Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Belanja Karena Lapar Mata? Ini 4 Langkah Praktis Menghindari Impulsive Buying

Talitha Sakha Althafah • Rabu, 7 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi Impulsive Buying. (Freepik)
Ilustrasi Impulsive Buying. (Freepik)

JP Bogor - Tak jarang kita membeli barang bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan karena sekadar keinginan sesaat. 

Sesekali belanja impulsif memang bisa dimaklumi, apalagi jika dianggap sebagai bentuk self-reward. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, bisa memicu kecanduan yang berujung pada masalah keuangan.

Dorongan untuk berbelanja tanpa perencanaan sering kali datang dari pengaruh lingkungan seperti rekomendasi teman, diskon menarik, konten influencer, atau iklan yang menggoda.

Bahayanya, saat berbelanja secara impulsif, kita cenderung mengabaikan batas anggaran dan menggunakan uang yang sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan penting. Di sinilah pentingnya memiliki pengelolaan keuangan yang bijak.

Ingat, uang Anda adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Sisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat karena kondisi tak terduga bisa datang kapan saja. Bila Anda ingin mulai menghindari kebiasaan belanja impulsif atau impulsive buying, berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:

1. Buat anggaran tiap bulan

Dengan membuat perencanaan keuangan, Anda bisa melacak ke mana sebagian besar uang Anda dialokasikan, apakah untuk kebutuhan atau sekadar keinginan. Sebelum keluar rumah, buat daftar belanja agar tidak mudah tergoda oleh promo atau paket bundling yang menggiurkan.

2. Bayar menggunakan uang tunai

Membayar secara tunai memberi kesan psikologis bahwa uang benar-benar sudah berkurang, sehingga membuat Anda lebih berhati-hati dan disiplin. Sebaliknya, pembayaran non-tunai sering membuat kita tergoda mengejar diskon atau poin loyalitas tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya.

3. Prioritaskan tujuan jangka panjang

Kebanyakan barang yang dibeli secara impulsif hanyalah hasil dari keinginan sesaat. Sebelum membeli, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan, tahan lama, dan bermanfaat dalam jangka panjang. Bayangkan bagaimana uang itu bisa lebih berguna di masa depan daripada habis untuk hal yang tidak esensial.

4. Berhenti mengikuti akun rekomendasi

Banyak orang tergoda membeli sesuatu setelah melihat gaya hidup influencer atau akun-akun rekomendasi produk. Jika konten tersebut justru membuat Anda merasa kurang atau iri, sebaiknya berhenti mengikutinya. Konsumsi konten tersebut hanya saat Anda benar-benar sedang mencari referensi barang yang dibutuhkan. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#belanja impulsif #uang #Impulsive Buying #keuangan