Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Menelusuri Sejarah dan Fakta Keberadaan Pemakaman Belanda di Kebun Raya Bogor, Lebih Dulu Ada Daripada Kebun Raya

Rafli Abdullah Santosa • Senin, 4 November 2024 | 19:51 WIB
Kompleks pemakaman belanda di Kebun Raya Bogor. (Wikimedia)
Kompleks pemakaman belanda di Kebun Raya Bogor. (Wikimedia)

JP Bogor – Kebun Raya Bogor merupakan salah satu peninggalan dari kolonial Belanda yang masih berdiri serta beroperasi hingga hari ini.

Selain sebagai tempat aklimatisasi dan penelitian berbagai jenis tumbuhan, sebagian kompleks Kebun Raya Bogor dahulu merupakan pemakaman Belanda. Kompleks pemakaman tersebut berukuran 29,5 m x 17,5 m.

Setelah berdirinya Kebun Raya Bogor, lahan di sekitar pemakaman ini kemudian dimanfaatkan sebagai lahan penanaman koleksi bambu, dengan kondisi yang relatif masih sama dengan kondisi yang saat ini.

Dilansir dari laman kebunraya.id, berdasarkan sejarahnya, pemakaman Belanda sudah ada terlebih dahulu jauh sebelum Kebun Raya Bogor dibangun. Jika Kebun Raya Bogor didirikan pada tahun 1817, kompleks pemakaman Belanda sudah ada sejak 1784.

Hal ini berdasarkan informasi dari makam milik Potmans Cornelis, seorang administrator apotek berkebangsaan Belanda. Makam Potmans juga merupakan makam tertua yang ada di kompleks pemakaman Belanda tersebut.

Berdasarkan informasi, terdapat 42 makam yang ada di kompleks pemakaman Belanda Kebun Raya Bogor. Di antara 42 makam tersebut, 38 memiliki identitas pada makam, sedangkan sisanya tidak diketahui informasinya.

Meskipun berada di dalam Kebun Raya Bogor, pemakaman ini masih aktif digunakan. Tercatat sejak tahun 1784 hingga 1901, jumlah orang yang dimakamkan di pemakaman ini terus bertambah.

Setelah beroperasi sekian lama, kompleks pemakaman Belanda ini menerima persemayaman terakhir pada tahun 1994. Kala itu, yang dikuburkan adalah seorang ahli botani Belanda Bernama Dr. Andre Josef Guillaume Henry Kostermans.

Karena kecintaannya pada Indonesia dan Kebun Raya Bogor, Andre mengganti kewarganegaraannya menjadi warga Indonesia dan berwasiat untuk dimakamkan di lingkungan Kebun Raya Bogor.

Di kompleks pemakaman ini terdapat sebuah makam yang unik, yang memiliki kisah menarik di baliknya. Pada makam tersebut disemayamkan dua orang sekaligus.

Makam tersebut berisi dua jenazah yang masing-masing bernama Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt. Keduanya merupakan ahli biologi yang dikirim ke Kebun Raya Bogor untuk meneliti keberagmanan spesies flora dan fauna.

Mereka tidak meninggal bersamaan. Kuhl meninggal pada tahun 1821 dan Hasselt meninggal pada tahun 1823. Meski demikian, mereka dikuburkan di dalam makam yang sama sebagai simbol ikatan persahabatan yang mereka bawa sampai akhir hayat.

Selain itu, menurut catatan, terdapat dua makam yang tidak dapat ditemukan lagi, yaitu makam Eleonore Cornelis Louise van Gennep dan makam Eduard van Angelbeek.

Makam yang terdapat di kompleks pemakaman Belanda tersebut memiliki stasus sosialnya masing-masing. Setidaknya, terdapat enam jenis status sosial di kompleks makam itu.

Yakni gubernur jenderal beserta keluarganya, pegawai negeri sipil kolonial beserta keluarganya, pejabat militer kolonial, dan akademisi beserta keluarganya. lalu orang dengan status sosial lain beserta keluarganya, dan terakhir makam tanpa identitas sama sekali.

Editor : Bayu Putra
#makam tertua #sejarah dan fakta #kebun raya bogor #pemakaman belanda #lebih dulu