Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Intip 16 Tradisi Unik Hari Buruh di Berbagai Negara, Ada Ritual Usir Ular dan Malam Penyihir!

Mohammad Maulana Iqbal • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi perayaan Hari Buruh 1 Mei Day di berbagai negara (Pexels)
Ilustrasi perayaan Hari Buruh 1 Mei Day di berbagai negara (Pexels)

JP Bogor - Setiap tanggal 1 Mei, masyarakat dunia memberikan penghormatan bagi para pekerja melalui peringatan Hari Buruh.

Selain sebagai bentuk refleksi sejarah, perayaan ini diwarnai oleh tradisi unik yang berbeda di setiap negara.

Melansir dari Tandem, Torch, dan Culturallyours, kemeriahan May Day bisa berupa pemberian bunga yang manis hingga festival api yang megah, membuktikan bahwa Hari Buruh adalah perpaduan antara perjuangan dan warisan budaya.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Sehari-hari Orang Cerdas Menurut Psikologi, Apakah Anda Memilikinya?

1. Skotlandia dan Irlandia: Festival Api Penyambut Musim Panas

Suku Celtic kuno meyakini bahwa matahari ditahan selama musim dingin, sehingga mereka menyalakan api unggun besar untuk menyambutnya kembali.

Festival ini dikenal sebagai Beltane, yang dalam bahasa Celtic berarti "hari api," dan dirayakan sebagai peralihan dari musim dingin ke musim panas.

Di Edinburgh, api unggun besar dinyalakan di atas bukit, sementara ada kepercayaan bahwa perempuan yang membasuh wajah dengan embun pagi di Arthur's Seat akan awet muda.

2. Jerman dan Skandinavia: Malam Penyihir dan Pesta Meriah

Malam sebelum tanggal 1 Mei dikenal sebagai Walpurgisnacht atau Hexennacht, yang dipercaya sebagai waktu para penyihir berkumpul merayakan pergantian musim.

Untuk mengusir para penyihir, warga setempat membuat keributan sebesar mungkin dan menyalakan api unggun besar di sekitar permukiman mereka.

Hingga kini, perayaan ini masih berlangsung di Jerman dan Skandinavia dengan pesta besar, api unggun, dan kostum-kostum meriah.

3. Rusia: Peringatan Hak-Hak Pekerja yang Tetap Relevan

Di Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet, tanggal 1 Mei masih menjadi hari libur yang sangat penting hingga saat ini.

Hari ini dirayakan sebagai penanda awal musim panas sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak para buruh.

Sering kali terdapat pawai dan demonstrasi yang menyuarakan solidaritas serikat pekerja maupun kritik terhadap sistem kapitalis.

4. Inggris: Tari Pita Mengelilingi Tiang Maypole

Di pedesaan Inggris, warga secara turun-temurun merayakan tanggal 1 Mei dengan menari mengelilingi tiang yang disebut Maypole.

Tiang tersebut dibuat dari pohon muda yang ditancapkan di tengah lapangan desa, dengan pita-pita warna-warni terikat di puncaknya.

Para pemuda mengambil masing-masing satu pita dan berputar mengelilingi tiang hingga membentuk pola-pola indah yang terjalin rapi.

5. Italia: Festival Musim Semi Penuh Seni dan Tradisi

Di kota Assisi, festival kuno bernama Calendimaggio dirayakan dengan mengenakan pakaian tradisional lengkap, termasuk pedang dan perisai bagi para pria.

Berbagai perlombaan digelar dalam festival ini, mulai dari berkuda, lomba panah, hingga pemilihan Madonna Primavera atau Ratu Musim Semi.

Selain itu, terdapat kompetisi menyanyi, arak-arakan siang dan malam, pesta makan, serta tarian bunga sebagai ungkapan syukur atas datangnya musim semi.

6. Hawaii: Hari Kalung Bunga Penuh Warna

Di Hawaii, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Lei Day, hari khusus untuk merayakan kalung bunga tradisional yang disebut lei.

Hampir seluruh warga kepulauan Hawaii mengenakan lei sebagai simbol semangat aloha yang menjadi jiwa budaya mereka.

Setiap pulau memiliki gaya lei yang berbeda, dan perayaannya diisi dengan demonstrasi pembuatan lei, konser musik, serta deretan stan makanan dan minuman.

7. Bulgaria: Ritual Perlindungan dari Ular

Legenda Bulgaria menyebutkan bahwa raja para ular keluar dari persembunyiannya setiap tanggal 1 Mei, membuat siapa pun yang bekerja di ladang berisiko tergigit.

Untuk menghindari bahaya tersebut, seluruh pekerja mengambil libur pada hari itu dan menyalakan api unggun untuk mengusir ular-ular tersebut.

Selain ritual perlindungan, warga juga merayakan kedatangan musim panas dengan berbagai bentuk perayaan komunal yang meriah.

8. Prancis: Bunga Keberuntungan yang Sudah Berusia Ratusan Tahun

Di Prancis, selain parade dan demonstrasi buruh yang rutin digelar sejak 1890, terdapat tradisi kuno yang masih lestari hingga sekarang.

Kebiasaan memberikan bunga Lily of the Valley kepada orang-orang tercinta sudah berlangsung sejak tahun 1561, ketika Raja Charles IX membagikannya kepada para perempuan di istananya.

Bunga ini dianggap sebagai simbol keberuntungan dan tanda musim semi, dan kini menjadi hadiah umum yang diberikan antarkeluarga maupun antarteman.

9. Finlandia: Vappu, Hari Raya Terbesar di Jalanan

Di Finlandia, tanggal 1 Mei dikenal sebagai Vappu dan masuk dalam empat hari raya terbesar sepanjang tahun, bersama Natal, Malam Tahun Baru, dan Midsummer.

Vappu adalah satu-satunya hari raya yang sepenuhnya dirayakan di jalanan, dengan piknik, pesta luar ruangan, dan berbagai kostum unik.

Perayaan dimulai sejak malam 30 April dengan minuman tradisional bernama sima, yakni sejenis minuman fermentasi ringan yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak sekalipun.

10. Republik Ceko: Bulan Penuh Cinta dan Tradisi Maypole

Di Republik Ceko, bulan Mei secara budaya dianggap sebagai bulan cinta, dan tanggal 1 Mei dirayakan dengan nuansa romantis yang kental.

Tradisi mendirikan tiang Maypole atau "májka" dilakukan pada 30 April, disertai dengan penyalaan api unggun yang dipercaya terhubung dengan ritual Beltane.

Pada tanggal 1 Mei, pasangan yang sedang jatuh cinta akan saling berciuman di bawah pohon yang sedang bermekaran sebagai ungkapan kasih sayang.

11. Portugal: Bunga Pelindung di Setiap Pintu Rumah

Di wilayah utara Portugal, warga memiliki kebiasaan unik memasang bunga kuning dari tanaman giesta di pintu dan gerbang rumah mereka.

Bunga yang disebut Maias ini dikumpulkan pada malam 30 April, dan harus dipasang sebelum tengah malam agar perlindungannya berlaku.

Ritual ini dipercaya mampu mengusir roh jahat, penyihir, dan pengaruh buruk dari rumah serta kendaraan milik keluarga.

12. Serbia: Berkemah dan Memasak di Alam Terbuka

Di Serbia, tanggal 1 Mei dirayakan dengan tradisi bernama Prvomajski uranak, yaitu pergi ke alam terbuka bersama keluarga atau komunitas.

Banyak orang bahkan berangkat sehari sebelumnya untuk berkemah semalam, menyalakan api unggun, dan memasak makanan dalam kuali besar atau memanggang daging bersama.

Hampir setiap kota di Serbia memiliki lokasi tradisional tersendiri untuk perayaan ini, yang biasanya berada di kawasan hijau di luar pusat kota.

13. Polandia: Majówka, Liburan Panjang yang Dinantikan

Di Polandia, tanggal 1 Mei adalah hari libur nasional yang kini dirayakan tanpa konotasi ideologis tertentu.

Karena berdekatan dengan Hari Konstitusi pada 3 Mei, kedua tanggal ini sering dijadikan satu dalam paket liburan panjang yang disebut Majówka.

Majówka secara tidak resmi dianggap sebagai tanda dimulainya musim barbekyu, dan banyak warga memanfaatkannya untuk bepergian ke luar kota.

14. Wales: Malam Api dan Sambutan Musim Subur

Di Wales, tanggal 1 Mei dikenal sebagai Calan Mai atau Calan Haf, yang sejajar dengan festival Beltane di wilayah Celtic lainnya.

Malam sebelumnya diisi dengan penyalaan api unggun, dan warga mengumpulkan bunga hawthorn serta berbagai bunga liar untuk menghiasi rumah mereka.

Pada hari perayaannya, warga mengadakan tarian musim panas dan menyanyikan lagu-lagu khas yang disebut May carols sebagai ungkapan syukur atas kesuburan alam.

15. Romania: Ritual Mistis Perlindungan Ladang dan Ternak

Di Romania, tanggal 1 Mei dikenal dengan nama Arminden dan diwarnai oleh kepercayaan-kepercayaan mistis yang berakar kuat dalam tradisi agraris.

Hari ini juga disebut ziua boilor atau hari sapi, di mana hewan-hewan ternak tidak boleh dipekerjakan agar pemiliknya tidak tertimpa sakit atau musibah.

Para wanita di pedesaan pantang bekerja baik di ladang maupun di rumah pada hari itu, demi menghindari datangnya badai dan hujan es yang merusak.

16. Estonia: Malam Walpurgis Menyambut Musim Semi

Di Estonia, tanggal 1 Mei disebut Kevadpüha atau Hari Musim Semi dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Perayaan paling meriah justru berlangsung pada malam sebelumnya, yang dikenal sebagai Volbriöö atau Malam Walpurgis.

Berbagai festival dan kegiatan tradisional digelar sepanjang malam hingga dini hari tanggal 1 Mei sebagai sambutan atas berakhirnya musim dingin.

Baca Juga: 12 Posisi Duduk Ini Ungkap Rahasia Kepribadian Anda, Mana yang Paling Sesuai?

Editor : Candra Mega Sari
#tradisi may day di berbagai dunia #may day #hari buruh #1 mei