Berikut ini adalah panduan membaca buku-buku George Orwell yang disusun secara kronologis tahun terbitnya!
1. Down and Out in Paris and London (1933)
Jenis: Nonfiksi/Memoar
Buku ini menjadi karya pertama Orwell dengan nama penanya. Berdasarkan pengalaman hidupnya sebagai pencuci piring dan tunawisma, Orwell mengeksplorasi kemiskinan ekstrem di dua kota besar Eropa. Meskipun mengandung dramatisasi, tulisannya menyampaikan empati yang kuat terhadap kaum terpinggirkan dan keinginan untuk memahami hidup di luar privilese kelas menengah.
2. Burmese Days (1934)
Jenis: Novel
Menggambarkan pengalaman Orwell sebagai polisi imperial Inggris di Burma, novel ini penuh dengan kritik terhadap sistem kolonialisme. Tokoh utamanya, John Flory, mewakili dilema moral antara kesadaran akan ketidakadilan dan ketidakberdayaan untuk melawannya. Ini adalah potret awal Orwell sebagai penulis yang gelisah terhadap kemapanan.
3. The Road to Wigan Pier (1937)
Jenis: Nonfiksi
Merupakan karya dua bagian tentang laporan sosial tentang kehidupan kelas pekerja di Inggris utara, dan esai polemik tentang sosialisme Inggris. Orwell menyuarakan dukungan terhadap sosialisme, tetapi juga mengkritik keras kaum intelektual kiri yang menurutnya jauh dari realitas buruh. Buku ini menjadi tonggak penting dalam pembentukan posisi politik Orwell.
4. Homage to Catalonia (1938)
Jenis: Nonfiksi/Memoar politik
Ditulis berdasarkan keterlibatannya langsung dalam Perang Sipil Spanyol, Orwell mencatat realitas pertempuran di garis depan dan kekecewaannya terhadap pengkhianatan di internal faksi kiri. Buku ini menunjukkan bagaimana pengalaman nyata Orwell memperkuat penolakannya terhadap totalitarianisme, baik fasisme maupun Stalinisme.
5. Animal Farm (1945)
Jenis: Fabel/Satir politik
Ditulis setelah pengalaman di Spanyol, Animal Farm adalah alegori tentang Revolusi Rusia dan pengkhianatan terhadap cita-cita awalnya. Ditolak oleh beberapa penerbit karena dianggap menyerang sekutu perang Inggris (Uni Soviet), buku ini justru menjadi karya Orwell yang paling mudah diakses sekaligus paling tajam secara politis.
6. Nineteen Eighty-Four (1949)
Jenis: Novel / Distopia politik
Novel terakhir yang terbit semasa hidup Orwell, Nineteen Eighty-Four adalah puncak dari semua pemikirannya. Menggabungkan unsur thriller, roman, dan esai, buku ini mengeksplorasi kontrol negara terhadap realitas, bahasa, dan pikiran. Tokohnya, Winston Smith, berjuang mempertahankan kesadaran diri dalam dunia yang menolak kebenaran.
7. Why I Write (1946–2004)
Jenis: Esai dan kumpulan tulisan
Kumpulan tulisan yang menggambarkan motif Orwell menulis, mulai dari ambisi pribadi masa kecil hingga keinginan untuk menyampaikan kebenaran yang tak nyaman. Cocok dibaca untuk memahami filosofi dasar kepenulisan Orwell dan semangat jurnalisme politiknya.
8. Orwell on Truth (2017)
Jenis: Kompilasi tulisan (terbit pasca-kematian)
Buku ini menyajikan kutipan dan esai penting Orwell tentang kebenaran, disertai pengantar dari Alan Johnson. Menunjukkan betapa relevannya ide-ide Orwell tentang kejujuran dan kebebasan berbicara dalam era disinformasi saat ini.
9. Orwell and England / England Your England (esai dalam berbagai kompilasi)
Jenis: Esai politik dan budaya
Tulisan ini menunjukkan refleksi Orwell tentang identitas Inggris, nasionalisme, dan kebudayaan rakyat jelata. Meski ditulis untuk mendukung semangat perang melawan fasisme, esai ini tetap aktual sebagai kritik terhadap chauvinisme dan politik identitas.
Baca Juga: Menguak Jejak Sejarah Eugenika dan Rasisme Ilmiah, Sebuah Warisan Gelap Ilmu Genetika