Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Sejarah Kantor Pos di Kota Bogor, Pertama Kali Dibangun Tahun 1811

Rafli Abdullah Santosa • Rabu, 13 November 2024 | 13:30 WIB
Kantor pos di Kota Bogor
Kantor pos di Kota Bogor

JP Bogor - Di era digital seperti sekarang ini, mengirim pesan menjadi sangat mudah dan cepat. Dengan teknologi canggih, siapa saja dapat menghubungi orang lain dalam hitungan detik melalui pesan singkat, telepon, atau video call, tanpa banyak hambatan.

Namun, jika melihat ke masa lalu, mengirimkan pesan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dulu, surat menjadi satu-satunya cara untuk berkomunikasi jarak jauh, dan pengiriman pesan memerlukan waktu serta upaya lebih besar. Surat-surat itu dikirimkan oleh kurir yang ditugaskan oleh kantor pos untuk mengantarkannya kepada penerima.

Meskipun saat ini pengiriman surat melalui kantor pos sudah jarang dilakukan, menggali kembali sejarah dan perkembangannya, terutama di Kota Bogor, memiliki cerita unik dalam dunia perposan.

Sejarah Kantor Pos di Bogor

Kantor pos di Buitenzorg (penyebutan Kota Bogor pada masa itu) pertama kali dibangun pada tahun 1811. Lokasinya berada di alun-alun dekat pemukiman asisten residen dan masjid, meskipun tempat pastinya tidak diketahui. 

Pada tahun tersebut, Jawa diduduki oleh Inggris dan Sir Stamford Raffles diangkat menjadi letnan gubernur pada bulan Desember. Ketika itu, prangko pertama yang digunakan di kantor pos Buitenzorg adalah prangko cincin tunggal berukuran kurang lebih 22 mm dengan nama tempat Buitenzorg. Diasumsikan bahwa prangko tersebut diterbitkan pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu pada akhir tahun 1811 dan awal tahun 1812.

Pada tanggal 10 Oktober 1834, gempa bumi besar melanda Buitenzorg yang menyebabkan sejumlah bangunan hancur, termasuk bangunan kantor pos. Setelah bencana gempa bumi, kantor pos dipindahkan ke tempat yang berlokaasi di antara Herbarium dan Hotel Bellevue. Lokasi tersebut sekarang dikenal sebagai Munasain atau Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia.

Pada 10 Mei 1857, kantor telegraf pertama kali dibuka di Buitenzorg, terletak di salah satu ruang gedung pemerintahan Hindia Belanda. Pada tahun 1878, kantor pos dan kantor telegraf digabungkan menjadi satu.

Pada tahun 1896, komunitas Katolik mendirikan gereja mereka yang sekarang dikenal sebagai Gereja Katedral Beatae Mariae Virginis. Kemudian, pada tahun 1920, komunitas Protestan juga membangun gereja mereka yang dikenal dengan nama Gereja Zebaoth.

Setelah kedua komunitas agama tersebut memiliki gereja masing-masing, gereja bersama yang dibangun pada 13 April 1845 untuk umat Kristen Protestan dan Katolik di Buitenzorg akhirnya diubah menjadi kantor pos yang kita kenal saat ini.

Perubahan Nama Buitenzorg Menjadi Bogor

Selama masa pendudukan Jepang, nama Buitenzorg diubah menjadi Bogor pada perangko yang mulai digunakan sejak September 1942 dan bertahan hingga tahun 1945, selama periode Republik.

Pada tahun 1946, nama Bogor kembali diganti menjadi Buitenzorg. Namun, pada tahun 1949, nama Buitenzorg diubah kembali menjadi Bogor.

Meskipun demikian, nama Buitenzorg masih digunakan hingga tahun 1950.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#kantor pos #sejarah #bogor #pesan #Buitenzorg #surat