Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Profil Sudaryono, Doktor IPB yang dilantik jadi Wakil Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran Hari Ini

Yudha Satria Palma • Senin, 21 Oktober 2024 | 19:14 WIB
Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih. (jawapos.com)
Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih. (jawapos.com)

JP Bogor – Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (21/10) melantik 56 wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara Jakarta. Salah satunya adalah Sudaryono, yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pertanian mendampingi Andi Amran Sulaiman. 

Penunjukan Sudaryono menjadi catatan positif bagi Insitut Pertanian Bogor (IPB). Karena dia meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis di IPB university tahun 2023 lalu.

Berikut profil lengkap Sudaryono, dilansir dari laman sudaryono.id.

Masa Kecil

Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985 di  Kabupaten Grobogan dan merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri petani Yahyo dan Suwarni. Meski menjadi anak tunggal, Sudaryono tidak pernah dimanjakan oleh orang tuanya dan selalu diajarkan kedisiplinan sejak kecil.

Terlahir sebagai anak petani, Sudaryono rajin membantu orang tuanya bertani. Sebab, orang tuanya tidak memiliki sawah sendiri dan harus menyewa lahan, serta menjadi buruh bangunan setelah masa tanam. 

Setiap hari, ia memikul dua ember air di pundaknya dan menempuh jarak hampir satu kilometer dari sumur desa ke rumahnya. Kala itu, Desa Mangunrejo tempat ia tinggal sedang mengalami krisis air bersih. Ia juga diberi tugas membawa jerami dari sawah ke rumah untuk pakan sapi ternak mereka.

Perjalanan Pendidikan

Sejak kecil, Sudaryono dikenal sebagai anak yang cerdas dan penuh semangat. Saat duduk di bangku sekolah dasar, nilai rapor Sudaryono selalu berada di atas delapan. Padahal, ia sering terlihat tidak terlalu memperhatikan pelajaran. 

Dia juga memilih bangku paling belakang untuk duduk. Namun, ketika gurunya mengajukan pertanyaan, ia selalu bisa menjawabnya dengan tepat. Tak heran, guru-guru dan kepala sekolah selalu kagum kepadanya, hingga menjadi teladan dan legenda di desanya. 

Ternyata, terdapat sebuah rahasia di balik kepintarannya. Sudaryono selalu belajar setiap subuh sebelum berangkat ke sekolah. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mempelajari materi yang akan diajarkan di kelas.

Oleh karena itu, bagi Sudaryono pelajaran di sekolah terasa seperti mengulang, karena ia sudah mempelajari materi tersebut sebelumnya.

Kecerdasan Sudaryono membawa dia masuk ke SMP favorit di daerahnya, yakni SMP Negeri 2 Toroh. Di bangku SMP, kecerdasan Sudaryono tidak berkurang. Ia tetap selalu memperoleh nilai di atas 8 di rapornya. Bahkan, Sudaryono menjadi lulusan terbaik SMP Negeri 2 Toroh.

Setelah lulus dari SMP, Sudaryono mendapatkan beasiswa di SMA Taruna Nusantara. Ia merupakan salah satu dari 65 peserta yang lolos seleksi awal. Di sekolah ini Sudaryono mendapatkan pelatihan disiplin yang ketat, yang mengubah visi hidupnya. 

Sudaryono awalnya merasa minder karena menjadi satu-satunya anak dusun dari keluarga miskin di antara teman-temannya, yang mayoritas berasal dari kalangan mampu dan bahkan anak jenderal. Namun, rasa persaudaraan yang kuat di sekolah membantunya untuk bangkit dan percaya diri.

Sudaryono lulus dari SMA Taruna Nusantara dengan predikat lulusan terbaik. Dia kembali mendapatkan beasiswa, dan melanjutkan pendidikan S1 di National Defense Academy of Japan (2004–2009) dengan fokus pada teknik mesin dan pengembangan industri berteknologi tinggi.

Selama kuliah di Jepang, visi global Sudaryono terbentuk. Ia menyaksikan bagaimana warga di negara maju bekerja dengan disiplin dan efisien. Selain itu, ia juga belajar banyak tentang etos kerja keras ala Jepang serta penerapan teknologi canggih di berbagai bidang.

Setelah lulus dari National Defence Academy of Japan, Sudaryono melanjutkan studi S2 Manajemen Bisnis di Swiss German University (2015–2018). Setelah itu, ia melanjutkan studi S3 dan meraih gelar Doktor di IPB (2020-2023).

Perjalanan Karier Profesional

Sudaryono memulai karier profesionalnya pada tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy. Lalu, pada tahun 2018, ia mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai CEO Garuda TV. 

Di bawah kepemimpinannya, Garuda TV mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan peningkatan jumlah penonton sebesar 0,20 persen setiap bulan dan mencapai TV Share 0,70 persen pada Januari 2024.

Garuda TV kini telah berhasil menjangkau seluruh wilayah Indonesia, memperluas cakupan dan dampaknya di industri penyiaran. Pada tahun 2019, ia menjadi CEO PT Nusantara Telematics System dan menjabat sebagai Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020. 

Selain aktif di dunia profesional, Sudaryono juga aktif dalam berbagai organisasi sosial. Sejak 2021, ia menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera).

Dalam perannya, ia memberikan advokasi kepada pedagang terkait masalah pasar dan memberikan solusi bagi mereka yang terjebak utang modal dari rentenir.

Melalui APPSI dan Papera, lebih dari 36 ribu pedagang di seluruh Indonesia telah menerima bantuan modal untuk usaha mereka.

Salah satu inisiatif yang digagasnya adalah “Warung Juang,” yang diluncurkan pada 2022 bersama gerakan kerakyatan Prabowo Subianto. Konsep ini bertujuan untuk mendukung nasib wong cilik, khususnya pelaku UMKM, dengan menyediakan dana tanpa bunga dan tanpa riba. 

Di Jawa Tengah, lebih dari 7 ribu pedagang telah mendapatkan bantuan modal dari program ini, yang menghidupkan kembali semangat inovasi dan eksplorasi di kalangan pelaku usaha.

Karier Politik 

Setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang pada tahun 2010, Sudaryono kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. 

Pada tahun 2020, ia diangkat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra sebelum terpilih menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Sejak saat itu, karier politiknya terus berkembang. Hingga pada 18 Juli 2024 Sudaryono diangkat menjadi Wamentan di era Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju menggantikan Harvick Hasnul Qolbi.

Lalu, pada saat pengumuman daftar menteri Kabinet Merah Putih, nama Sudaryono kembali dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertanian periode 2024–2029.

Editor : Bayu Putra
#Kabinet Merah Putih #SUDARYONO #grobogan #Wakil Menteri Pertanian #prabowo gibran #doktor ipb #petani