Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Museum Tanah dan Pertanian (Mustani), Museum yang Cocok Jadi Lokasi Wisata Edukatif Di Kota Bogor

Fabian Nathaniel Putra Adya • Kamis, 17 Oktober 2024 | 18:20 WIB
Museum Tanah dan Pertanian (Mustani). (myeatandtravelstory.wordpress.com)
Museum Tanah dan Pertanian (Mustani). (myeatandtravelstory.wordpress.com)

JP Bogor – Kota Bogor memiliki banyak pusat sejarah yang dapat dikunjungi. Ada sejumlah museum dan situs bersejarah yang berada di wilayah Kota Bogor, salah satunya Museum Tanah dan Pertanian (Mustani).

dilansir dari laman mustani.id, Mustani merupakan salah satu museum di Kota Bogor yang menyajikan beragam hal seputar pertanian.

Mulai dari keberagaman tanah nusantara, sejarah, kejayaan pertanian Indonesia, komoditas pertanian, program dan kebijakan, serta gambaran pertanian masa depan.

Mustani berdiri sejak 29 September 1988. Museum ini menempati sebuah gedung bersejarah yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Yakni gedung Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek atau Laboratorium Penelitian Agrogeologi dan Tanah, yang didirikan pada zaman Pemerintahan kolonial Belanda pada sekitar tahun 1900.

Museum sempat mengalami penutupan beberapa tahun, hingga akhirnya Kementerian Pertanian memutuskan untuk merenovasi bangunan ini untuk dimanfaatkan sebagai Mustani.

Pada tanggal 5 Desember 2017 yang juga bertepatan dengan Hari Tanah Sedunia, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meresmikan dibukanya kembali Museum Tanah di gedung yang sama.

Dalam perkembangannya, eks Mentan periode 1993–1998 Sjarifudin Baharsjah dan beberapa tokoh pertanian lainnya mendeklarasikan berdirinya Mustani pada tanggal 17 April 2018.

Keinginan para tokoh pertanian Indonesia tersebut mendapat dukungan dari Mentan Amran. Mustani akhirnya resmi dibuka pada tanggal 22 April 2019.

Mustani terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama menyajikan edukasi pertanian dan sejarah pertanian pada masa lalu, mulai dari prakolonial sampai dengan masa kolonial. Sementara itu, lantai dua berisi replika alat-alat pertanian sejak Indonesia merdeka.

Sementara, lantai tiga berisi replika peralatan pertanian Indonesia yang digunakan saat ini dan masa mendatang. Salah satunya adalah drone pertanian yang berfungsi untuk memudahkan para petani dalam menyemprot pupuk atau pestisida di sawah sehingga lebih efisien.

Di museum ini juga terdapat beberapa sampel tanah dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Sampel tanah ini dapat menjadi sumber informasi dalam hal sumber daya tanah untuk mendukung pembangunan pertanian, serta proses survei dan pemetaan tanah.

Selain itu, koleksi museum ini terdiri atas macam-macam tanah yang disajikan dalam ukuran kecil. Berupa makromonolit, macam-macam batuan, contoh-contoh pupuk, perangkat uji tanah, peta-peta, maket, alat survei tanah.

Mustani juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan yang meliputi ruang pertemuan dan penginapan dengan 20 kamar double dan single bed. Museum ini juga memiliki ruangan sinema berkapasitas 65 orang yang digunakan untuk memutar film dokumenter berdurasi panjang.

Mustani buka pada Selasa–Jumat pukul 09.00–15.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB. Museum ini tutup pada Senin, Minggu, dan hari libur nasional.

Untuk masuk ke Mustani, pengunjung tidak dipungut biaya masuk. Museum ini ada di Jalan Ir. H. Juanda No. 98, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Editor : Bayu Putra
#Kolonial Belanda #wisata edukatif #laboratorium #Museum Tanah dan Pertanian Bogor #museum #mustani