JP Bogor - Hampir semua orang pasti tahu dan pernah mengikuti kegiatan kepanduan atau kepramukaan semasa bangku SD, SMP, dan SMA. Mengenakan pakaian berwarna cokelat lengkap dengan hiasan di bahu, lengan, dan kepala, kemudian bermain sembari belajar di luar ruang kelas.
Diketahui dari pelajaran pramuka di sekolah bahwa gerakan kepramukaan pertama kali didirikan secara tidak langsung oleh Baden Powell, lebih tepatnya Robert Stephenson Smyth Baden Powell, pada bulan Agustus tahun 1907 melalui serangkaian kemah eksperimental yang dilakukannya. Sejak saat itu, gerakan kepramukaan menyebar secara masif ke seluruh dunia hingga saat ini.
Seharusnya, jika kepramukaan mulai berdiri secara tidak langsung pada bulan Agustus, maka Hari Pramuka Internasional juga dirayakan di bulan yang sama. Namun kenyataannya, hari pramuka internasional dirayakan pada bulan Februari. Mengapa demikian?
Mengutip scout.org, sejarah singkat hidup Baden Powell menunjukkan bahwa ia lahir pada 22 Februari 1857. Hal ini menjelaskan mengapa Hari Pramuka Internasional dirayakan setiap tanggal 22 Februari, karena hari tersebut merupakan hari kelahiran Baden-Powell.
Menariknya, istri Baden-Powell, Olave St Claire Baden-Powell, juga lahir pada tanggal yang sama di tahun 1889, sehingga ulang tahun pasangan ini dirayakan bersamaan. Selain itu, Olave Baden-Powell juga dikenal sebagai Ibu Pramuka Sedunia.
Oleh karena itu, setiap tanggal 22 Februari tidak hanya menjadi peringatan Hari Pramuka Internasional, tetapi juga hari kelahiran Baden-Powell beserta istrinya. Lebih lanjut, Baden-Powell sendiri memiliki hari peringatannya tersendiri pada tanggal tersebut.
Tidak hanya sang suami, Olave Baden-Powell juga menjadikan hari lahirnya, 22 Februari, sebagai Hari Berpikir Sedunia yang dirayakan oleh banyak anggota pramuka perempuan di seluruh dunia. Mengutip girlguiding.org.uk, perayaan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 1932 melalui konferensi ke-7 di Belgia.
Baca Juga: Atasan atau Bos Merapat, Ini 7 Cara Mencegah Karyawan Kompeten Resign dari Perusahaan
Kini, pada tanggal 22 Februari setiap tahunnya, gerakan kepramukaan dunia merayakan tiga hari besar sekaligus, yaitu Hari Pramuka Sedunia, Hari Baden-Powell, dan Hari Berpikir Sedunia.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah