JP Bogor - Demam drama Korea atau drakor telah mendunia, tak terkecuali di luar negeri. Alur cerita yang menarik dan budaya Korea yang unik menjadi daya tarik utama.
Banyak orang di berbagai negara jatuh cinta dengan drakor, bahkan sampai rela begadang untuk menontonnya. Tidak hanya sekadar hiburan, pakar menyebut drakor punya dampak positif bagi kesehatan mental.
Dikutip dari Hindustan Times pada Jumat (14/2), seorang terapis Korea-Amerika, Jeanie Chang, menyatakan bahwa drakor mampu terhubung secara emosional dengan penonton. Cara drakor menggambarkan isu sulit seperti depresi dan kesedihan bisa mendorong penonton hadapi tantangan.
Drakor dinilai punya kekuatan penyembuhan karena alur cerita seperti sinetron yang membahas berbagai tema, mulai dari kesedihan mendalam hingga kebahagiaan cinta yang baru.
Menonton drakor dapat membantu seseorang terhubung kembali dengan emosi mereka sendiri. Selain itu juga memproses trauma, sehingga memberikan kekuatan penyembuhan yang melampaui konteks budaya.
Senada dengan Chang, psikiater Im Su-geun dari Seoul juga mengatakan bahwa drakor bisa jadi terapi seni. Drakor membantu individu yang alami masalah kecemasan dan depresi, seperti dikutip dari Sinar Daily.
Terapi seni sendiri adalah cara nonverbal untuk ekspresikan perasaan. Cara ini dinilai sangat baik dalam meningkatkan kesehatan mental seseorang secara keseluruhan.
Drakor juga disebut bisa memberi perspektif baru pada penontonnya. Hal ini dapat menumbuhkan nilai-nilai sehat dan berikan solusi untuk masalah mereka.
Menurut Psychology Today, drakor yang sebagian besar ditulis oleh perempuan dan ditujukan untuk penonton perempuan, menghadirkan narasi yang berfokus pada perspektif wanita. Berbeda dengan banyak kisah lainnya, termasuk dari Hollywood, yang cenderung menampilkan sudut pandang laki-laki.
Bagi Jeanie Chang yang lahir di Seoul dan besar di AS, drakor sangat membantunya terhubung kembali dengan akar budaya. Kesehatan mental adalah tentang bagaimana perasaan Anda dan berhubungan dengan orang lain.
Secara psikologis, otak dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk tontonan. Drakor menawarkan kisah yang menghibur sekaligus menyentuh emosi.
"Alur cerita yang menarik dan karya seni yang menakjubkan membawa penonton ke alam lain, menawarkan kelegaan singkat dari kesedihan dan kekhawatiran," kata pakar kesehatan mental Dr. Jyoti Kapoor, dilansir dari healthshots.com.
Tidak hanya itu, drakor juga sering mengangkat tema universal. Tema tersebut memberikan koneksi emosional bagi penonton dari berbagai latar belakang budaya.
Drakor juga dapat jadi bentuk terapi seni yang unik. Hal ini bantu individu memproses kesedihan dan trauma dengan cara yang lebih menyenangkan.
Popularitas global drakor yang meningkat selama pandemi juga jadi bukti. Drakor punya peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental banyak orang di dunia.
Gagasan bahwa menonton drakor secara berlebihan dapat membantu kesehatan mental mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi hal itu sejalan dengan ide psikoterapi yang sudah berusia puluhan tahun, kata seorang pakar.
"Menonton drama Korea dapat bermanfaat untuk mengatasi kecemasan dan depresi dari sudut pandang terapi seni," kata Im Su-geun, kepala klinik psikiatri di Seoul, dikutip dari ndtv.com.
Meski punya manfaat positif, pakar juga ingatkan pentingnya batasan. Menonton drakor boleh saja untuk relaksasi, tapi jangan lupakan aktivitas lain seperti sosialisasi dan olahraga.
Intinya, drakor bisa jadi tontonan yang menghibur sekaligus bermanfaat bagi kesehatan mental. Dengan catatan, tetap seimbangkan dengan aktivitas gaya hidup sehat lainnya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah