Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

6 Penyebab di Balik Perilaku Anak yang Sering Melawan Orang Tua, Salah Satunya Pola Asuh Otoriter

Alfi Yuda • Rabu, 5 Februari 2025 | 13:45 WIB

Ilustrasi anak melawan orang tua
Ilustrasi anak melawan orang tua
JP Bogor - Tidak jarang kita melihat anak-anak yang tidak menuruti keinginan orang tua atau bahkan melawan. Fenomena ini cukup umum terjadi di banyak keluarga dan sulit dihindari.

Menurut laman KidsHealth.org, konflik ini sebenarnya merupakan bagian dari perubahan alami dalam hubungan orang tua dan anak, terutama saat anak mulai memasuki fase pubertas.

Masa transisi ini biasanya dimulai sejak usia pra-remaja, sekitar 9 tahun, ketika anak mulai mencari identitas diri dan ingin lebih mandiri. Meskipun wajar terjadi, perilaku melawan tetap dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang jika dibiarkan berlarut-larut.

Situasi ini juga menciptakan ketegangan yang dapat memengaruhi hubungan antara kedua belah pihak. Dilansir dari laman LifeOverCoffee.com, anak adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada orang tua. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu mengingat betapa berharganya peran mereka dalam kehidupan sang anak.

Menjadi orang tua bukan hanya tentang memberikan aturan atau mendidik, tetapi juga tentang membimbing dengan kasih sayang dan pengertian. Ingatlah bahwa setiap tantangan dalam hubungan keluarga adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama, meski perilaku anak melawan kepada orang tua membuat frustrasi.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa anak-anak cenderung melawan orang tua. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang tua.

1. Orang Tua Sering Marah

Orang tua boleh sesekali memarahi anak, namun perlu diingat bahwa cara memarahi anak harus dilakukan dengan hati-hati. Hindari menggunakan teriakan atau kekerasan fisik yang dapat melukai perasaan anak.

Jika orang tua terlalu sering marah, dampaknya bisa sangat buruk, seperti trauma, gangguan perkembangan anak, atau membuat anak menjauh dari orang tua.

Oleh karena itu, orang tua perlu lebih bijaksana dalam mengelola emosi agar hubungan tetap harmonis.

2. Tidak Memahami Kondisi Anak

Sebelum memberikan perintah, orang tua sebaiknya lebih peka terhadap kondisi anak. Apakah anak sedang lelah atau sibuk dengan kegiatan lain?

Jika anak tampak lelah atau sedang terfokus pada sesuatu, orang tua sebaiknya menunda perintah atau instruksi. Memberi perintah ketika situasi tidak kondusif justru dapat memicu perlawanan. 

Jika keadaan mendesak, orang tua bisa menyampaikan permintaan dengan bahasa yang lembut dan tidak terkesan memaksa.

3. Komunikasi Kurang Tepat

Komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak sering kali menjadi penyebab utama anak melawan.

Beberapa faktor yang dapat memicu hal ini adalah penggunaan kata-kata yang kurang tepat, intonasi yang salah, kebiasaan orang tua yang sering menyalahkan anak, atau percakapan yang tidak nyambung akibat perbedaan generasi.

Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, anak bisa merasa tidak dihargai, yang akhirnya mendorong mereka untuk melawan.

4. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh yang otoriter, dimana komunikasi hanya berlangsung satu arah dari orang tua ke anak, bisa membuat anak merasa tidak didengar dan kurang dihargai.

Ketika orang tua jarang atau bahkan tidak pernah mendengarkan pendapat anak, anak akan merasa tertekan dan lebih cenderung melawan. Hal ini dapat menciptakan ketegangan yang memperburuk hubungan antara orang tua dan anak.

5. Pengaruh Lingkungan Terdekat Anak

Lingkungan sekitar anak, seperti teman-teman di sekolah, juga dapat memengaruhi perilaku mereka di rumah. Anak yang melihat teman-teman mereka sering melawan orang tua mungkin akan meniru perilaku tersebut.

Jika anak terbiasa melihat teman mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cara melawan orang tua, mereka cenderung akan mengadaptasi sikap yang sama di rumah.

6. Orang Tua Tidak Menjadi Teladan yang Baik

Anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat di sekitar mereka, terutama dari perilaku orang tua. Jika orang tua sering bertengkar di depan anak atau melawan orang lain, seperti kakek dan nenek, anak dapat meniru perilaku tersebut.

Mereka belajar bahwa melawan adalah cara untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, orang tua perlu menjadi teladan yang baik dengan menunjukkan sikap saling menghormati dan menjaga hubungan yang sehat di depan anak.

Editor : Candra Mega Sari
#Pola Asuh Otoriter #penyebab anak melawan orang tua #anak #orang tua