kekaguman inilah muncul istilah "Wonyoungism" atau "The Wonyoung Effect" — sebuah tren pengembangan diri yang berfokus pada gaya hidup ala Wonyoung, dengan harapan dapat membangun kepercayaan diri seperti dirinya.
Tren Wonyoungism biasanya mencakup hal-hal seperti feminitas, perawatan kulit, pengembangan diri, hingga penurunan berat badan. Namun, tidak sedikit yang menyebut bahwa pola diet ala Wonyoung lebih menyerupai pola makan kelinci karena porsinya yang sangat kecil. Tren ini juga kerap dianggap membahayakan, terutama karena diikuti oleh anak-anak dan remaja mulai usia 11 tahun, yang masih rentan dalam membentuk citra diri.
Dalam kontennya, Wonyoungism tidak secara langsung menampilkan unsur gangguan makan, namun lebih mengarah pada obsesi terhadap kesempurnaan tubuh.
Meski begitu, Wonyoung sendiri pernah mengingatkan penggemarnya untuk tidak sembarangan melakukan diet ekstrem, karena berisiko bagi kesehatan. Ia hanya membagikan pandangan singkat mengenai pola makan dan olahraga melalui vlog-nya.
Baca Juga: SECRET NUMBER Tanpa Dita, Jinny dan Minji: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Secara umum, industri K-pop memang kerap dikritik karena mempromosikan standar kecantikan yang dianggap tidak realistis dan kurang terbuka soal kehidupan nyata para idol. Hal inilah yang memicu berbagai spekulasi dari penggemar.
Namun sebenarnya, tren Wonyoungism bisa membawa dampak positif jika dipahami dengan benar—bukan hanya soal bentuk tubuh ideal, tetapi lebih kepada merawat diri, meningkatkan produktivitas, dan berproses menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Tetap penting untuk mendengarkan kebutuhan tubuh, demi menjaga keseimbangan antara fisik dan mental. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah