Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

8 Kejaiban Intermittent Fasting: Mulai dari Turunkan Berat Badan hingga Dukung Pertumbuhan Sel Otak

Muhamad Kafien Nibras • Selasa, 31 Desember 2024 | 19:30 WIB
Intermittent fasting
Intermittent fasting

JP Bogor – Kini, istilah intermittent fasting banyak digunakan di sosial media sebagai salah satu upaya menurunkan berat badan. Namun apa sebenarnya intermittent fasting?

Intermittent fasting merupakan pola makan yang dilakukan dengan cara mengganti periode makan dengan periode puasa. Terdapat banyak tipe-tipe intermittent fasting, seperti metode 16:8, yaitu 16 jam periode puasa dan 8 jam periode makan, atau 5:2, yaitu periode 5 hari makan seperti biasa dan 2 hari dengan asupan kalori dibatasi hanya 500-600 sehari.

Dengan melakukan intermittent fasting, kamu dapat mendapatkan efek yang baik bagi tubuh, seperti meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan dalam tubuh, hingga membakar lemak berlebih.

Manfaat Intermittent Fasting

Berikut manfaat yang dapat kamu dapatkan dengan intermittent fasting:

1. Mengubah fungsi hormon, sel, dan gen

Saat kamu berpuasa, beberapa perubahan terjadi di dalam tubuhmu. Sebagai contoh yaitu ketika berpuasa, tubuh akan mengubah kadar hormonmu, membuat lemak yang disimpan tubuh menjadi lebih mudah digunakan dan tubuh akan mulai proses perbaikan sel yang penting.

Oleh karena itu, dengan melakukan intermittent fasting, tubuh kamu dapat melakukan perubahan seperti berikut:

2. Dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak visceral

Banyak yang mencoba intermittent fasting sebagai usaha dalam menurunkan berat badan. Biasanya, intermittent fasting dapat membuat kamu makan lebih sedikit.

Puasa jenis ini juga dapat mendorong produksi HGH, menurunkan kadar insulin dalam darah dan meningkatkan norepinefrin, yang semuanya dapat membantu tubuh membakar lemak yang disimpan dan menggunakannya sebagai energi.

3. Dapat menurunkan resistensi insulin, mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2

Intermittent fasting telah terbukti memiliki manfaat besar terhadap resistensi insulin, menurunkan kadar gula darah secara signifikan dan membantu mencegah diabetes tipe 2.

4. Dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan di tubuh

Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam penuaan dan berbagai penyakit kronis lain. Stres oksidatif terjadi ketika radikal bebas berinteraksi dan merusak molekul tubuh lain, seperti protein dan DNA.

Menurut sebuah studi di tahun 2018, intermittent fasting dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap stres oksidatif. Studi lainnya yang dilakukan di tahun 2019 juga menunjukkan hasil positif bagi intermittent fasting, karena dapat membantu melawan peradangan dalam tubuh, salah satu penyebab utama bagi penyakit-penyakit lainnya.

5. Dapat membantu kesehatan jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia saat ini. Dengan intermittent fasting, beberapa resiko faktor yang biasa dikaitkan dengan kesehatan jantung, dapat diatasi, seperti:

6. Dapat membuat beberapa proses perbaikan sel

Saat kamu puasa, sel dalam tubuh akan memulai proses autofagi, dimana sel membuang zat yang tidak berguna. Saat proses ini terjadi, sel tubuh akan memecah dan memetabolisme protein yang rusak dan tidak berfungsi yang menumpuk di dalamnya seiring berjalannya waktu. Meningkatkan autofagi dapat mencegah beberapa penyakit, seperti kanker dan alzheimer.

7. Dapat Membantu mencegah kanker

Kanker terjadi apabila sel tumbuh tidak terkontrol. Dengan berpuasa, tubuh dapat mendapatkan beberapa manfaat yang dapat mengurangi resiko kanker.

Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa melakukan intermittent fasting atau pola makan mirip puasa dapat membantu mencegah kanker.

Akan tetapi, penelitian yang dilakukan pada manusia masih mengeluarkan hasil yang belum konsisten, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek intermittent fasting terhadap resiko kanker.

Meskipun begitu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat mengurangi efek samping kemoterapi dalam beberapa kasus.

8. Bermanfaat untuk otak

Dengan intermittent fasting, otak juga dapat mendapatkan manfaat yang baik, seperti:

Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa dengan intermittent fasting dapat meningkatkan pertumbuhan sel otak baru, yang dapat memberikan efek baik bagi fungsi otak.

Berpuasa juga meningkatkan kadar hormon BDNF (brain-derived neurotrophic factor) kekurangan hormon ini dapat memberi pengaruh terhadap depresi dan beberapa masalah otak lainnya.

Tak hanya itu, penelitian juga mengatakan bahwa intermittent fasting dapat membantu melindungi kerusakan pada otak yang disebabkan stroke. 

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#menurunkan berat badan #otak #Intermittent fasting #kesehatan