Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Jangan Asal Kasih! Simak 8 Etika Memberi Angpao Imlek Menurut Tradisi

Shania Vivi Armylia Putri • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:30 WIB

Ilustrasi angpau Imlek (Dok. Freepik)
Ilustrasi angpau Imlek (Dok. Freepik)
JP Bogor - Siapa sih yang tidak senang dapat angpao saat Imlek? Tapi tahu tidak, tradisi ini sebenarnya lahir dari legenda hantu bernama Sui. Dulu, para orang tua memberikan amplop merah berisi delapan koin untuk melindungi anak-anak mereka. Kabarnya, koin itu berubah jadi peri yang siap menjaga mereka dari gangguan si hantu Sui.

Itulah alasan kenapa sampai sekarang kita masih suka berbagi angpao. Tapi, jangan cuma fokus pada isinya saja. Ada etika yang perlu kita jaga saat memberi angpao. Kalau salah langkah, niat berbagi hoki malah bisa hilang.

Agar tetap membawa berkah, yuk simak 8 etika memberi angpao yang dirangkum dari laman Sahabat Pegadaian dan China Highlights berikut ini.

1. Angpau Warna Merah

Saat Imlek, pemilihan warna angpau juga perlu diperhatikan. Warna merah, emas, dan kuning yang paling digunakan pada angpau. Warna-warna ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Hindari pemilihan warna hitam atau putih, karena keduanya identik dengan kematian.

2. Tulisan Bermakna Keberuntungan

Selain warna angpau, tulisan pada angpau juga perlu dipilih secara teliti. Tulisan pada angpau biasanya memuat kata-kata keberuntungan, kebahagiaan, kesehatan, serta panjang umur.  Kata-kata yang baik wajib dipilih sebagai doa dan harapan pada tahun baru bagi keluarga.

3. Nominal Genap

Berikan uang dengan nominal yang tepat. Jangan memberikan uang dengan nominal ganjil. Angka genap merupakan suatu hal yang diwajibkan saat memberikan angpau. Dalam tradisi tionghoa, angka paling beruntung adalah 8 sehingga, memberi angpau dengan nominal tersebut dianggap ideal dan dianggap paling beruntung.

4. Hindari Angka 4

Jangan pernah memberikan uang yang mengandung angka 4. Hal ini terjadi karena pengucapan angka 4 sangat mirip dengan kematian. Memberikan angpau dengan angka 4 dapat membawa petaka dan kesialan.

5. Selalu Gunakan Kedua Tangan

Saat anda hendak memberi, atau menerima hadiah selalu gunakan kedua tangan. Tradisi ini dipandang sebagai bentuk kesopanan dan penghormatan satu sama lain. Selain saat membagikan angpau, kebiasaan ini juga diterapkan saat membeli barang ataupun menerima kartu nama.

6. Pakai Uang Baru

Pastikan uang yang anda gunakan masih baru dan tidak kusut. Dalam tradisi tionghoa, memberikan uang dalam kondisi buruk dan robek dapat bermakna tidak sopan. Oleh karena itu, sebaiknya anda menyiapkan dan menukarkan uang baru sebelum Imlek tiba.

7. Jangan Buka Angpau di Depan Pemberi

Membuka angpau di hadapan pemberinya dianggap kurang sopan. Sebaiknya, simpan terlebih dahulu dan buka nanti karena angpau bersifat pribadi. Setelah anda sendiri, barulah angpau Imlek boleh dibuka.

8. Prioritaskan Anak-Anak

Pemberian angpau sebaiknya diprioritaskan untuk anak-anak. Selain itu, seseorang yang sudah menikah berkewajiban memberikan angpau kepada orang tuanya. Sementara mereka yang sudah mandiri finansial, tetapi belum menikah, pada umumnya masih berhak menerima angpau.

Editor : Candra Mega Sari
#etika #angpau imlek #imlek #aturan #angpau