Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kisah Alfred Nobel, Seorang Ilmuwan yang Menyesal dan Mengubah Dunia dengan Hadiahnya

Abdul Hamid Dhaifullah • Rabu, 7 Mei 2025 | 22:06 WIB

Alfred Nobel di samping medali Hadiah Nobel (Dok. Pinterest)
Alfred Nobel di samping medali Hadiah Nobel (Dok. Pinterest)
JP Bogor - Di balik percikan api dan ledakan dinamit, tersembunyi kisah seorang ilmuwan yang pada akhir hidupnya lebih dikenal bukan karena senjatanya, tetapi karena hadiahnya. Dialah Alfred Bernhard Nobel, sang penemu dinamit yang justru memilih untuk meninggalkan warisan abadi berupa penghargaan paling bergengsi di dunia, Hadiah Nobel.

Lahir di Stockholm, Swedia, pada 21 Oktober 1833, Alfred Nobel tumbuh dalam keluarga ilmuwan dan pengusaha. Meski masa kecilnya sering diliputi penyakit, rasa ingin tahu Nobel begitu tajam. Setelah mengikuti jejak ayahnya dalam industri bahan peledak, Nobel muda menghabiskan masa belajarnya di Rusia, Prancis, hingga Amerika Serikat. Ia menguasai lima bahasa dan memiliki minat yang luas, mulai dari kimia hingga sastra.

Namun, hidup Nobel berubah drastis ketika adik kandungnya, Emil, tewas dalam ledakan pabrik bahan peledak milik keluarga di Swedia pada 1864. Peristiwa tragis itu mendorong Nobel menciptakan bahan peledak yang lebih aman. Tiga tahun kemudian, ia mematenkan dynamite, hasil campuran nitrogliserin dan bahan penyerap yang ia beri nama dari kata Yunani dynamis, berarti “kekuatan”.

Pada 1888, dunia tak sengaja memberikan Nobel kesempatan langka, membaca obituarinya sendiri. Ketika kakaknya Ludvig meninggal, sebuah surat kabar Prancis keliru menulis kematian Alfred dan menuduhnya sebagai “pedagang kematian” karena menciptakan dinamit. Reaksi publik itu membuat Nobel merenung, akankah ia dikenang sebagai penyebab kehancuran umat manusia?

Jawabannya datang dalam bentuk wasiat. Pada 1895, setahun sebelum ia meninggal akibat stroke di Italia, Nobel menandatangani dokumen yang mengejutkan banyak pihak. Dalam wasiatnya, ia menyerahkan hampir seluruh kekayaannya yang setara dengan ratusan juta dolar saat in untuk mendanai hadiah bagi mereka yang “telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia”.

Pada 10 Desember 1901, tepat lima tahun setelah kematian Nobel, penghargaan pertama diberikan. Lima bidang dipilih sesuai minat hidupnya: Fisika, Kimia, Kedokteran atau Fisiologi, Sastra, dan Perdamaian. Kemudian pada 1968, hadiah di bidang Ilmu Ekonomi ditambahkan oleh Sveriges Riksbank, bank sentral Swedia.

Hingga kini, pemenang Hadiah Nobel menerima medali emas, diploma seni yang unik, dan hadiah uang yang mencapai 11 juta krona Swedia. Tapi lebih dari segalanya, mereka menerima kehormatan tertinggi: diakui karena membawa manfaat bagi umat manusia.

Editor : Candra Mega Sari
#alfred nobel #hadiah nobel #penemu dinamit #ilmuwan