Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Jangan Anggap Remeh! Ini 7 Alasan Kenapa Kamu Mudah Lupa di Usia Muda

Nadia Aprilia Kurnia • Sabtu, 8 Februari 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi mudah lupa di usia muda
Ilustrasi mudah lupa di usia muda

JP Bogor - Pernahkah kamu merasa sering lupa meski usiamu masih muda? Kamu tidak sendirian! Lupa adalah masalah yang kerap terjadi, bahkan pada orang-orang yang masih dalam usia produktif. Mulai dari lupa janji dengan teman, kehilangan barang penting, hingga melupakan hal-hal kecil yang seharusnya sudah menjadi kebiasaan, semuanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Mudah lupa di usia muda bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari stres, kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang. Walaupun otak kita masih dalam tahap berkembang, ada beberapa kebiasaan yang tanpa kita sadari, bisa memperburuk daya ingat kita.

Jangan biarkan masalah ini semakin berlarut-larut, karena dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa mengatasi dan memperbaiki daya ingatmu. Kini saatnya untuk mulai peduli dengan kesehatan otak dan menjaga agar daya ingat tetap optimal, bahkan di usia muda sekalipun. 

Dilansir dari laman Embrace U, di usia remaja hingga dewasa sering kali kita mengalami lupa akan sesuatu yang kecil maupun kejadian besar ternyata kebiasaan ini tidak bisa dianggap remeh, karena ada alasan kenapa kamu mudah lupa di usia muda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dan temukan tips-tips yang bisa membantumu mengatasi masalah lupa agar kamu bisa lebih fokus dan produktif.

1. Stres

Otak manusia memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi dalam satu waktu, sehingga ketika seseorang mengalami tekanan yang berlebihan akibat terlalu banyak tugas atau tanggung jawab, beberapa detail penting bisa terlewat begitu saja. Kondisi ini terjadi karena stres dapat mengganggu fungsi kognitif, terutama dalam hal konsentrasi dan menjadi mudah lupa.

Dengan demikian, mengelola stres dengan baik bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mental secara keseluruhan, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan daya ingat dan konsentrasi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Menunda beberapa aktivitas yang tidak mendesak, membuat daftar prioritas, serta menerapkan manajemen waktu yang baik dapat membantu mengurangi tekanan mental.

2. Pola Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan tidak sehat dapat berdampak besar pada fungsi otak, terutama dalam hal daya ingat dan konsentrasi karena otak membutuhkan nutrisi yang cukup dan tidur yang berkualitas agar dapat bekerja secara optimal. Pola makan yang tidak seimbang, seperti terlalu banyak mengonsumsi junk food yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, dapat menghambat aliran darah ke otak serta mengurangi kinerjanya dalam menyimpan dan mengolah informasi. 

Selain itu, kurang tidur juga merupakan faktor utama mudah lupa di usia muda yang kamu alami. Agar daya ingat tetap tajam, sangat disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan antioksidan, omega-3, serta vitamin dan mineral yang mendukung fungsi otak. 

3. Masalah Kesehatan

Gangguan pada kelenjar tiroid, misalnya, dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada energi, suasana hati, serta kemampuan otak dalam memproses informasi. Sementara itu, penyakit jantung bawaan dapat mengganggu aliran darah ke otak, yang berakibat pada kurangnya oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga daya ingat tetap optimal. 

Apabila kamu mudah lupa sesuatu yang disertai dengan gejala lain seperti kegelisahan yang berlebihan, kelelahan yang tidak wajar, munculnya ruam pada kulit, gangguan tidur, atau detak jantung yang tidak teratur seperti terlalu cepat atau berdebar, maka penting untuk mencatat dan melacak gejala tersebut. 

4. Efek Samping Obat

Efek samping dari pengobatan tertentu dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya daya ingat dan fungsi kognitif seseorang. Beberapa jenis obat, seperti obat penenang, antidepresan, serta obat tekanan darah, diketahui dapat mempengaruhi sistem saraf dan cara kerja otak dalam menyimpan serta mengolah informasi.

Jika kamu mulai mudah lupa karena efek samping obat cobalah untuk mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter. Namun selama pemakaian obat secara wajar dan pola lupa yang tidak mengganggu aktifitas, kamu tidak perlu khawatir selama masih dalam pengawasan dokter.

5. Alkohol

Penggunaan zat seperti alkohol, ganja, dan zat terkontrol lainnya dapat berdampak negatif pada fungsi otak, terutama dalam hal daya ingat dan konsentrasi. Alkohol, misalnya, dapat mengganggu fungsi hippocampus bagian otak yang bertanggung jawab atas pembentukan memori, sehingga menyebabkan kesulitan dalam menyimpan dan mengingat informasi.

Semakin lama seseorang menggunakan zat-zat ini, semakin besar risiko mereka mengalami gangguan memori yang lebih serius, termasuk penurunan kognitif yang permanen. Oleh karena itu jika kamu sudah ada tanda mudah lupa di usia muda, menghentikan penggunaan zat-zat tersebut secepat mungkin merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif. 

6. Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin, terutama vitamin B1 (tiamin) dan B12 (kobalamin), dapat berdampak serius pada fungsi otak dan daya ingat seseorang menjadi mudah lupa di usia muda, kedua vitamin ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf serta mendukung proses kognitif. Dengan memastikan asupan vitamin yang cukup, seseorang dapat menjaga kesehatan otaknya dan mengurangi risiko gangguan daya ingat di kemudian hari.

Jika kamu menemukan gejala mudah lupa, kebingungan, atau kelelahan tanpa sebab yang jelas, mereka sebaiknya segera menemui dokter untuk menjalani tes darah guna memeriksa kadar vitamin dalam tubuh. Jika ditemukan defisiensi, dokter dapat merekomendasikan suplemen atau perubahan pola makan yang lebih seimbang, seperti meningkatkan konsumsi makanan kaya vitamin B1 (biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak) dan B12 (daging, ikan, produk susu, dan telur).

7. Neurodivergen

Istilah yang merujuk pada variasi perkembangan saraf yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, belajar, dan berinteraksi dengan dunia. Beberapa kondisi neurodivergen, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan disleksia, dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat informasi atau mengolahnya dengan cara yang sama seperti orang neurotypical. 

Jika kamu mudah lupa mengalami kondisi ini, beberapa teknik yang dapat membantu meningkatkan daya ingat bagi individu neurodivergen antara lain penggunaan alat bantu visual seperti catatan tempel atau pengingat digital, membangun rutinitas yang konsisten, serta menggunakan teknik pembelajaran multisensori yang menggabungkan suara, gambar, dan gerakan untuk memperkuat pemahaman.

Editor : Candra Mega Sari
#kebiasaan #mudah lupa di usia muda #penyebab #tips