Ketindihan atau sleep paralysis adalah kondisi di mana seseorang terbangun dari tidur namun tubuhnya masih dalam keadaan lumpuh sementara, dan hal ini sebenarnya cukup umum terjadi dan jarang mengakibatkan masalah serius. Namun, ketindihan terkadang menjadi salah satu gejala narkolepsi, yakni gangguan tidur yang mengakibatkan penderitanya tidak mampu mengontrol rasa kantuk.
Fakta yang terjadi ketika seseorang mengalami kondisi ketindihan adalah karena mekanisme otak dan tubuh yang tidak berjalan selaras. Jika dirinci lebih dalam, sleep paralysis terjadi dua fase rapid movement yakni kondisi seseorang bersiap untuk tidur dan tubuh menjadi rileks serta detak jantung dan nafas melambat, fase kedua yakni non-rapid eye movement yakni fase dimana seseorang mulai bermimpi yang mengakibatkan saraf parasimpatis dan memerintahkan otot berhenti berkontraksi. Hal inilah yang membuat tubuh tidak dapat bergerak saat tiba-tiba terbangun.
Dilansir dari laman resmi siloamhospitals.com penyebab terjadinya sleep paralysis antara lain:
- Waktu tidur yang tidak cukup
- Stres berat
- Gangguan mental seperti depresi, bipolar, atau anxiety disorder
- Konsumsi obat-obatan tertentu
- Kebiasaan merokok
- Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman
- Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan
Setiap orang sebenarnya memiliki kemungkinan mengalami ketindihan. Tidak ada perbedaan antara pria maupun wanita. Ada yang mengalami ketindihan 1-2 kali saja seumur hidup, tetapi ada juga yang mengalaminya beberapa kali dalam satu bulan bahkan lebih sering.
Meski demikian, dilansir dari alodokter.com ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah sleep paralysis antara lain:
- Memastikan waktu tidur yang cukup, yaitu sekitar 6-8 jam setiap malamnya
- Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman
- Menghentikan penggunaan gawai minimal 1 jam sebelum tidur
- Membiasakan diri untuk tidur dan bangun pada jam yang sama dan teratur setiap harinya
Dengan menerapkan pola hidup sehat juga membantu mengurangi resiko terjadinya ketindihan. Seperti olahraga dengan rutin, mengurangi konsumsi kafein dan minuman beralkohol, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Kelumpuhan saat tidur umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, periksakan diri ke dokter jika snda merasa cemas, lemas sepanjang hari, atau tidak tidur semalaman. Dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan dengan pengawasan. Meski begitu, jika ketindihan terus terjadi dan dirasa sangat mengganggu, konsultasikan ke Dokter agar anda mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Editor : Candra Mega Sari