Fourtwnty terbentuk berkat inisiatif Roby Satria, yang dikenal juga sebagai Roby 'Geisha', yang berperan sebagai produser, music director, dan komposer. Namun uniknya, Roby tidak tampil di panggung bersama para personel utama, Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots. Sosok Roots sendiri kerap tampil misterius dengan menutup wajahnya atau membelakangi kamera, menambah aura unik band ini.
Awalnya, Fourtwnty hanya iseng menciptakan lagu dan menyimpannya untuk konsumsi pribadi. Namun tanpa diduga, karya mereka tersebar luas hingga akhirnya memutuskan untuk merilis mini album 'Setengah Dulu' pada Desember 2014. Mini album ini menampilkan ciri khas musik folk akustik yang dipadukan dengan lirik puitis dan penuh makna, membahas tema-tema seperti cinta, persahabatan, alam, dan kehidupan sehari-hari.
Sukses dengan mini album, Fourtwnty melanjutkan dengan album penuh perdana berjudul 'Lelaku' pada Mei 2015, yang semakin mengukuhkan posisi mereka di industri musik indi Tanah Air. Album ini memuat beberapa lagu populer yang masih sering didengarkan oleh para penggemar.
Puncak popularitas Fourtwnty semakin melambung setelah lagu 'Zona Nyaman' menjadi soundtrack film 'Filosofi Kopi 2' pada 2017. Lagu ini menggambarkan pergulatan mental generasi muda yang terjebak dalam rutinitas dan ambisi duniawi, sekaligus mengajak untuk keluar dari zona nyaman. Liriknya yang lugas dan nada folk yang menenangkan membuat lagu ini mudah diterima dan disukai banyak orang.
Pada April 2018, bertepatan dengan ulang tahun kedelapan, Fourtwnty merilis album kedua bertajuk 'Ego & Fungsi Otak'. Album ini lahir dari proses panjang dan perjuangan mengatasi ego masing-masing personel. Selain 'Zona Nyaman', album ini juga menghadirkan lagu-lagu yang menunjukkan kedewasaan dan refleksi hidup seperti 'Kita Pasti Tua' dan 'Kusut.'
Tahun 2020 menjadi tonggak baru bagi Fourtwnty dengan perilisan single 'Nematomorpha' tepat pada dekade perjalanan mereka. Lagu ini mengisahkan perbedaan mimpi dan tujuan anak muda yang dulunya punya satu visi, namun akhirnya terpisah arah. Meski bertemakan kritis terhadap materialisme, lagu ini tetap mengusung nuansa santai dan diksi khas Fourtwnty yang mudah diingat.
Selain itu, Fourtwnty juga dikenal dengan karya yang konsisten dan penuh makna, terbukti dengan lagu 'Mangu' yang dirilis pada 2022 dan menjadi lagu Fourtwnty paling banyak didengar di Spotify dengan lebih dari 161 juta pendengar. Lagu ini juga masuk dalam album 'Nalar' yang dirilis tahun 2023, semakin menegaskan posisi Fourtwnty sebagai salah satu ikon musik indi Tanah Air.
Namun, setelah 14 tahun berkarya, Fourtwnty mengejutkan penggemar dengan pengumuman hiatus pada akhir Februari 2025. Dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram @fourtwntymusic, mereka menyatakan akan beristirahat dari semua aktivitas panggung untuk sementara waktu. Meskipun demikian, seluruh personel dikabarkan dalam kondisi baik dan berterima kasih atas dukungan tanpa henti dari para penggemar.
"Halo teman-teman, melalui konten ini kami resmi memberitahukan Fourtwnty saat ini memutuskan untuk beristirahat dalam segala aktivitas panggung," tulis mereka.
Mereka juga meminta doa agar bisa kembali berkarya dan bertemu dengan para penggemar dalam waktu dekat.
Editor : Candra Mega Sari