Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Panduan Puasa Rajab: Kapan, Niat, Tata Cara, dan Keistimewaannya

Muhamad Kafien Nibras • Selasa, 31 Desember 2024 | 18:30 WIB

Ilustrasi Puasa Rajab
Ilustrasi Puasa Rajab

JP Bogor – Tanggal 1 Januari 2025 rupanya bertepatan dengan 1 Rajab 1446 H. Bersama bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang diistimewakan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36, menjelaskan keistimewaan bulan haram:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Dengan arti:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."

Bulan Rajab berada pada urutan ketujuh dalam kalender Hijriah. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak sedekah, zikir, menjaga baik silaturahmi dengan sesama, dan menjalankan puasa sunah yaitu puasa Rajab. 

Keistimewaan Puasa Rajab

Melansir situs Nahdlatul Ulama, berikut keistimewaan melaksanakan sunah puasa Rajab:

1. Satu hari puasa lebih utama dibanding berpuasa 30 hari di bulan-bulan biasa lain

Dalam kalender Hijriah, terdapat empat bulan haram yang dianggap mulia. Hanya dengan berpuasa 1 hari saja di bulan haram seperti Rajab akan lebih utama dibandingkan puasa sebanyak 30 hari di bulan-bulan biasa (bukan bulan haram). Seperti yang dijelaskan oleh hadis yang dikutip Imam Al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulumiddîn (juz 3, h. 431):

  صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام  

Dengan arti: "Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram."

2. Mendapatkan balasan pahala berlipat ganda

Dalam kitab yang sama, Imam Al-Ghazali juga mengutip satu hadis lain yang menyebutkan bahwa bagi seseorang yang berpuasa tiga hari di bulan haram seperti bulan Rajab, yakni di hari Jumat dan Sabtu, maka akan mendapatkan balasan pahala berkali-kali lipat besarnya.

 من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام 

Dengan arti:  "Barang siapa berpuasa selama tiga hari dalam bulan haram, hari Jumat, dan Sabtu, maka Allah balas setiap satu harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun."

Disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu ‘Asakir dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi saw bersabda:

 من صام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب له عبادة سبعمائة سنة

Dengan arti: "Barang siapa berpuasa di bulan haram pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka baginya dicatat seperti beribadah 700 tahun."

3. Dianugerahi minuman dari sungai di surga

Dalam hadis riwayat Imam al-Baihaqi dari Anas bin Malik, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْراً يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضاً مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ العَسَلِ، مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْماً وَاحِداً سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ 

Dengan arti: "Sesungguhnya di surga ada sungai yang disebut dengan sungai ‘Rajab.’ Airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai tersebut."

4. Dijauhkan dari api neraka

Dalam hadis riwayat Imam al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda:

من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ، ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ، ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ، ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات 

Dengan arti: "Barang siapa berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka dia seperti berpuasa sebulan. Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab selama tujuh hari, maka tujuh pintu neraka ditutup untuknya. Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak delapan hari, maka delapan pintu surga dibuka untuknya. Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak sepuluh hari, maka keburukannya diganti kebaikan."

Niat Puasa Rajab

Seperti puasa pada umumnya, waktu niat puasa Rajab dilakukan pada malam hari. Berikut niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Dengan arti: "Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ."

Namun apabila lupa mengucapkannya pada malam hari, maka boleh niat di siang hari, yaitu dari pagi hari hingga azan zuhur berkumandang, sebelum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.  

 Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Rajab hari ini, sunah karena Allah ta’âlâ."

Tata Cara Puasa Rajab

Cara melakukan puasa Rajab tidak terlalu berbeda dengan puasa sunnah lain. Berikut tata cara puasa Rajab:

  1. Lakukan sahur atau makan di malam hari sebelum adzan subuh berkumandang
  2. Baca niat puasa Rajab
  3. Tahan lapar, haus, dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa hingga adzan magrib berkumandang
  4. Berbuka saat waktu tiba

Meskipun tidak ada aturan khusus mengenai hari dilaksanakannya puasa Rajab, terdapat beberapa hari yang dianjurkan, yaitu 3 hari di awal bulan, ayyâmul bîdh (13, 14, 15), atau hari Senin, Kamis, dan Jumat:

  1. Puasa awal bulan - 1 Rajab 1446 H (Rabu, 1 Januari 2025)
  2. Rajab 1446 H (Kamis, 2 Januari 2025)
  3. Rajab 1446 H (Jumat, 3 Januari 2025)
  4. 13 Rajab 1446 H (Senin, 13 Januari 2025)
  5. 14 Rajab 1446 H (Selasa, 14 Januari 2025)
  6. 15 Rajab 1446 H (Rabu, 15 Januari 2025)

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#niat #puasa sunah #tata cara #puasa rajab #keistimewaan