Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Menengok Sejarah Vihara Dhanagun di Kota Bogor, Tempat Peribadatan yang Dulunya Ternyata Kelenteng

Rafli Abdullah Santosa • Jumat, 8 November 2024 | 11:30 WIB

Ilustrasi orang beribadah
Ilustrasi orang beribadah

JP Bogor – Keberagaman agama dan keyakinan di Kota Bogor menjadi salah satu wujud nyata dari nilai Bhineka Tunggal Ika yang hidup dalam masyarakatnya. Di kota ini, berbagai rumah ibadah berdiri untuk melayani umat dari beragam kepercayaan, termasuk Vihara sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha. 

Salah satu vihara yang ikonik di Kota Bogor adalah Vihara Dhanagun. Menariknya, sebelum menjadi vihara seperti yang dikenal sekarang, tempat ini awalnya merupakan sebuah kelenteng yang bernama Hok Tek Bio.

Menurut sejarahnya, Kelenteng Hok Tek Bio hanya sekedar tempat ibadah umat Khonghucu yang bersifat ritual dan sakral, tetapi juga difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial dan organisasi masyarakat. Perubahan nama dari Kelenteng Hok Tek Bio menjadi Vihara Dhanagun baru terjadi setelah tahun 1965.

Keunikan Vihara Dhanagun terletak pada lokasinya yang berada di Jalan Suryakencana, yang dianggap sebagai "jalur naga," dengan vihara ini dipercaya sebagai "kepala naga".

Baca Juga: Bingung Weekend Mau Kemana? Yuk Liburan ke Hutan CIFOR Bogor yang Sejuk dan Asri

Walau sejarah pastinya belum jelas, bangunan ini diperkirakan telah berdiri selama ratusan tahun. Beragam sumber sejarah memberikan penjelasan berbeda-beda, mungkin karena kurangnya sumber serta literatur pasti yang dapat dipertangungjawabkan secara akademis.

Menurut perkiraan, bangunan ini didirikan pada abad  ke-17 M oleh komunitas Tionghoa, sebagai tempat ibadah dan pusat budaya.

Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa bangunan ini didirikan pada tahun 1672 M yang mengacu pada penanggalan dalam kalender Tien Gan Di Cze atau "tahun tikus air".

Ada pula versi lain yang mengatakan bangunan ini dibangun pada 1860-an oleh orang Prancis, sebagai kelenteng bernama Hok Tek Bio, yang merupakan gabungan dari tiga kata yaitu hok yang berarti "rezeki", tek yang berarti "kebajikan", dan bio yang berarti "rumah"'. Jika digabungkan memiliki Hok Tek Bio memiliki arti "rumah kebaikan dan rezeki".

Baca Juga: Jejak Langkah Sejarah Desa Ciburayut di Kabupaten Bogor: Temukan Fakta yang Mengejutkan di Baliknya!

Sejak berdiri, bangunan ini telah mengalami beberapa renovasi dan perluasan. Namun sayangnya, tidak banyak catatan tertulis yang mendokumentasikan proses tersebut. Sumber mengenai perubahan dari bangunan ini hanya didapatkan dari artikel serta foto-foto yang tersisa.

Bangunan ini juga pernah mengalami tragedi kebakaran di sekitar tahun 1820-an, ketika api dari kebakaran pasar di dekatnya merambat dan menghanguskan sekitar 90% bangunan, menurut Kussendrger. Saat Tyerman berkunjung, bangunan tersebut masih dalam tahap perbaikan akibat kebakaran tersebut. Pada 1922, bangunan ini kembali direnovasi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi sebelumnya.

 

Awalnya, luas bangunan hanya 80 m², namun kini telah berkembang menjadi 635,50 m² di atas lahan seluas 1.241,25 m², menyesuaikan dengan kebutuhan umat dan fungsinya yang semakin beragam. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Kelenteng Hok Tek Bio #bogor #vihara dhanagun #kelenteng #agama