Melansir dari Uncovering Counseling, perasaan kekurangan waktu seringkali bukan sekadar masalah individu, tetapi juga cerminan dari tuntutan dan ekspektasi orang lain dan kondisi mental diri kita.
Tekanan dari lingkungan sekitar dan kondisi psikologis berdampak pada persepsi dan penggunaan waktu kita. Menghadapi tuntutan berlebihan dan ekspektasi yang dibebankan kepada kita membuat kita menjadi cemas berlebih.
Seperti seseorang yang harus membawa pekerjaan dari kantor ke rumah dan melupakan waktu untuk beristirahat. Atau bahkan masalah kesulitan mengatur waktu ketika bekerja dari rumah, sebab sulit membagi proporsi antara waktu kerja dan waktu pribadi.
Melansir dari Healthline, kondisi tersebut dapat disebut dengan time anxiety atau kecemasan terhadap waktu. Kecemasan ini terjadi ketika anda mengalami ketakutan bahwa anda tidak mencapai cukup atau bahkan merasa membuang waktu-waktu yang berharga.
Tenggelam dalam kecemasan karena tekanan membuat anda terus tenggelam ke dalam pekerjaan dan melupakan batas waktu dalam bekerja, sehingga tidak tersisa waktu untuk anda sendiri.
Adapun dampak yang dapat terjadi karena anda merasa kekurangan waktu karena kecemasan dan tekanan sosial, di antaranya:
- Merasa bersalah jika tidak terus menerus produktif atau memenuhi semua tuntutan.
- Kehilangan fokus dan konsentrasi karena interupsi tekanan lingkungan sekitar.
- Kelelahan mental dan fisik akibat beban kerja dan tanggung jawab yang berlebihan.
- Penurunan kualitas hidup karena kurangnya waktu untuk istirahat, relaksasi, dan aktivitas yang disukai.
- Kegelisahan dan panik karena mendapati bahwa anda merasa tidak cukup waktu untuk menyelesaikan tugas.
- Terdengar berlawanan, ketakutan tidak memiliki cukup waktu dapat menyebabkan penundaan. Sebab, anda merasa bahwa begitu banyak hal yang harus dikerjakan dalam waktu yang sangat sedikit.
Yang menjadi masalah adalah kapan sebuah tekanan sosial yang mulanya bertujuan untuk menjadi tantangan meningkatkan produktivitas menjadi penyebab masalah psikologis tentang kekurangan waktu?
Masih dari sumber Uncover Counseling, batasannya terletak pada intensitas, frekuensi, dan dampak yang ditimbulkan. Tekanan sosial menjadi masalah besar ketika mulai mengubah cara kita memandang dan menggunakan waktu, sehingga menghambat produktivitas.
Alih-alih mendorong kita untuk berprestasi lebih baik, tekanan yang berlebihan justru membuat kita merasa terbebani dan tidak realistis dalam menetapkan tujuan. Untuk itu, meski sering terjadi secara tidak disadari, anda perlu mengetahui dampak ketika hal tersebut sudah mengganggu performa dan produktivitas.
Demikian, tekanan sosial dan psikologis dapat menjadi faktor utama penyebab perasaan kekurangan waktu, meninggalkan rasa frustasi, kelelahan, dan penurunan kualitas hidup.
Anda harus menyadari bahwa anda berhak memiliki waktu untuk diri sendiri dan beristirahat. Bicaralah dengan orang yang anda percaya untuk memproses emosi yang terjadi dan mendapatkan perspektif yang objektif.
Editor : Candra Mega Sari