Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Museum Nasional Sejarah Alam di Bogor: Wisata Edukasi yang Menyingkap Keanekaragaman Hayati Indonesia

Yudha Satria Palma • Kamis, 7 November 2024 | 15:00 WIB

Salah satu koleksi Museum Nasional Sejarah Alam yang menggambarkan kehidupan manusia dahulu
Salah satu koleksi Museum Nasional Sejarah Alam yang menggambarkan kehidupan manusia dahulu
JP Bogor - Museum adalah jendela menuju masa lalu. Dengan berkunjung ke museum, kita tidak hanya berwisata, tetapi juga melakukan perjalanan waktu untuk mempelajari sejarah, budaya, dan berbagai aspek kehidupan manusia.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali museum di berbagai daerah, termasuk di Bogor. Salah satunya adalah Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia atau yang biasa disingkat Munasain. Museum ini terletak Pusat Penelitian Biologi LIPI, Jl. Ir. H. Juanda No.22 - 24, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Museum Nasional Sejarah Alam awalnya adalah pengembangan dari Museum Etbotani Indonesia (MEI) dibangun pada tahun 1962 dan diprakarsai oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo yang saat itu menjadi Ketua LIPI.

Pembangunan museum ini baru selesai 20 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1982 dan diresmikan langsung oleh BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek.

Museum Nasional Sejarah Alam merupakan sebuah museum yang menggabungkan ilmu botani dan berbagai karya budaya etnik dari seluruh Indonesia. Sebagai sarana edukasi ilmu pengetahuan, museum ini dibangun dengan tujuan untuk menjadi media belajar yang edukatif mengenai pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan dengan memadukan kearifan lokal dan sistem modern.

Saat pertama kali datang ke museum ini, pengunjung akan disambut dengan keindahan relief yang terdapat di permukaan dinding pintu masuk. Relief ini menampilkan berbagai kegiatan yang dilakukan pria maupun wanita pedesaan. Selain itu, aneka hasil perkebunan dan pemandangan sawah digambarkan dengan indah di relief ini.

Kemudian, ketika berada di dalam museum, pengunjung akan disambut dengan berbagai artefak yang menjelaskan sejarah geologi, geografi, dan biogeografi Indonesia, serta evolusi kehidupan manusia. Berdasarkan laman kebunraya.id, Museum Nasional Sejarah Alam menyimpan 2000 artefak yang berasal dari berbagai daerah dan pulau di Indonesia.

Koleksi yang dimiliki Museum Nasional Sejarah Alam terdiri dari berbagai jenis, seperti mainan anak-anak, barang-barang keperluan rumah tangga, alat-alat pertanian dan perikan, pakaian tradisional, alat musik, dan barang-barang lainnya yang semuanya dibuat dari berbagai bagian tanaman lokal.

Contohnya adalah kerajinan tangan tradisional seperti keranjang, topi, tikar, dan barang-barang rumah tangga lainnya yang dibuat dari pohon palem. Terdapat juga sebuah ruangan yang berisi kain tenun tradisional yang menjadi seni kerajinan hingga kini dan masih sangat populer di Indonesia.

Selain itu, museum ini juga memiliki berbagai koleksi jenis tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai ramuan jamu tradisional, seperti kencur, kunir asem, jahe, beras, biji kedawung, lempuyang, temulawak dan masih banyak jenis tanaman obat lainnya yang disimpan di museum ini.

Tumbuhan jamu tersebut ditempatkan di rak khusus dalam toples atau tabung tertutup yang transparan, sehingga pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman jamu yang dipajang. Selain tanaman jamu kering, ada juga yang direndam dalam cairan khusus di dalam toples transparan, memberikan tampilan unik bagi para pengunjung.

Melalui koleksi inilah pengujung bisa belajar berbagai hal. Seperti kearifan lokal terkait tanaman budidaya, plasma nutfah, dan etika dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.

Tidak hanya itu, di Museum Nasional Sejarah Alam pengunjung bisa mempelajari bagaimana suku-suku di Indonesia memanfaatkan tumbuhan. Contohnya adalah beberapa diorama yang menampilkan rumah tradisional suku Batak dengan atap rumbia khas masa lalu.

Diorama lain memperlihatkan berbagai aktivitas masa lampau, seperti permainan anak-anak, alat minum dari labu, dan pakaian tradisional. Museum ini juga menampilkan alat-alat tradisional yang masih digunakan beberapa suku di Indonesia hingga kini, termasuk alat membajak sawah yang tetap relevan sampai sekarang.

Baca Juga: Mengenal Batik Tulis Motif Talas Bogor: Warisan Budaya Bernilai Seni Tinggi yang Kini Semakin Diminati

Untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal tersebut, pengunjung bisa membaca informasi yang tertera di kaca, seperti nama dan deskripsi singkat setiap benda.

Dengan berbagai macam koleksi yang dimilikinya, Museum Nasional Sejarah Alam menjadi tempat yang sempurna untuk mempelajari keanekaragaman hayati dan kearifan lokal masyarakat Indonesia melalui artefak-artefak maupun relief yang ada di dalamnya. Sehingga, semua orang terutama generasi muda bisa tetap menghargai warisan nilai-nilai sejarah alam dan kehidupan manusia di Indonesia.

Editor : Candra Mega Sari
#Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia #bogor #museum