JP Bogor – Penemuan bocah enam tahun di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/11) lalu akhirnya mendapat titik terang.
Bocah Bernama Ayup itu sempat dilaporkan hilang, namun kini ia telah kembali ke pangkuan keluarganya di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah menjelaskan, penemuan anak hilang itu dilaporkan oleh warga.
Setelah menerima laporan, anggota Bhabinkamtibmas Desa Jabon Mekar membawa Ayup ke Mapolsek Parung untuk penanganan lebih lanjut.
"Identitas anak yang mengaku bernama Ayup dan orang tua bernama Dedi, menyebutkan alamatnya di Padang," kata Maman, Minggu (16/11) sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Meski demikian, tidak mudah untuk mengorek informasi dari sang bocah. Hingga pukul 22.30, polisi belum berhasil mendapatkan identitas lengkapnya. Akhirnya, Ayup diinapkan di rumah keluarga anggota Polsek Parung.
"Keesokan harinya, adik Ayup dibawa ke Polsek Parung kembali untuk dicari tahu lebih lanjut keluarganya. Sambil mencari tahu dan menunggu informasi, adik Ayup diajak bermain oleh Bripka Ririn dan diajak berkeliling untuk membeli ikan hias, main, serta (diberi) makanan," terangnya.
Barulah pada Sabtu (15/11) pukul 15.30 WIB, polisi mendapat informasi terkait keluarga ayup dari media sosial. "Anak tersebut berasal dari Pondok Pesantren Darul Ulum Wad Da'wah yang berada di daerah Tajurhalang," tutur Maman.
Usai memastikan kebenaran informasi tersebut, pihak polsek langsung mengantarkan anak itu ke Pondok Pesantren Darul Ulum Wad Da'wah untuk diserahkan oleh pihak Ponpes kepada orang tuanya.
"Alhamdulillah, Ayup sekarang sudah bertemu dengan abinya dan tidak ada unsur kekerasan atau apapun dari pondok pesantren tersebut," terang dia.
Saat penyerahan ayup, kedua orang tuanya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian karena anak mereka sudah ditemukan.
"Ucapan terima kasih dihaturkan dari orang tua dan Pimpinan Pondok Pesantren kepada pihak Kepolisian yang sudah menemukan dan mengantarkan kembali ke Ponpes dan bertemu dengan orang tuanya," pungkasnya.
Editor : Bayu Putra