JP Bogor – Bogor menyimpan berbagai situs bersejarah yang sarat dengan cerita menarik di baliknya, salah satunya adalah Batu Tapak Gunung Sindur, yang juga dikenal sebagai Batu Tapak Cidokom. Batu ini sekilas tampak seperti batu biasa, tetapi di permukaannya terdapat pahatan sepasang telapak kaki yang diyakini milik Raden Gembang.
Lokasi, Harga Tiket Masuk (HTM), dan Fasilitas Batu Tapak Gunung Sindur
Batu Tapak Gunung Sindur terletak di Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya bersebelahan dengan daerah Serpong, Tangerang Selatan.
Dari arah Jakarta atau Bogor, kamu dapat naik KRL Commuter Line jalur hijau Tanah Abang - Rangkasbitung, lalu turun di Stasiun Serpong.
Baca Juga: Gelar Training Raya Nasional, HMI Bogor Cetak Calon Pemimpin Perempuan Indonesia di Masa Depan
Agar praktis, dari Stasiun Serpong kamu dapat melanjutkan perjalanan kamu naik ojek atau taksi online, dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit.
Melansir situs portal resmi Kabupaten Bogor, untuk dapat mengunjungi Batu Tapak Gunung Sindur, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp20.000 per orang.
Di sana, kamu akan menemukan sebuah bangunan dengan tembok setinggi dada orang dewasa. Di sekitar batu, dipasang keramik sehingga pengunjung tidak perlu khawatir bajunya kotor.
Legenda Batu Tapak Gunung Sindur yang Dipercaya Punya Kekuatan Magis
Salah satu cerita legendaris mengenai Batu Tapak Gunung Sindur adalah kisah mengenai kemampuannya untuk tidak bisa dipindahkan. Batu ini terletak di sebuah pekarangan rumah milik warga. Suatu hari, batu ini pernah dipindahkan lokasinya ke tengah perkampungan. Namun keesokan harinya, warga sekitar menemukan bahwa batu tersebut secara ajaib berpindah kembali ke lokasinya semula.
Kini, Batu Tapak Gunung Sindur telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Banyak orang dari berbagai daerah, seperti Bogor, Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya, mengunjungi situs ini. Mereka meyakini bahwa batu ini memiliki kekuatan magis yang dapat mengabulkan doa dan permintaan. Konon, jika telapak kaki seseorang bisa masuk dengan pas ke dalam pahatan, maka karirnya akan sukses.
Selain itu, masyarakat juga mempercayai adanya beberapa sosok yang menjaga batu tersebut, salah satunya seekor ular besar seukuran batang pohon kelapa. Ular ini dipercaya akan melingkarkan tubuhnya seperti perisai untuk menutupi batu jika ada seseorang dengan niat jahat yang mendekatinya.
Tak hanya itu, batu ini juga dikatakan dijaga oleh sosok penjaga berupa seorang wanita cantik berpakaian kebaya putih dengan rambut panjang, serta nenek tua yang mengenakan kebaya kuning. Menurut cerita, mereka yang pernah melihat kedua sosok tersebut merasa ada kekuatan gaib yang melingkupi Batu Tapak Gunung Sindur.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah