JP Bogor – Antrean panjang warga terjadi di Kantor Pos Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Rabu (26/2) pagi. Itu adalah antrean warga yang datang untuk mengambil Bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Salah satu warga, Umi, mengatakan bahwa dia rela antre panjang untuk mendapat Bansos PKH tersebut. Karena amat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadhan.
"Sangat butuh, soalnya kan mau Ramadhan, jadi perlu untuk beli kebutuhan segala macam," ujar Umi saat antre ambil Bansos PKH di Kantor Pos, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Umi mengaku sudah biasa dengan kondisi ini. Ia mengantre di kantor pos setiap dua sampai empat bulan sekali untuk menerima Bansos PKH tersebut.
"Saat ngambil sebelum ini Rp 2,4 juta karena empat bulan. Sekarang Rp 1,2 juta karena dua bulan aja," lanjut Umi.
Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin menyebut, pada Rabu (26/2) terdapat 1.273 kelompok penerima manfaat (KPM) yang mengantre Bansos PKH.
"Hari ini jadwalnya ada lima kelurahan. Yakni Kelurahan Pamoyanan, Cikaret, Genteng, Mulyaharja, dan Batutulis," ucap Irman.
Pembagian bansos ini terbagi menjadi dua sesi. Yakni pagi (08.00–12.00 WIB) untuk tiga kelurahan dan siang (13.00–15.00 WIB) untuk 2 kelurahan.
Penyaluran Bansos PKH untuk warga Kecamatan Bogor Selatan diakui Irman sudah berlangsung sejak Selasa (25/2) lalu bagi 7 kelurahan atau 1.248 KPM.
Penyaluran akan dilanjutkan pada Kamis (27/2) besok untuk warga Kelurahan Bondongan, Muarasari, Harjasari, dan Lawanggintung sebanyak 1.258 KPM.
Besaran Bansos PKH 2025 berbeda nominalnya pada masing-masing kategori. Untuk Ibu hamil dan masa nifas Rp 750 ribu per tahap atau Rp 3 juta per tahun. Lalu balita berusia 0–6 tahun atau anak usia dini mendapat Rp 750 ribu per tahap atau Rp 3 juta per tahun.
Bagi Siswa SD dan sederajat, nominalnya Rp 225 ribu per tahap atau Rp 900 ribu per tahun. Siswa SMP dan sederajat Rp 375 ribu per tahap atau Rp 1,5 juta per tahun. Sedangkan bagi Siswa SMA dan sederajat Rp 500 ribu per tahap atau Rp 2 juta per tahun.
Bagi lansia di atas 70 tahun serta penyandang disabilitas, bansos yang diterima Rp 600 ribu per tahap atau Rp 2,4 juta per tahun.
Editor : Bayu Putra