JP Bogor - Jalan Suryakencana, yang terletak di pusat Kota Bogor dan berdekatan dengan Kebun Raya Bogor, kini menjadi salah satu pusat kuliner ikonik. Kawasan ini juga dikenal sebagai daerah Pecinan Bogor dengan sejarah panjang yang menarik.
Jalan Suryakencana dibuat pada tahun 1808 oleh Gubernur Jendral Daendels. Kemudian pada tahun 1870-an, terjadi sebuah peristiwa bersejarah yang membuat orang Tionghoa harus berpindah ke tempat ini.
Saat itu, sebagian besar orang Tionghoa bertahan hidup dengan berdagang. Alhasil, Jalan Surya Kencana pun dikenal dengan sebutan Handelstraat, yang berarti "Jalan Perdagangan". Hingga kini, karakteristik tersebut tetap terasa di sepanjang kawasan ini.
Selain sejarahnya yang kaya, Jalan Surya Kencana menawarkan beragam kuliner, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan modern. Berikut adalah delapan rekomendasi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jalan Suryakencana.
1. Bakso Kikil Pak Jaka
Sesuai dengan namanya, Bakso Kikil Pak Jaka terkenal dengan topping kikil sapi yang empuk dan tidak bau prengus, serta kuah kaldu yang sangat gurih. Kombinasi ini dijamin membuat siapa pun yang mencicipinya ingin kembali dan memesan lagi. Tak heran, tempat ini selalu ramai pengunjung hingga sering terjadi antrean panjang.
Selain menggunakan bihun, pengunjung juga bisa memilih kwetiaw sebagai campuran dalam semangkuk baksonya. Terdapat juga topping tambahan lain, seperti pangsit.
2. Cungkring Pak Jumat
Cungkring Pak Juay adalah salah satu penjual kuliner legendaris khas Bogor yang berlokasi di Jalan Suryakencana. Sejak tahun 1975, Pak Juay telah menjajakan cungkring menggunakan gerobak gendong, dan hingga kini cita rasa yang disajikan tetap konsisten dan autentik.
Satu porsi cungkring di sini terdiri dari aneka isian, seperti kulit dan kikil sapi, urat, serta lontong, yang disiram dengan kuah saus kacang kental dan gurih.
Keistimewaan cungkring Pak Juay dibandingkan dengan tempat lain terletak pada kikil kaki sapi yang empuk dan bercita rasa gurih, berkat proses memasak dengan aneka rempah. Taburan keripik tempe yang renyah juga menjadi pelengkap sempurna, menjadikan hidangan ini semakin nikmat.
3. Ngohiang Asli Gang Aut
Ngohiang Asli Gang Aut menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin menikmati perpaduan rasa khas kuliner peranakan Tionghoa. Meski tempatnya kecil, warung makan ini selalu dipadati oleh para pengunjung.
Ngohiang sekilas terlihat mirip dengan batagor, namun perbedaannya terletak pada isian berupa potongan daging ayam atau babi yang disajikan dengan siraman kuah kental bertekstur manis dan gurih.
Hidangan ini memiliki tiga lapisan utama yang memberikan sensasi rasa berbeda. Lapisan terluar yang renyah menawarkan tekstur crunchy, diikuti oleh lapisan tengah yang kenyal, dan diakhiri dengan isian daging ayam atau babi yang gurih. Sebagai pelengkap, ngohiang biasanya disajikan bersama kentang, tahu, atau tambahan irisan daging yang membuatnya semakin mengenyangkan.
4. Pepes Sagu Pisang Daniel
Di Gang Aut, Bogor, terdapat kuliner unik yang cocok dijadikan oleh-oleh, yakni Pepes Sagu Pisang Daniel. Kuliner ini memiliki sejarah panjang, karena sudah eksis sejak tahun 1948 dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Kelezatannya pun tetap sama dan tidak berubah.
Sekilas, hidangan ini menyerupai lemet atau ketimus, tetapi bahan utamanya adalah campuran tepung sagu dan pisang. Selain pisang, pilihan isian lain yang ditawarkan juga cukup beragam, mulai dari keju, nangka, dan lainnya. Adonan tersebut dibungkus daun pisang, lalu dibakar hingga matang.
5. Soto Kuning Pak M. Yusuf
Soto kuning khas Pak M. Yusuf ini terkenal karena rasanya yang kaya dan sedap. Di sini, pengunjung bisa memilih berbagai jenis soto, mulai dari soto daging, soto babat, soto pari, soto ayam, hingga soto otak, semuanya dengan cita rasa yang menggugah selera.
Selain itu, isian dalam semangkuk sotonya pun cukup beragam dan bisa dipilih sesuai selera, mulai dari jeroan sapi hingga daging. Terdapat juga beberapa pilihan lain, seperti babat, paru, jantung, kikil, hingga daging goreng.
Selain itu, pengunjung juga bisa menambah perkedel kentang dan emping, yang kemudian disiram dengan kuah kuning soto yang lezat, lengkap dengan campuran minyak samin yang kaya rasa. Meskipun harganya sedikit lebih mahal daripada soto biasanya, namun hal tersebut sebanding dengan rasanya yang lezat dan nikmat.
6. Sate Sumsum Pak OO
Sate Sumsum Pak Oo, yang sudah berjualan sejak 1965, adalah salah satu kuliner legendaris yang wajib dicoba setiap kali berkunjung ke Jalan Suryakencana. Meskipun kini dikelola oleh generasi ketiga, cita rasa sate di kedai ini tetap terjaga dan tidak berubah.
Dalam setiap porsinya, pengunjung akan menikmati lima tusuk sate sumsum dan lima tusuk sate ginjal. Tekstur sate sumsum dan ginjalnya yang empuk dan kenyal memberikan rasa yang khas. Sate ini disajikan dengan bumbu kacang gurih serta perasan jeruk nipis dan sambal yang menambah kelezatannya.
7. Asinan Ahauw Gang Aut
Asinan Ahauw Gang Aut merupakan salah kuliner legendaris di Jalan Suryakencana yang telah berjualan selama tiga generasi. Tempat ini terkenal dengan asinan buah dan sayur yang enak dan cocok dijadikan oleh-oleh khas Bogor.
Asinan buahnya terdiri dari potongan mangga, nanas muda, salak, jambu, bengkuang, kedondong, ubi, dan pepaya. Sementara asinan sayurnya berisi wortel, lobak, lokio, kol, tauge, sayur asin, tahu, timun, daun antanan, dan oncom.
Campuran buah-buahan dan sayuran tadi, lalu disiram dengan kuah merah khasnya terbuat dari campuran cuka aren, cabai merah, dan sedikit ebi, sehingga menghasilkan cita rasa manis, asam, dan panas yang menyegarkan.
8. Martabak Encek
Martabak Encek yang ada di Jalan Suryakencana merupakan salah satu penjual martabak yang sudah legendaris di Bogor. Sebab, sudah berjualan sejak tahun 1975 dan menjadi andalan banyak orang hingga sekarang.
Martabak manis disini memiliki berbagai varian topping, seperti rasa cokelat, kacang, keju, dan wijen. Terdapat keunikan dari Martabak Encek yang membedakannya dengan penjual martabak lain, yakni cara memasaknya yang masih menggunakan arang sehingga, memberikan aroma harum dan rasa yang unik. Tekstur dari martabaknya pun lembut. Keistimewaan martabak ini membuat pengunjung rela antre panjang, bahkan sering kali kehabisan jika datang terlambat.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah