Apa yang Menyebabkan Rasa Gatal Itu?
Tubuh manusia ternyata lebih sensitif terhadap gigitan nyamuk dibandingkan dengan gigitan serangga lainnya. Reaksi tubuh terhadap air liur nyamuk yang masuk ke kulit menjadi penyebab munculnya gejala akibat gigitan nyamuk.
Nyamuk betina yang menggigit, dan saat itu air liurnya ikut masuk ke dalam kulit. Protein dalam air liur itulah yang menyebabkan reaksi dan rasa gatal. Penelitian juga menunjukkan bahwa tubuh manusia memang sensitif terhadap beberapa protein yang ada dalam air liur nyamuk. Protein seperti triptase dan leukotrien ini bisa langsung memicu rasa gatal. Sistem kekebalan tubuhpun menganggap protein tersebut sebagai zat asing dan memicu reaksi dengan melepaskan histamin yang menimbulkan peradangan dan rasa gatal.
Histamin dan Proses Gatal
Histamin yang dilepaskan tubuh berperan untuk melawan peradangan dan menyebabkan rasa gatal pada area gigitan. Protein dalam air liur nyamuk itu dianggap asing oleh tubuh, yang kemudian menimbulkan reaksi kekebalan tubuh. Inilah yang menyebabkan iritasi pada kulit akibat gigitan serangga.
Baca Juga: Masih Sering Mandi Malam? Ada 7 Bahaya Kesehatan yang Perlu Diwaspadai, Kenali Mitos dan Faktanya
Menggaruk: Kenapa Bisa Membuat Gatal Semakin Parah?
Menggaruk gigitan nyamuk bisa jadi bumerang. Rasanya memang mengasyikkan sesaat, tetapi itu justru bisa memperburuk rasa gatal. Ketika menggaruk, histamin yang ada di kulit bisa terlepas lebih banyak, dan itu bisa menyebarkan alergen lebih jauh di bawah kulit. Akibatnya, bentolnya bisa semakin membesar dan gatalnya semakin parah.
Selain itu, jika menggaruk sampai berdarah, risiko infeksi kulit bisa meningkat. Menggaruk bisa membuka kulit dan memperburuk rasa sakit atau gatal, bahkan bisa menyebabkan infeksi bakteri seperti pyoderma atau selulitis.
Mengapa Gatal Semakin Parah di Malam Hari?
Ternyata, rasa gatal akibat gigitan nyamuk memang lebih terasa di malam hari. Tidak, itu bukan bayangan. Gigitan nyamuk cenderung lebih gatal setelah matahari terbenam.
1. Peran Kortisol dalam Rasa Gatal
Kortisol adalah hormon yang berfungsi untuk melawan peradangan. Pada gigitan nyamuk, hormon inilah yang bertugas meredakan peradangan yang menyebabkan rasa gatal. Ketika kadar kortisol rendah, rasa gatalpun semakin meningkat. Sebagian besar orang merasa lebih gatal di malam hari karena kadar kortisol yang lebih tinggi di pagi hari, ditambah dengan berkurangnya gangguan saat menjelang tidur. Kadar kortisol yang lebih rendah di malam hari, ditambah dengan kurangnya gangguan, membuat rasa gatal semakin parah.
2. Aliran Darah yang Meningkatkan Rasa Gatal
Selain kortisol, ada faktor lain yang juga menyebabkan gatal lebih parah di malam hari, yaitu peningkatan aliran darah ke kulit. Ketika kita tidur, tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit untuk melepaskan panas dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. Sayangnya, aliran darah yang lebih banyak ini justru menambah sensasi gatal.
3. Fluktuasi Hormon di Malam Hari
Selain kortisol, tubuh juga mengeluarkan hormon anti-peradangan seperti kortikosteroid yang berfungsi untuk memperbaiki kerusakan jaringan selama siang hari. Hormon-hormon ini berfluktuasi saat kita tidur, yang mempengaruhi bagaimana tubuh merespons rasa gatal.
4. Kecemasan atau Depresi Memperburuk Rasa Gatal
Bagi sebagian orang yang susah tidur, kecemasan atau depresi bisa memperburuk persepsi terhadap rasa gatal. Gangguan mental ini bisa memperburuk rasa gatal dan memperpanjang waktu yang dihabiskan untuk menggaruk.
Faktor yang Menarik Nyamuk
Kenapa beberapa orang lebih sering digigit nyamuk? Beberapa faktor berikut ini bisa jadi penyebabnya:
- Bau tubuh alami, seperti keringat dan bau badan
- Parfum atau wewangian tubuh
- Warna pakaian (nyamuk lebih tertarik pada pakaian gelap di siang hari)
- Suhu tubuh yang tinggi
- Kehamilan
- Golongan darah (terutama golongan darah O)
- Mengonsumsi alkohol
Apakah Reaksi Gigitan Nyamuk Berbeda pada Setiap Orang?
Reaksi terhadap gigitan nyamuk memang bervariasi. Sebagian orang mungkin hanya merasakan bentol merah, gatal, dan bengkak, sementara sebagian lainnya bisa mengalami reaksi lebih parah, seperti pembengkakan ekstrem atau lepuhan.
Setiap orang bereaksi berbeda terhadap gigitan nyamuk. Beberapa orang mungkin hanya mengalami reaksi ringan, sementara lainnya bisa merasakan pembengkakan atau bahkan rasa sakit yang lebih hebat. Reaksi ini dipengaruhi oleh kepekaan sistem kekebalan tubuh masing-masing. Kondisi tertentu seperti HIV atau kanker darah bisa memperburuk reaksi terhadap gigitan nyamuk. Selain itu, anak-anak atau orang yang baru pertama kali digigit nyamuk juga lebih rentan mengalami reaksi yang lebih kuat.
Cara Mencegah Gigitan Nyamuk
Cara terbaik untuk menghindari rasa gatal akibat gigitan nyamuk adalah dengan mencegahnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Hindari keluar pada waktu puncak nyamuk, yaitu fajar dan senja
- Kenakan pakaian panjang, seperti lengan panjang dan celana panjang
- Gunakan pengusir nyamuk berbahan kimia
- Perbaiki atau ganti layar jendela di rumah
- Buang genangan air di sekitar rumah
Perawatan untuk Gigitan Nyamuk
Jika sudah terlanjur digigit nyamuk, coba beberapa cara berikut untuk meredakan gejalanya:
- Angkat area yang digigit dan kompres dengan es untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
- Gunakan salep anti-gatal yang dijual bebas.
- Cuci lepuhan atau bentol dengan sabun dan air, tanpa memecahkannya.
- Gunakan steroid topikal atau antihistamin oral jika rasa gatal berlanjut.
- Segera konsultasikan dengan dokter jika pembengkakan memburuk atau muncul infeksi.