Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Epifani: Sejarah dan Makna di Balik Tradisi Suci Penutup Natal

Jacklyn Uly Manuela • Selasa, 7 Januari 2025 | 09:28 WIB

Illustrasi tiga orang majus
Illustrasi tiga orang majus
JP Bogor - Pada tanggal 6 Januari, setiap umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Raya Epifani. Hari Raya Epifani atau juga dikenal dengan Hari Tiga Raja, Hari Raya Penampakan Tuhan, dan Theopany merupakan salah satu perayaan penting dalam Tradisi Kekristenan setelah Natal dan Paskah.

Apa Itu Perayaan Epifani?

Dilansir dari laman Britannica.com, Minggu (5/1), Epifani berasal dari Bahasa Yunani ephiphaneia, yang berarti "penampakan". Epifani dirayakan untuk memperingati penampakan pertama Yesus Kristus kepada orang non-Yahudi yang pertama kali diwakili oleh ketiga orang majus dan penampakan keilahian-Nya, seperti saat pembaptisan-Nya di Sungai Yordan dan juga mukjizat pertama-Nya saat pesta pernikahan di Kana, Galilea.

Epifani merupakan perayaan tertua sekaligus salah satu dari 3 perayaan paling penting dalam tradisi Kekristenan, setelah Natal dan Paskah. Gereja-gereja barat seperti Katolik Roma, Lutheran, dan Anglikan merayakan tradisi ini pada tanggal 6 Januari. Sementara gereja timur, seperti beberapa gereja Orthodox merayakan tradisi ini pada tanggal 19 Januari.

Baca Juga: Mengenal 4 Misa Natal dalam Liturgi Katolik dan Maknanya

Sejarah Perayaan Hari Raya Epifani

Awalnya perayaan Epifani dirayakan oleh Gereja Timur untuk memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus, namun dalam tradisi Gereja Barat, fokus tujuan perayaan ini adalah untuk memperingati kunjungan orang Majus. Sehingga, Gereja Barat menganggap Epifani sebagai bukti bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan semua umat manusia, tanpa memandang orang itu Yahudi atau non-Yahudi.

Sementara dalam tradisi Gereja Timur, fokus tujuan perayaan ini adalah untuk merayakan kedatangan Yesus dalam menyelamatkan semua umat manusia yang terjadi pada saat pembaptisan Yesus di Sungai Yordan serta pengakuan bahwa Ia adalah baik Allah maupun manusia.

Memiliki Penamaan yang Berbeda

Dilansir dari PBS News, Minggu (5/1), Gereja Timur dan Gereja Barat memiliki penyebutan yang berbeda untuk perayaan ini. Gereja Timur seperti Orthodox menyebut Perayaan Epifani sebagai Theophany. Fokus pada perayaan ini adalah untuk mengingat pembaptisan Yesus Kristus oleh Yohanes Pembaptis. Sehingga dalam tradisi Orthodox, hal ini juga disebut sebagai Baptisan Yesus Kristus.

Sementara Gereja Barat seperti Katolik Roma, Lutheran, dan Anglikan, menyebut perayaan Epifani sebagai Hari Tiga Raja. Fokus perayaan ini adalah untuk mengingat kunjungan 3 orang Majus kepada bayi Yesus. Perayaan ini dilakukan 12 hari setelah Natal dan merupakan penutup dari perayaan Natal.

Bagaimana Hari Raya Epifani Dirayakan?

Umat Katolik di Spanyol biasa merayakannya dengan melakukan parade dengan membawa keranjang hias yang berisikan hadiah-hadiah yang diberikan orang Majus kepada Bayi Yesus. Anak-anak di Spanyol dan Amerika Latin juga merayakannya dengan membuka hadiah yang telah diberikan oleh Santa Claus saat Natal.

Sementara Umat Orthodox di Yunani merayakannya dengan melakukan upacara pemberkatan air.

Editor : Candra Mega Sari
#hari raya epifani #umat kristiani #paskah #tradisi #natal