JP Bogor – Kehidupan kota yang serba cepat dan terkesan terburu-buru, membuat banyak orang merasa lelah dan suntuk. Oleh karena itu, penting untuk melakukan healing atau refreshing, seperti bermain air di air terjun atau curug dalam bahasa Sunda.
Bogor, yang dikenal sebagai destinasi wisata air terjun, sering menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah. Salah satu air terjun yang populer di Bogor adalah Curug Ciburial.
Lokasi dan Asal Usul Nama Curug Ciburial
Curug Ciburial terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari kota Jakarta, perlu menempuh jarak sekitar 60 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan kendaraan bermotor. Sementara dari pusat kota Bogor, perlu menempuh jarak sekitar 30 km, dengan waktu tempuh 1.5 jam menggunakan kendaraan bermotor.
Menurut cerita yang beredar, Curug Ciburial pertama kali ditemukan oleh seorang warga lokal. Saat mencari kayu di tengah hutan, warga tersebut tak sengaja mendengar suara gemericik air di balik semak-semak yang tinggi.
Didorong rasa penasarannya, sang pencari kayu tersebut pergi menyelidiki sumber suara gemericik air. Tidak disangka-sangka, ternyata sumber suara gemericik air tersebut adalah sebuah air terjun yang sangat indah, dengan air yang tampak jernih dan segar.
Awalnya, air terjun ini belum diberi nama. Namun seiring dengan berjalannya waktu, air terjun tersebut diberi nama Ciburial, yang berarti "air yang keluar dari bawah".
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Curug Ciburial
Untuk dapat mengunjungi Curug Ciburial, diperlukan tiket masuk dengan kisaran harga Rp20.000-Rp25.000 per orang. Jika kamu membawa kendaraan pribadi, terdapat lahan parkir yang disediakan oleh pihak pengelola, dengan harga yang masih ramah di kantong.
Wisata Curug Ciburial beroperasi setiap hari, mulai dari pagi pukul 07.00 WIB hingga sore hari pukul 17.00 WIB.
Kegiatan Seru di Curug Ciburial
1. Trekking di Jalurnya yang Menantang
Untuk dapat menuju air terjun, kamu perlu melewati jalur yang cukup menantang. Di bawah dahan-dahan pepohonan yang rindang, kamu akan menyusuri jalur yang cukup basah dan licin, karena harus melewati sungai. Tak perlu khawatir, pihak pengelola sudah memasang tali bantuan di beberapa titik yang dirasa cukup sulit dilewati.
Baca Juga: Desa Wisata Ciasmara: Surga Wisata Tersembunyi di Bogor dengan Curug dan Kolam Air Panas
Sambil menyusuri jalur ini, kamu akan disuguhi suasana hutan yang asri, ditemani kicauan burung dan serangga. Oleh karena itu, air terjun ini cocok dikunjungi bagi yang gemar kegiatan outdoor dan tantangan.
2. Menikmati Keindahan Air Terjun yang Jernih
Meskipun air terjun ini hanya memiliki ketinggian sekitar 5 meter saja, aliran airnya yang jernih dan deras menghasilkan pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Diapit oleh bebatuan besar di samping-sampingnya, air terjun ini seakan membelah bebatuan besar tersebut, sebelum kemudian mengalir ke dalam kolam alami di kaki air terjun.
Gemuruh aliran air saat menghantam kolam akan terdengar di telinga, membuat pikiran terasa tenang dan damai. Cocok bagi kamu yang ingin merasakan suasana yang berbeda dari perkotaan.
3. Berenang dan Bermain Air di Kolam Alami
Aliran air terjun yang jatuh ke bawah membentuk kolam alami yang indah dan sangat menyegarkan. Warnanya yang tampak seperti biru kehijauan akan terlihat berkilauan di bawah sinar matahari, membuatnya seperti batu permata yang berharga.
Di kolam ini, kamu dapat berenang dan bermain air sepuasnya untuk menghilangkan rasa penat di badan sekaligus menyegarkan pikiran. Alhasil, tidak heran jika banyak wisatawan yang bermain air di kolam ini.
4. Berfoto-foto di Air Terjun
Jika bermain ke Curug Ciburial, jangan lupa untuk menyiapkan kamera dan outfit terbaikmu karena suasana alami air terjun sangat cocok untuk dijadikan latar berfoto-foto. Dengan air yang mengalir jernih, dikelilingi pepohonan hijau yang asri, ditambah dengan bebatuan berwarna kekuningan, akan membuat foto kamu tampak seperti mahakarya pelukis terkenal.
Terdapat titik berfoto terbaik yang sudah ditandai oleh pihak pengelola, dimana kamu perlu membayar sekitar Rp3.000-an saja.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah