JP Bogor - Setiap insan yang lahir di dunia akan menghadapi saat kembali kepada Sang Khalik. Di dalam Islam, penghormatan terakhir kepada orang yang wafat bukan hanya dilakukan melalui pemakaman, tetapi juga dengan salat jenazah. Salat ini bisa diartikan sebagai doa khusus yang dipanjatkan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik bagi almarhum atau almarhumah.
Berbeda dari salat lima waktu, salat jenazah memiliki tata cara unik, sederhana, namun penuh makna. Inilah panduan lengkap tentang bagaimana kaum Muslimin melaksanakan salat jenazah bersumber dari sydneyislamisfunerals.org.au.
Sebelum menghadiri salat jenazah, umat Muslim dianjurkan untuk berwudu (bersuci), yang sebaiknya dilakukan dari rumah. Selain itu, hendaknya berpakaian bersih dan rapi, sebagai wujud penghormatan kepada jenazah dan kesucian tempat ibadah.
Di tempat pelaksanaan, jamaah akan berbaris dalam beberapa shaf (barisan), biasanya minimal tiga barisan. Laki-laki berdiri di barisan depan, sementara perempuan di barisan belakang. Imam akan berdiri di depan jamaah, sejajar dengan jasad jenazah yang terbaring menghadap kiblat.
1. Niat dalam Hati
Salat jenazah dimulai dengan niat yang diucapkan dalam hati. Niat ini menunjukkan bahwa kita melakukan salat ini semata-mata karena Allah SWT dan mendoakan kebaikan bagi jenazah. Tidak ada lafaz tertentu yang wajib, cukup dengan mengungkapkan niat dalam bahasa yang dipahami, misalnya:
"Saya niat salat jenazah karena Allah Ta’ala, dan mendoakan jenazah ini."
Salat jenazah terdiri dari empat kali takbir tanpa gerakan rukuk dan sujud. Berikut urutan bacaan dan doa di tiap takbirnya:
2. Takbir Pertama
Setelah imam mengucapkan "Allahu Akbar", jamaah mengikutinya. Biasanya, tangan diangkat ke telinga saat takbir pertama. Setelah itu, dibaca:
"A'udzu billahi minasy-syaithaanir-rajiim"
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)
Kemudian dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah, yang merupakan pembukaan dari kitab suci Al-Qur'an.
3. Takbir Kedua
Imam kembali mengucapkan takbir kedua, jamaah mengikuti. Setelahnya dibaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, yaitu:
"Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad, kamaa shollaita 'ala Ibrahima wa 'ala aali Ibrahima, innaka hameedum majeed. Allahumma baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad, kamaa baarakta 'ala Ibrahima wa 'ala aali Ibrahima, innaka hameedum majeed."
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat dan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
4. Takbir Ketiga
Setelah takbir ketiga, jamaah memanjatkan doa untuk jenazah. Doa ini dapat dibaca secara pribadi maupun dengan doa yang telah diajarkan, salah satunya:
"Allahummaghfir lihayyina, wa mayyitina, wa syahidina, wa ghaibina, wa saghirina wa kabirina, wa dzakarina wa untsana. Allahumma man ahyaytahu minna fa-ahyihi 'alal Islam, wa man tawaffaitahu minna fatawaffahu 'alal iman. Allahumma la tahrimna ajrahu wa laa tudhillana ba'dahu."
(Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup dan yang telah wafat di antara kami, yang hadir dan yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, yang laki-laki maupun yang perempuan. Ya Allah, siapa pun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah ia di atas Islam, dan siapa pun yang Engkau wafatkan dari kami, maka wafatkanlah ia di atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami sepeninggalnya).
5. Takbir Keempat
Setelah takbir terakhir, jamaah bisa berdoa secara pribadi dengan doa-doa kebaikan, atau hanya diam mengikuti imam.
6. Salam
Salat jenazah ditutup dengan salam ke kanan:
"Assalamu'alaikum wa rahmatullah".
Berbeda dengan salat fardhu, salam dalam salat jenazah biasanya hanya satu kali ke arah kanan.
Editor : Candra Mega Sari