Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Waspada! Konsumsi Kol Goreng Berlebihan Bisa Picu Kanker, Kenali Bahayanya

Ghina Fadiah Rahma • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:25 WIB

Bahaya kol goreng (Dok. ciputrahospital)
Bahaya kol goreng (Dok. ciputrahospital)
JP Bogor - Siapa yang tidak suka kol goreng? Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih jadi pelengkap sempurna untuk segala jenis makanan, mulai dari ayam geprek sampai pecel lele. Kol goreng itu ibarat bonus yang bikin satu piring makanan jadi makin menggoda. Tapi, di balik kelezatannya yang bikin nagih, ternyata ada bahaya yang tidak banyak orang tahu.

Kol sebenarnya termasuk sayuran sehat. Kaya akan vitamin dan antioksidan, kol punya banyak manfaat buat tubuh. Tapi, semua manfaat itu bisa hilang jika cara mengolahnya salah, apalagi jika digoreng dengan suhu tinggi. Alih-alih sehat, kol goreng justru bisa jadi sumber masalah, karena bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti akrilamida.

Akrilamida ini muncul saat makanan tinggi karbohidrat dimasak dengan suhu tinggi, contohnya digoreng. Nah, kol termasuk jenis sayur yang gampang menghasilkan senyawa ini sewaktu digoreng. Semakin garing dan coklat warnanya, kemungkinan akrilamida-nya makin tinggi. Dan yang lebih menakutkan, senyawa ini sudah lama dikaitkan dengan risiko kanker.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Di banyak warung makan atau pedagang kaki lima, kol biasanya digoreng pakai minyak yang sudah dipakai berkali-kali. Minyak jelantah ini bisa menghasilkan radikal bebas yang berbahaya buat tubuh. Jika dikonsumsi terus-menerus, bisa merusak sel tubuh dan memicu penyakit serius, termasuk kanker.

Ironisnya, kol goreng sering dianggap tambahan sayur yang bikin makanan jadi "lebih sehat." Padahal, kenyataannya tidak sesimpel itu. Jika dimakan terus tiap hari, apalagi dengan makanan berminyak lain, efek jangka panjangnya bisa bikin tubuh jadi rawan penyakit. Sayangnya, hal ini sering diabaikan karena rasanya yang enak banget.

Kebiasaan makan kol goreng ini jadi makin berisiko jika kita juga jarang olahraga, kurang makan sayur segar, dan doyan junk food. Kombinasi gaya hidup tidak sehat dan makanan tinggi lemak seperti ini bisa bikin tubuh lebih rentan terhadap penyakit, termasuk yang paling ditakuti: kanker.

Tapi tenang, ini bukan berarti kamu harus langsung stop makan kol. Kol tetap punya banyak manfaat jika diolah dengan cara yang benar, kayak dikukus, direbus, atau dimakan mentah sebagai lalapan. Intinya bukan di sayurnya, tapi gimana kita mengolahnya.

Tidak ada salahnya, kok, mulai lebih peduli sama cara masak yang lebih sehat. Tidak harus ekstrem juga. Sesekali makan gorengan, termasuk kol goreng, tidak akan langsung bikin sakit. Tapi jika tiap hari dan terus-menerus, baru deh mulai bahaya. Semuanya soal keseimbangan dan kebiasaan.

Kita semua pengen makan enak, tapi juga pengen sehat. Kabar baiknya, dua hal itu bisa kok jalan bareng. Selama kita lebih bijak dalam memilih dan mengolah makanan, kenikmatan dan kesehatan bisa tetap seiring sejalan.

Jadi, lain kali kalau ketemu kol goreng yang menggoda di pinggir piring, coba pikir dua kali. Masih mau nambah? Atau cukup segigit aja buat kenang-kenangan rasa, tanpa harus bawa risiko di belakangnya?

Editor : Candra Mega Sari
#kol goreng #kanker #kesehatan #minyak jelantah