Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kopi Bukan Lagi yang Utama, Ini 8 Alasan Mengapa Matcha Kini Jadi Favorit

M Shofyan Dwi Kurniawan • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:06 WIB
Ilustrasi Matcha. (Pexels)
Ilustrasi Matcha. (Pexels)

JawaPos.com – Dulu kopi jadi pilihan utama. Sekarang? Hampir di setiap kafe di kota besar, pasti ada yang menikmati segelas matcha hijau yang berbusa.

Tapi tren ini bukan cuma soal gaya hidup sehat yang Instagramable. Di baliknya, ada berbagai alasan psikologis yang cukup masuk akal—terutama untuk generasi yang hidup dalam tekanan, banyak tuntutan, dan sering kali kebanyakan mikir.

Berikut delapan alasan kenapa matcha kini jadi favorit, dilansir dari VegOut:

1. Energi Tetap Jalan, Tanpa Bikin Jantung Berdebar

Matcha mengandung kafein, tapi juga dibarengi dengan L-theanine—asam amino yang bantu otak tetap kalem meski tubuh aktif.

Kalau kopi bikin kamu waspada tapi kadang malah bikin gelisah, matcha memberi sensasi tenang tapi tetap fokus. Cocok banget buat kamu yang multitasking antara kerjaan, proyek sampingan, dan kondisi keuangan yang bikin mikir dua kali.

Menurut ahli saraf Dr. Andrew Huberman, L-theanine membantu menyeimbangkan efek kafein, memberikan energi yang stabil dan menenangkan. Jadi, “energi damai” itu nyata adanya.

2. Prosesnya Sama dengan Meditasi Mini

Beda dengan kopi instan, menyeduh matcha butuh perhatian: suhu air harus pas, pengocoknya khusus (chasen), dan ada teknik tersendiri dalam meraciknya.

Mungkin terdengar ribet, tapi justru proses ini membawa ketenangan.

Di tengah hidup yang penuh notifikasi dan daftar tugas tak berujung, membuat matcha bisa jadi momen hening. Gak harus jadi yogi untuk bisa mindful—kadang cukup fokus saat mengaduk bubuk teh.

3. Pesan Tersirat "Aku Sehat, Tapi Santai"

Minuman yang kamu pilih diam-diam mencerminkan dirimu.

Pesan matcha? Artinya kamu peduli kesehatan, tapi gak fanatik. Gaya hidup sehatnya soft, gak ekstrem, tapi ada usahanya.

Cukup satu kebiasaan kecil yang terasa cocok. Matcha memberikan ruang buat kamu jadi sehat versi dirimu sendiri.

4. Hijau yang Menyejukkan di Dunia Penuh Layar Biru

Tubuhmu bereaksi terhadap warna, meski kamu nggak selalu sadar. Hijau artinya menenangkan. Biru dari layar laptop dan ponsel diketahui bikin tegang.

Melihat warna hijau matcha saja sudah bisa memberi efek rileks. Ini seperti "detoks visual" di tengah dunia digital.

Studi membuktikan bahwa warna hijau dapat menurunkan stres dan memberikan rasa damai. Cocok buat kamu yang kesehariannya ditemani Excel, Zoom, dan berita dunia yang bikin geleng-geleng.

5. Selaras dengan Gaya Hidup yang Serba Terukur

Pakai jam pintar? Punya aplikasi buat meditasi atau cek kualitas tidur? Matcha cocok masuk ke rutinitas itu.

Satu cangkir matcha mengandung antioksidan, klorofil, dan energi yang lebih tahan lama. Semua manfaat ini tanpa perlu meal prep berjam-jam atau bikin smoothies ribet.

Psikolog menyebutnya quick win—langkah kecil yang bikin kamu merasa produktif. Saat dunia terasa sulit dikendalikan, hal kecil kayak minum matcha bisa bikin kamu merasa: “Ya udah, setidaknya gue ngelakuin sesuatu.”

6. Kode Rahasia Kaum Overthinker

Kalau dulu ajakan nongkrong itu “Ngopi, yuk”, sekarang jadi “Matcha, yuk?”

Matcha seperti kode tidak langsung, “Aku juga capek, aku juga butuh ketenangan.”

Obrolan kasual pun bisa berubah jadi diskusi soal podcast yang menenangkan, ASMR favorit, atau trik napas biar gak panik. Matcha jadi pintu masuk buat percakapan yang lebih tulus.

7. Harganya Bikin Kamu Lebih Menghargai Momen

Harus diakui, matcha bukan minuman murah.

Tapi harga yang agak tinggi justru bikin kamu menikmatinya lebih pelan-pelan. Lebih sadar, lebih menghargai.

Dalam psikologi, harga mahal sering kali memperkuat keterikatan emosional. Alias, kalau sudah keluar uang segitu, masa nggak dinikmati sepenuhnya?

8. Kontrol Kecil di Dunia yang Serba Gak Pasti

Kamu mungkin gak bisa mengatur ekonomi global, cuaca aneh, atau algoritma media sosial. Tapi kamu bisa pilih matcha dari Uji, Jepang. Mau ceremonial grade atau culinary grade, dicampur susu oat atau tidak, semua di tanganmu.

Pilihan kecil ini terasa berarti—karena hal besar di luar sana sering terlalu sulit dikendalikan.

Psikolog Martin Seligman bilang bahwa saat hidup terasa di luar kendali, kita butuh fokus ke hal-hal kecil yang masih bisa kita atur. Dan secangkir matcha bisa jadi salah satunya.

Pada akhirnya, matcha lebih dari sekadar tren atau pengganti kopi.

Di balik warna hijaunya yang menawan dan rasa yang khas, matcha adalah lambang pencarian: akan ketenangan, makna, dan kendali—di tengah hidup yang sering terasa tidak masuk akal.

Jadi kalau kamu merasa hidup terlalu cepat, terlalu ribut, dan terlalu random, mungkin kamu cuma butuh jeda. Dan secangkir matcha. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#favorit #psikologis #matcha #alasan