JP Bogor – Tidak semua wisatawan menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor saat libur panjang akhir pekan Maulid Nabi Muhammad pada 14–16 September lalu.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor mencatat ada 31.400 wisatawan yang datang ke Kota Bogor selama long weekend lalu.
Masing-masing 7.380 wisatawan pada 14 September, 11.389 wisatawan pada 15 September, dan 12.631 wisatawan pada 16 September.
“Kunjungan memuncak pada tanggal 16 September tepatnya di hari Senin, dengan jumlah kunjungan ke Daya Tarik Wisata (DTW) pada tanggal tersebut sebanyak 12.631 wisatawan,” ujar Sekretaris Disparbud Kota Bogor Ana Ismawati, rabu (18/9) sebagaimana dilansir dari Antara.
Ana mengatakan, pihaknya rutin berkoordinasi dengan pengelola DTW serta general manager hotel di Kota Bogor, terutama saat periode libur panjang. Koordinasi dilakukan terkait dengan data kunjungan per hari di periode liburan, termasuk long weekend kali ini.
“Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar lonjakan wisatawan ke Kota Bogor di hari-hari libur panjang atau libur nasional,” ucapnya.
Kenaikan jumlah wisatawan di Kota Bogor juga berimbas pada Tingkat keterisian kamar hotel. Ana memaparkan, rata-rata tingkat keterisian kamar hotel di Kota Bogor selama periode long weekend 14–16 September 2024 berada di angka 65 persen. Tingkat keterisian paling tinggi terjadi pada 14 September yang mencapai 93,60 persen.
Disparbud Kota Bogor, tutur Ana, melakukan sejumlah strategi untuk mempromosikan destinasi wisata di Kota Bogor. Salah satunya melalui aplikasi chatbot Layanan Informasi Kepariwisataan (Laksa) Kota Bogor yang sudah berbasis Artificial Intelligence (AI).
Lewat promosi yang masif, dia berharap jumlah kunjungan wisata di Kota Bogor yang tahun ini ditargetkan sebesar 6.399.090 wisatawan bisa tercapai.
“Wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Bogor bisa menentukan tujuan berwisatanya melalui aplikasi ini dengan berbagai pilihan wisata yang informatif,” jelasnya.
Editor : Bayu Putra